
Apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan masa lalu kamu?"
"Kamu benar" jawab Agarish. Dia makin menundukkan kepalanya.
Wahhh bakalan heboh nih
"Yasudah kalau memang itu sebuah aib gak usah kamu ceritain"
Heleeh padahal mah aku kepo
"Enggak, kamu harus tau cerita ini biar semua selesai dan tidak ada salah paham" seketika jantungku berdetak tak karuan.
Aku kepo tapi ada rasa takut juga.
Akhirnya Agarish menarik napas dan memulai bercerita.
Hari itu disebuah cafe yang terletak tidak jauh dari kantor, Agarish membuat janji dengan seorang wanita yang akhir-akhir ini membuat hatinya menghangat. Tidak biasanya dia seperti ini. Agarish dikenal dengan sebutan playboy. Yap dia sering kali bergonta ganti pasangan.
Tapi itu dulu sebelum ia bertemu dengan Sona. Gadis itu, entah kenapa membuat dirinya tidak bisa berpaling darinya.
"Hay udah lama?" Agarish tersenyum lembut menatap Sona yang baru saja datang.
"Enggak ko, belum lama" lagi-lagi Agarish tidak berhenti tersenyum melihat wanita yang ia cintai itu.
Setelah memesan makanan Sona berdehem sebentar sebelum memulai obrolan.
"Ada yang mau aku omongin sama kamu Rish" ucapnya sedikit gugup.
"Mau ngomong apa hmm, kamu kelihatannya gugup. Mau ngomong apa?" Agarish memegang tangan Sona.
"Aku hamil" Agrish terdiam. Otaknya masih mencerna kalimat yang baru saja keluar dari mulut sona.
__ADS_1
"Ka-kamu pasti bercanda kan?" Agarish tertawa renyah. Dia berulangkali menggelengkan kepala.
"Aku tidak sedang bercanda Agarish" ucap Sona dengan tegas. Agarish terdiam, ia mentap mata sona lama, mencari kebohongan disana dan ia sama sekali tidak menemukan kebohongan sama sekali.
"Hahhh baiklah. Udah berapa bulan" akhirnya Agarish mencoba percaya. Tak mungkinkan gadisnya ini berbohong, pasalnya dia tahu kalau dialah laki-laki pertama untuk Sona selama ini.
"Tujuh minggu" Agrish hanya mengangguk. Ia masih belum bisa menerima kabar ini secara tiba-tiba. Bukan, bukan ia tak percaya sama Sona, hanya saja ini terlalu dadakan.
Apa nanti tanggapan kedua orang tuanya kalau ia baru saja menghamili anak orang. Sedangkan usianya kini baru 23 tahun. Ia baru setahun terakhir ini bekerja diperusahaan milik ayahnya. Dan ayahnya orang sangat kejam dan sangat tegas.
Agarish mengacak rambutnya kasar ketika kembali ke kantor. Tak mungkin kan ia menyuruh Sona menggugurkan kandungannya sedangkan anak yang dikandung sona sudah jelas-jelas adalah anaknya.
Kalau dibiarkan bagaimana dengan kehidupan Sona, dia juga masih sangat muda, dia hanya seorang remaja yang baru saja lulus SMA. Kalau ia berniat menikahi Sona saja pasti langsung ditentang oleh ayahnya.
Agarish anak tunggal. Pewaris satu-satunya perusahaan ayahnya, maka sedari kecil Agarish sudah diawasi oleh ayahnya dan langsung turun tangan mendidik Agarish agar bisa menjadi penerus perusahaannya kelak.
"Argghhhh" Agarish menjambak rambuat kuat. "Aku harus bagaimana? Ayah pasti marah besar kalau tau masalah ini. Tidak, aku tidak mau Sona kenapa-kenapa, dia gadis yang baik. Aku juga tidak mau membunuh anakku yang belum pernah merasakan udara di dunia ini" Agarish bertekad akan mempertahankan anaknya apapun yang terjadi.
Sona hanyalah seorang mahasiswi semester awal. Dia anak dari kampung yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dikota besar.
Sona anak yang baik dan polos, hanya saja Agarish yang waktu itu seperti kesetanan sehabis dari club malam datang ke kosan Sona dan mengajak sona melakukan hubungan layaknya suami istri padahal itu adalah yang pertama untuk Sona.
Itu juga adalah pertama dan terakhir kali Agarish melakukan itu dengan Sona. Ia menyesali perbuatan bejatnya, dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Dan hal itu benar-benar dilakukan Agarish. Dia yang dulunya juga sering mabuk-mabukan berubah menjadi lebih baik dan itu semua berkat Sona.
Tidak bisa dipungkiri, Agarish sangat mencintai Sona. Gadis yang pertama kali membuat ia berubah dan gadis yang pertama kali menggetarkan hatinya.
Namun pada akhirnya semua sia-sia. Perjuangan Agarish yang ingin mempertahankan bayinya kini berujung petaka. Jangankan bayinya, bahkan wanita yang ia cintai saat ini juga meregang nyawa dengan menggantung diri di apartmennya.
