SEHANGAT KOPI SUSU

SEHANGAT KOPI SUSU
Tiga puluh satu


__ADS_3

Saat ini aku sedang disibukkan persidangan dengan orang yang telah mencelakakan aku dan kedua orang tuaku.


Iya benar. Aku Tania, telah kembali ke badan aku yang semula di bumi.


Disaat aku tertidur setelah kecelakaan pagi itu bersama Agarish, Yasmin yang asli datang padaku. Dia kembali memohon agar aku mau kembali ke tubuh yang lama.


Awalnya aku menolak keras, karena aku sudah nyaman dengan tubuhku saat ini. Ditambah lagi dengan aku yang akan memilik anak.


Tapi lagi-lagi Yasmin selalu dalam masalah. Kali ini dia dan kedua orang tuaku mengalami kecelakaan yang disengaja oleh orang yang mereka kenal.


Jadi ceritanya setelah Yasmin bangun ditubuh milikku, dia menjadi tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuhku patah dan banyak luka ketika kecelakaan waktu itu. Sehingga butuh pengobatan yang panjang hingga badanku bisa kembali berjalan.


Profesi yang aku dalami dahulu terhenti karena kecelakaan itu, ditambah lagi Yasmin yang tidak bisa menyanyi. Hingga setahun terakhir badanku hanya bolak-balik rumah sakit untuk menjalani pengobatan.


Dan beruntungnya Yasmin adalah dia mendapatkan cinta dari seorang dokter yang merawatnya selama ini. Laki-laki ini yang selalu mensuport dia agar tetap bangkit dari keterpurukan.


Namun kedekatannya dengan dokter sekaligus anak dari pemilik rumah sakit rupanya berujung petaka. Ada satu orang perempuan yang menggilai dokter itu dan mau melakukan apapun  ketika dokter tersebut lebih memilih Yasmin daripada dirinya.


Dia dengan nekatnya membajak mobil yang Yasmin gunakan dengan orang tuaku ketika sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.


Alhasil mereka semua terluka dan tidak sadarkan diri, bertepatan pulak dengan waktu aku kecelakaan.


Yasmin memohon padaku agar mau kembali ke tubuhku yang lama, karena dia merasa aku lebih kuat dibanding dia. Tapi dia tidak mau kembali lagi ke tubuh yang lama, karena dia sudah bertemu dengan laki-laki yang mau membalas cintanya.


Dan disinilah aku, berada didalam tubuhku yang asli. Tania si penyanyi profesional yang kini telah pensiun.


Ah bangsat emang tuh Yasmin, gara-gara dia gue gak jadi artis lagi.


🐣🐣


Ini tahun kedua aku kembali ke duniaku yang dulu. Proses tuntutan ini hampir rampung setelah menempuh jalan yang cukup lama.


Sangat susah menjatuhkan wanita gila itu kedalam penjara, karena dia salah satu putri dari kepala pemerintah di kota ini. Butuh dua tahun bagiku agar bisa mengumpulkan bukti dan berhasil menjebloskan dia kedalam penjara.


Butuh dua tahun juga lamanya aku berpura-pura menjadi Tania yang polos seperti sikap Yasmin selama ini. Aku tidak ingin menghancurkan image dia dengan laki-laki yang sangat mencintai dia itu.


Tapi aku juga hampir menangis setiap malam ketika hendak tidur. Demi Tuhan aku merindukan Agarish dan juga anakku. Apakah dia lahir dengan selamat ke dunia atau ..... Ah aku tidak berani memikirkannya.


Aku sangat merindukan mereka. Kalau anakku masih hidup pasti dia sudah bisa jalan sekarang, atau mungkin sudah bisa berbicara.


"Maaf ya Tania" aku mendongak lalu mendapati Yasmin.


Iya. Yasmin menjadi hantu gentayangan sekarang. Salah dia sendiri tidak mau masuk kedalam tubuhnya yang lama. Tapi aku juga gak terima sih kalau dia kembali kesana, nanti kan malah dia yang disayang sama Agarish, eh?

__ADS_1


Sudah lupakan. Yasmin memang selalu mendampingi ku selama disini. Ia yang membantuku menyelesaikan masalah ini. Memberitahuku semua tentang perempuan itu.


"Sekarang kan semuanya sudah selesai Yas, aku boleh kembali kan? Aku.... Aku merindukan anakku Yasmin" ucapku tergugu.


Yasmin ikutan menangis di pelukanku. Iya berkali-kali meminta maaf.


Dan sesuai kesepakatan aku meminum obat berlebih agar bisa pingsan, cara cepat biar kami bisa bertukar jiwa. Agak ngeri sih caranya, tapi aku gak peduli. Aku lebih merindukan anakku sekarang.


