SEHANGAT KOPI SUSU

SEHANGAT KOPI SUSU
Sembilan


__ADS_3

Halo apa kabar?


Selamat membaca dan semoga suka sama ceritanya


____________________________________


Sedari aku masuk kamar tadi ko perasaan hawanya panas terus dah. Padahal aku udah mandi, keramas juga udah. Apa yang salah nih?.


"Ck dasar Ac sialan, pake acara mati segala lagi" aku berdecak kala menyadari penyebab hawa panas tadi.


"Tapi ko gak idup-idup yah?" Aku terus memukul-mukul remot, mana tau bisa langsung bagus kan kalau dibanting dulu.


Namun ternyata nihil, tetap aja gak bisa. Aku mengusap wajah gusar, mana mata udah ngantuk lagi.


Akhirnya aku putuskan membuka jendela kamar lebar-lebar.


"Ahhh akhirnya ada angin" aku memejamkan mata sembari menikmati hawa dingin dari luar.


Karena dirasa belum cukup dingin, aku memutuskan membuka baju tidur dan hanya memakai hotpants juga tanktop biar anginnya lebih terasa.


Baru sepuluh menit, nyanyian dari para nyamuk sialan kini mengganggu indra pendengaranku.


"Tidak bisa dibiarkan!"


Aku bangkit dari tempat tidur, mengambil bantal lalu keluar dari dalam kamar.


Tok tok tok


Tak berapa lama pintu didepanku terbuka, menampakkan wajah bantal Agarish. "Kenapa?" Katanya sambil menguap.


"Aku tidur dikamar kamu yah" pintaku dengan menyengir.


"Tidak bisa!" Ucapnya dengan lantang. Aku mengerucutkan bibir.


"Ayolah Ga, kamar aku AC nya mati. Aku gak bisa tidur karena kepanasan" rengekku padanya.


Agarish terdiam beberapa menit didepan pintu.


"Ah kamu mah kelamaan mikir!" Aku mendorong badannya dan nyelonong masuk kedalam kamar Agarish.


"Siapa yang nyuruh kamu masuk?"


Namun aku tidak peduli dengan larangan Agarish. Mataku kini berbinar menatap kamar Agarish yang luasnya lebih lebih dari kamar aku. Mana suasananya enak bangat lagi.


Aku melompat keatas kasur lalu memejamkan mata. "Ahh enaknya"


Tapi tiba-tiba Agarish menarik kakiku hingga aku merosot kebawah.


"Aduh sakit tau!" Aku mengusap-usap pantatku lantaran baru saja mencium lantai yang dingin.

__ADS_1


"Siapa yang nyuruh kamu tidur diatas ranjang aku heh!" Ucapnya sambil berkacak pinggang.


"Inisiatip sendiri" aku bangkit lalu duduk ditepian ranjang.


"Ayolah Ga, aku ngantuk bangat ini. Kamar aku panas bangat sumpah"


"Gak ada gak ada. Aku gak bisa berbagi tempat tidur sama orang lain" dia kembali menarik tanganku agar berdiri dari tempat tidurnya.


"Oh jadi kalau berbagi tempat tidur sama Bram kamu bisa?" Aku menatap tidak percaya padanya.


"Kenapa kamu selalu bawa-bawa Bram sih?"


"Iyalah, kan dia yang selalu mendominasi kamu!" Udalah, hilang sudah ngantukku tadi.


Agarish menatap tajam ke arahku.


"Apa?, gak bisa jawab kan?. Aku jadi menyesal mengiyakan agar terus bertahan sama kamu. Kayaknya aku harus membatalkan permintaan kamu itu" aku mengambil kembali bantal yang sempat aku letakkan diatas tempat tidurnya lalu keluar dari kamar.


"Mau kemana kamu?"


"Yah keluar lah, ngapain juga aku disini kalau tuan rumahnya gak nerima aku" aku membanting pintu kamar Agarish.


Biarkan saja rusak, peduli setan dengan itu semua. Aku menuruni anak tangga. Tujuanku saat ini adalah ruang santai.


"Ck selimut gue pake acara ketinggalan lagi" aku kembali naik kelantai dua, tiba di ujung tangga aku bertemu dengan Agarish.


"Minggir! Aku mau lewat" aku mendorong badannya.


"Gak usah!. Aku tidur dibawah aja"


"Tapi Yas dibawah gak ada kasur, kamu tidur didalam kamar aku yah" pintanya padaku.


