
"Yas bangun udah siang" Agarish menepuk-nepuk pipiku dengan tangannya yang lumayan dingin.
"Tar lagi Ga, masih ngantuk ini" aku tetap masih belum membuka mata.
"Kamu emang gak ke Cafe hari ini" suara Agarish yang tadinya dekat kini menjauh. Aku perlahan membuka mata.
Pemandangan pertama yang aku lihat saat membuka mata adalah badan Agarish yang setengah telanjang. Dia hanya memakai handung untuk meutupi bagiaj bawahnya. Aku menelan ludah melihat punggungg kekar Agarish yang sedang mencari setelan yang akan ia pake hari ini.
"Heh! Aku nanyak ko gak dijawab?" Lamunanku buyar mendengar panggilan Agarish.
"Ehehehe emang tadi nanya apaan Ga" aku menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Mataku terus saja menatap bagian badan Agarish yang sedang ditutup handuk.
"Kamu ngeliatin ini Yas?" Agarish menunjuk handuknya. Aku tentu saja kelagapan sendiri.
"Hihh sembarangan kamu! Gak ada yah!" Jawabku nge gas.
"Ah masa sih" dengan nakalnya Agarish mendekat ketepian ranjang.
"Mau ngapain kamu?" Tunjukku padanya.
"Kan tadi kamu mau liat ini" dia menaik turunkan alisnya.
"Hiii dasar gendeng!" Aku buru-buru bangkit dari tempat tidur lalu berlari kearah pintu.
Namun sebelum keluar, terlintas pertanyaan konyol yang baru saja aku pikirkan.
"Aga!" Agarish menaikkan alisnya seolah bertanya, ada apa?.
"Besar gak?" Agarish makin bingung. "Punya kamu loh maksudnya" untuk sesaat Agarish ternganga mendengar pertanyaan konyolku.
"Sini aja kalau mau lihat, pegang juga boleh" aku langsung lari terbirit-birit kedalam kamarku.
Dasar Aga sialan, padahal kan harusnya dia yang salting bukan gue.
Aku merutuki diri yang terus-terusan menggoda Agarish, dia mah santai wae beda sama aku yang sudah jedag jedug duluan tiap kali hendak mengerjainya.
"Loh kamu ko gak siap-siap Yas?" Tanya Agarish yang baru saja turun dari lantai dua. Mau sarapan.
"Gak kerja" jawabku sambil melanjutkan kegiatan mencabut bulu ketek.
"Tumbenan gak kerja, biasanya kamu paling semangat kalau urusan cafe" tuturnya.
Iya bener sih, biasanya aku selalu antusias untuk berangkat kerja, tapi kali ini aku lagi malas. Badan aku lagi enak, maklum lagi PMS.
"Lagi gak pengen aja" aku bangkit dari dudukku lalu mengikuti Agarish ke meja makan.
Ketika tanganku hendak mengambilkan nasi untuknya, tanganku malah dia tampar. Setan emang.
"Apa-apaan sih kamu? Aku kan cuman mau ngambilin kamu nasi!"
"Kamu itu belum cuci tangan, habis megang apa kamu tadi?" Pelototnya padaku.
"Habis megang ketek hehehe" para pelayan terkekeh geli mendengar jawabanku.
"Sana cuci tangan dulu!" Usirnya padaku. Mau tak mau aku nurut aja walau bibir udah maju beberapa centi.
"Udah" jawabku setelah kembali dari wastafel untuk cuci tangan.
"Lagian kamu tuh ko jorok bangat sih, udah jam segini tapi belum mandi" cibir Agarish.
"Aku lagi malas Aga" ucapku lemas.
Aku gak ikut sarapan, cuman memandangi Agarish saja. Mood lagi gak bagus jadi selera makan pun gak ada.
"Gak sarapan?" Aku geleng kepala. "Kenapa?"
__ADS_1
Demi sempaknya sponsbob pengen bangat aku jejeli mulut Agarish sama sambal biar mulutnya bisa diam.
"Lagi gak pengen makan Aga...." jawabku sebal.
"Oww" aku yang kesal sama jawaban singkatnya melayangkan tisu yang sudah aku pilin tepat diwajah tampannya itu.
"Yasmin!" Teriaknya.
"Agarish!" Jawabku tak kalah nyolot.
Dia menatap tajam kearahku, aku juga tak mau kalah malah menatap tajam dirinya.
Agarish menghembuskan napas kasar dan akhirnya ia memilih untuk mengalah. "Aku mau berangkat kerja" dia berdiri lalu meninggalkan ruang makan.
"Nyonya Yasmin hebat yah sekarang. Udah mau ngelawan tuan Agarish. Harusnya sedari dulu aja non" heboh kepala pelayan. Aku hanya tersenyum menanggapi.
🐣🐣
Siang ini aku berniat mengantar makan siang pada Agarish, bermodalkan diantar supir. Karena aku belum tau letak kantor milik Agarish.
Anda
Aga, aku ada dibawah ini bawain kamu makan siang.
Aku mengirim pesan pada Agarish kala aku sudah sampai di loby. Tak berapa lama Agarish akhirnya balas.