🐣🐣


Mamah banun dong, Theo penen omong tama mamah tau.


Masa mama tidulna lama bangat, mama Ndak kanen yah sama Theo?


Aku samar-samar mendengar panggilan anak kecil didekat telingaku. Tangannya yang kecil juga mengusap wajahku, aku bisa merasakan dengan jelas usapannya.


Makanya Theo harus sering-sering ngajak mamah ngobrol biar mamah cepat bangun.


Iya papah.


Itu... Itu suara Agarish, tidak salah lagi itu suara Agarish. Lalu anak kecil itu apakah dia anak kami?


Mamah.... Mamah tau Ndak, Theo cekalang udah Isa matan tendili . Ndak Pellu nenek tuapi lagi.


Mamah....


Iya sayang ini mamah, mamah juga kangen sama kamu. Kangen bangat hiks hiks


Papah! Mamah nanis papah


Setelah itu suara Agarish makin sering memanggil namaku. Hingga pada akhirnya aku tersentak bangun.


"Yasmin?" Aku masih berusaha menyesuaikan cahaya di mataku hingga sebuah pelukan berhasil membuat kesadaran ku kembali.


"Ya Tuhan Yasmin akhirnya kamu sadar juga" Agarish memelukku dengan erat. Aku ingin membalas pelukannya, namun badanku rasanya sangat kaku.


"Aga."


"Iya sayang ini aku" Agarish berkali-kali menciumi pipiku lalu memelukku kembali.


"Papah! Theo juga penen peyuk mamah" sebuah tangan mungil menampar pipi Agarish.


"Maaf sayang papah lupa" Agarish terkekeh lalu mengangkat seorang bocah kecil tepat didekat kepalaku.

__ADS_1


"Anak kita" Agarish menjawab pertanyaan yang belum sempat aku keluarkan.


"A-anak kita?" Ucapku terbata.


"Iya anak kita" air mataku kembali luruh.


"Mamah janan nanis mamah" tangan mungil itu menghapus air mataku. "Theo senan mamah udah banun lagi"


Aku makin nangis kejer melihat tingkah manisnya. "Peluk mamah sayang " pintaku. Dengan gerakan cepat dia langsung memeluk leherku dengan erat.


Ya Tuhan anakku sudah sebesar ini


"Jangan tidur lagi yah. Aku mohon" pinta Agarish padaku, aku menganggukkan kepala.


Setelah tau aku sadar, Allen orang pertama yang berlari masuk kedalam kamar inapku. Dia meraung memeluk badanku yang sudah kaku. Iya kaku karena udah dua tahun tidak digerakkan.


Aku berasa lumpuh saat ini. Tapi gapapa, yang penting aku sudah kembali dan bisa bertemu dengan anak dan juga suamiku.


Allen menceritakan semuanya padaku, dia juga sudah jujur pada Agarish tentang jiwa kami. Aku kira Agarish akan marah, tapi ternyata dia tidak apa-apa. Malah dia menyatakan perasaannya padaku tadi, aiih malu sekali rasanya.


Aku juga menceritakan kenapa aku tidak bangun selama dua tahun ini. Agarish juga senang ketika mendengar Yasmin yang asli sudah menemukan orang yang bisa membalas cintanya.


Berbeda dengan Allen yang kembali menyumpah serapahi kebodohan dan kelemahan Yasmin.


"Kalau gue yang jadi elo, udah gue gebukin tuh anak. Kesel gue dengernya" ucapnya berapi-api. Aku hanya tersenyum menanggapi.


Mamah sama ayah mertuaku juga sama bahagianya setelah tau aku sadar. Ditambah lagi Agarish dan ayah sudah baikan, membuat semua permohonan ku seperti dikabulkan semuanya oleh Tuhan.


Butuh 6 bulan juga bagiku agar bisa bergerak normal lagi. Agarish juga selalu ada di sampingku selama terapi bersama buah hati kami.


Bocah kecil itu juga sangat berisik ketika memberiku semangat kalau sedang terapi.


"Ayo mamah pasti bica! Theo aja yang masih tecil udah Isa dalan" ucapnya membanggakan diri.


Aku tersenyum kecil mengingat perjuangan ku untuk bisa berjalan yang disemangati oleh ocehan Theo.


"Kenapa senyum-senyum sendiri?" Agarish memelukku dari belakang. Saat ini aku sedang menatap wajah tenang milik Theodoric yang terlelap dalam tidurnya.


"Aku bahagia karena adanya kamu dan juga anak kita" ucapku tersenyum.


"Aku lebih bahagia lagi. Karena udah dikasih kesempatan bisa bersama kamu lagi. Jangan pernah buat ninggalin aku sama Theo lagi yah" aku menganggukkan kepala.


Terima kasih Tuhan

__ADS_1


 


  End


__ADS_2