"Ada sofa disana, aku bisa tidur diatasnya gak usah pake kasur" aku meninggalkan dia didalam kamarku. Sejak tadi mengekor dibelakang kaya anak itik.


"Kamu itu yah gak pernah mau nurut sama apa yang aku bilang"


Tanpa basa basi dia langsung mengangkat badanku kaya ngangkut beras.


"Turunin gak!?" Namun dia tetap membawaku kedalam kamarnya.


"Udah, mending kamur tidur aja" dia membantingku ke atas tempat tidur.


Demi apa kepalaku rasanya sakit bangat dibanting kayak begitu.


"Sakit bangat Tuhan" aku mengusap kepala bagian belakang.


"Makanya nurut kalau aku bilang" dia ikut naik keatas ranjang.


Aku membalik badan memunggunginya, masih dengan tangan yang mengusap kepala.

__ADS_1


"Maaf" setelah itu dia mengusap kepalaku dari belakang, dan sialnya aku malah terisak. "Jangan nangis Yas. Maaf udah nyakitin kamu"


Bukannya berenti, tangisku malah makin menjadi.


"Kamu tuh kalau gak suka sama aku bilang aja, jangan main kasar... sakit tau hiks hiks"


"Maaf Yas maaf " dia menarik badanku hingga menghadap kepadanya lalu membawaku kedalam dekapannya untuk pertama kali.


"Udah jangan nangis lagi yah" dia kembali mengusap kepalaku hingga aku terlelap.


🐣🐣


Pagiku cukup menyenangkan. Aku terbangun masih dengan memeluk badan Agarish. Pantas semalam tidurnya enak bangat, wong habis dikelonin sama suami.


Aku memandangi wajah tenang milik Agarish. Ganteng amat masa?, lagi tidur gini aja masih ganteng.


Untuk sesaat aku memandangi wajahnya hingga matanya kian mengerjap.


"Selamat pagi" sapaku dengan senyum mengembang, seolah tidak ada kejadian drama tangis menangis tadi malam.


"Pagi.." balasnya dengan suara serak lalu mengeratkan pelukannya.


Aku menahan napas kala wajahku menempel di ceruk lehernya. Gila sih ini, jantungku rasanya sedang senam pagi ini.


Tiba-tiba Agarish melonggarkan pelukannya. "Kamu kenapa Yas?" Tanya nya sambil menatap wajahku.


"Ke-kenapa emang?" Balasku tergugup karena ditatap sedekat ini.


"Jantung kamu kayaknya gak normal, masa dari tadi kaya habis marathon?" Aku membulatkan mata, ternyata Agarish menyadarinya.


"Gak ada" aku mencoba melepas diri tapi Agarish mala menarikku kembali kedalam dekapannya.


"Kamu jatuh cinta sama aku kan Yas?" Tanya nya sambil terkekeh.


Awalnya aku gak tau harus merespon apa, namun aku mencoba setenang mungkin.


"Yah wajarkan kalau aku jatuh cinta sama suami aku sendiri" aku menatap matanya. Dia terpaku.


"Gak usah tegang gitu" aku merapikan rambutnya yang menutupi dahi. "Aku tau kamu belum bisa balas perasaan aku. Mungkin suatu hari nanti atau mungkin juga tidak ada lain kali" aku tersenyum menatap wajah seriusnya.


"Untuk sekarang biarkan aku dengan perasaan ini, hingga nanti dia berhenti dengan sendirinya kalau udah capek sama kamu" tanganku kini mengelus pipi Agarish, dia memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang aku kasih.


"Aku gak tau apa yang membuat kamu memutuskan tidak suka dengan perempuan lagi, tapi aku harap kamu bisa kembali ke diri kamu yang dulu. Menjadi Agarish yang selalu ramah kesetiap wanita ,yah walaupun aku tidak terlalu suka sama masa lalu kamu yang terkenal pemain perempuan itu"


Iya aku tau semua itu dari Yasmin kala kami bertemu waktu itu. Sudah pernah aku bilang kan kalau Agarish dulunya pernah pacaran dengan wanita?. Bahkan dulu pernah ada desas desus dia menghamili anak orang, hingga wanita itu memutuskan bunuh diri.


Yasmin tidak tau akan kebenaran cerita yang beredar itu, dia tidak berani bertanya kepada Agarish.


Thank you udah baca part ini :)

__ADS_1


Jangan lupa kasih vote atau komen yah


Nur Dyh


__ADS_2