Agarish benar-benar kalut waktu itu. Dunianya rasanya berhenti ketika mendapati badan Sona yang sudah seputih kapas tergantung dikamarnya. Agarish meraung, mendekap badan dingin milik Sona. Wanitanya kini sudah tiada.
Disaat sedang menangisi kematian Sona, mata Agarish melihat sebuah kertas diatas tempat tidur dan buru-buru membacanya. Dan betapa terkejutnya ia akan isi surat tersebut.
__ADS_1
Ayahya, ayahnya dalang semua ini. Dia kecolongan, ternyata selama ini ayahnya diam-diam sering menemui Sona dan mengancamnya beberapa kali. Sona memang tidak menyebutkan ancaman apa yang ayahnya berikan, tapi melihat betapa prustasinya Sona dalam isi surat itu membuat Agarish semakin membenci ayahnya.
"Maafkan aku Sona. Semua ini salahku. Salahku yang menganggap sepele ayah. Aku pikir dia tidak mengetahui soal kamu. Aku memang bodoh Sona. Maafkan aku" Agarish kemabali memeluk tubuh dingin Sona.
Disaat itu juga ia bertekad tidak akan mematuhi ayahnya lagi, dia akan berontak. Kalau perlu ia tidak akan mau menjadi anaknya lagi. Ayahnya benar-benar keterlaluan.
Sejak saat itu juga ia memutuskan hubungan dengan kedua orang tuanya. Ia benar-benar membenci ayahnya. Agarish yang dulunya seorang yang ceria berubah menjadi dingin dan pendiam.
Sejak saat itu juga ia memutuskan hubungan dengan semua wanita. Ia trauma dan takut akan membuat kesalahan dan berakhir membuat wanita tersebut berujung seperti Sona.
Walaupun ia sudah memutuskan hubungan dengan ayahnya, iya tau betul kalau ayahnya masih terus mengawasinya.
Agarish berhasil mendirikan sebuah perusahaan besar, perusahaan ia bangun dengan kekuatan sendiri. Dan sejak awal yang menemaninya adalah Bram, seseorang yang pertama kali melamar diperusahaannya dan orang yang terus berada disampingnya hingga ia sukses.
Yang Agarish tidak tau adalah fakta soal Bram yang ternyata sejak awal sudah menyukainya.
Ketika mereka sedang berdua kerap kali Bram menggoda Agarish dan menjelek-jelekkan wanita padanya, hingga pada akhirnya Agarish termakan perkataan Bram dan menjadi seorang penyuka sesama jenis.
Suatu hari orang tua Agarish datang berkunjung kerumah miliknya tanpa diundang. Agarish dengan cepat mengusir apalagi setelah mendengar mamahnya menjodohkan dia dengan anak kesayangannya di panti, yaitu Yasmin.
Agarish tidak bisa menolak, karena ayahnya mengancam akan membuat perusahaan milik Agarish bangkrut. Karena tanpa sepengetahuannya selama ini ayahnyalah salah satu Investor terbesar tapi menggunakan nama perusahaan lain. Agarish benci mengetahui kebenaran bahwa kesuksesannya ada campur tangan sang ayah.
Jadi mau tak mau ia menerima perjodohan tersebut. Biarkan saja, toh ia tidak akan menyukai gadis tersebut, ia juga bertekad akan membuat istrinya nanti tersiksa akan sikapnya. Dan itu benaran terjadi, Yasmin si gadis lemah akhirnya tidak tahan dengan sikap Agarish dan berakhir bunuh diri.
Waktu itu Agarish tidak bisa membohongi dirinya, ia ketakutan ketika mendengar laporan para pelayan bahwa Yasmin mencoba bunuh diri dengan melompat kedalam kolam tempat Agarish biasa berenang. Kolam itu dalamnya 5 meter dan Yasmin bukanlah seorang yang bisa berenang.
Seketika bayangan Sona yang tergantung kaku dikamarnya dahulu menyeruak membuat ketakutan Agarish memuncak. Ia benar-benar tidak mengira Yasmin akan senekat itu, kalau memang ia tidak tahan mengapa tidak meminta bercerai saja.
Tapi mungkin itu hal yang mustahil, Yasmin sangat menghormati kedua orang tua Agarish apalagi mamahnya. Mungkin ia tidak mau membuat keduanya kecewa dan lebih memilih bunuh diri, padahal itu lebih mengerikan dan lebih membuat semua orang kecewa dengannya.
Agarish hampir saja melunak ketika menatap wajah Yasmin yang sudah dua hari tidak sadarkan diri, tapi lagi-lagi Bram menggagalkan niatnya. Memang tidak masuk akal soal Yasmin yang tidak bangun padahal dia hanya tenggelam. Tapi menurut dokter, tidak ada masalah dengan tubuh Yasmin hanya saja dia menolak untuk bangun.
__ADS_1
_________