^^^Agar Agar 🐍^^^
^^^Loh kok kamu kesini?^^^
^^^Yasudh aku suruh agar Bram jemput kamu ke bawah.^^^
Anda
Kalau kamu ke ganggu gak usah deh, aku pulang aja 😒😔
^^^Agar Agar 🐍^^^
Aku tersenyum miring mendapat lampu hijau dari Agarish. Selang sepuluh menit kemudian Bram datang menjemput.
"Ayo nyonya saya antar ke tempat tuan" pintanya sok ramah.
Aku tak menjawab, hanya mengekor dibelakangnya. Aku memperhatikan penampilan Bram ketika menuju lift.
"Kamu masih berhubungan dengan suami saya?" Tanyaku to the point ketika kami sudah berada didalam lift.
Dia diam saja tidak mau menjawab.
"Aku sudah membicarakan ini dengan Agarish" dia menatap aku sebentar lalu kembali menundukkan kepalanya. "Dia sudah berjanji kepada saya akan segera meninggalkan kamu"
Bram melotot padaku. "Apa? Gak terima kamu?. Harusnya saya yang keberatan sama hubungan kalian bukan kamu"
"Tapi nyonya kami saling mencintai"
Anjing jijik bangat gue dengernya.
"Ahahaha saling mencintai heh!. Sadar gak sih kalau kamu itu salah?" Aku menatap geram Bram yang hidungnya sekarang kembang kempis, menahan emosi mungkin.
"Bagi saya itu tidak salah non. Namanya hati tidak bisa menentukan suka sama siapa" aku menganga mendengar penuturannya.
Aku baru saja hendak memprotes tapi keburu pintu lift terbuka. Mau tak mau aku harus menutup mulut dan ikut mengekor dibelakangnya.
"Silahkan masuk non, tuan sudah menunggu" aku langsung masuk kedalam ruangan Agarish tanpa mengucapkan terima kasih pada Bram.
"Selamat siang tuan suami" sapaku dengan senyum mengembang. Aku menutupi kejadian barusan.
__ADS_1
"Oh udah datang" Agarish turun dari kursinya lalu ikut duduk di sofa tempatku.
"Nih makan dulu" aku membukakan rantang yang aku bawakan tadi.
"Harusnya kamu gak usah repot-repot kesini Yas"
"Gak suka kamu kalau aku kesini?" Aku menatap tajam Agarish, membuat ia tersedak makanannya sendiri.
"Bukan begitu, aku cuma gak mau kamu kerepotan"
"Aku biasa aja tuh gak repot sama sekali" ucapku santai.
Setelahnya kami sama-sama terdiam, Agarish sibuk memakan nasi yang aku bawa, sedangkan aku sibuk memikirkan rencana agar bisa menyingkirkan si Bram.
Apalagi setelah melihat wajah songongnya barusan. Hiiihh pengen tak pites aja kepalanya biar penyok.
"Kamu udah makan Yas?"
"Eh? Ah udah tadi sebelum kemari, kamu habiskan aja makananya" jawabku tersenyum.
Kami kembali diam setelahnya. Entahlah, aku mendadak kehabisan topik.
"Tumben diem aja Yas, biasanya banyak cerita kamu" aku menoleh kesamping.
"Iya nih lagi mau nyoba jadi kalem kaya dulu" ucapku sembarangan.
"Kenapa begitu?" Dia mengerutkan dahi.
"Aku lagi ada niatan PDKT sama cowok" ujarku menaik turunkan alis.
Entahlah, aku juga bingung kenapa bicara seperti itu.
"Dia tuh suka sama cewek yang kalem gitu, terus katanya juga aku itu tambah cantik kalau gak pecicilan" jawabku lagi dengan senyum mengembang.
Bagus Tania, lanjutkan biar si Agarish sadar kalau masih ada laki-laki lain yang mau ama kamu.
"Aku udah selesai!" jawabnya sambil meletakkan rantang.
"Loh kan belum abis Ga" masih ada setengahnya lagi makanan didalam rantang.
"Udah kenyang" jawabnya datar.
Bah kenapa pulak manusia satu ini?. Apa jangan-jangan cembukur yah?
Aku bersorak didalam hati. Kayaknya mulai ada kemajuan nih.
"Sayang tau Ga kalau gak dihabisin" aku mengambil alih rantang yang Agarish letakkan lalu memakannya. "Aku udah capek-capek ngantarin kamu makan siang, padahal sedari pagi perut aku lagi gak enak" ucapku pura-pura sedih.
Tapi ada benarnya juga loh. Sedari pagi kan perutku lagi sakit gegara PMS.
"Udah Yas jangan dimakan lagi, itu nasi bekas aku" ucapnya merasa bersalah.
"Daripada sayang Ga"
"Udah siniin aja!" Agarish merampas rantang tersebut dari tanganku lalu memakannya kembali.
Aku tersenyum miring. Kuedarkan pandangan keluar ruangan, dan benar saja si Bram melihat semua kejadian barusan. Pembatas ruangan Agarish memang hanya kaca, jadi semua aktivitas didalam ruangan ini bisa dilihat dari luar.
Mampus lo Bram.
Tania kau lawan, ya gak bakalan menang lah.
Aku mengedipkan mata kala Bram menangkap basah aku yang sedang memandanginya. Bisa aku lihat tangannya terkepal dibawah meja.
Thank you udah baca part ini
__ADS_1
Jangan lupa vote atau komen yah
Nur Dyh