
clara menangis dalam diam diruang inapnya sesekali ia menghapus air matanya yang tak mau berhenti mengalir
tok...tok.....tok
seorang suster masuk sambil membawa troli makanan " waktunya sarapan nona, supaya lekas sembuk " ucap suster itu sambil memberi clara senampan makanan
" terimakasih suster, kapan saya diperbolehkan pulang "
" setelah sarapan dokter akan kembali memeriksa keadaan anda, lalu anda sudah diperbolehkan pulang "
" baiklah terimakasih "
clara hanya melihat sambil mengaduk-aduk makanannya. pandangannya kosong entah apa yang ada didalam fikiranya
" apa kau hanya akan mengaduk-aduk nya? "
" eh, saya tidak berselera makan dok"
" baiklah, saya priksa dulu yaa "
" silahkan dok" ucap clara sambil melihat apa yang dilakukan dokter pada luka di siku dan dengkul nya
" lukanya sudah kering, anda boleh pulang tapi jangan sampai terkena air dulu sampai beneran kering juga jangan lupa olesi salepnya" jelas dokter
" baik saya mengerti, apa sekarang sudah boleh pulang? "
" iya tapi saya lepas dulu infus nya "
" eh iya silahkan dok " sambil menjulurkan tangannya
" sebentar tidak sakit ko " beberapa menit kemudian " sudah, silahkan anda ambil obanya di apotik RS semua biaya sudah ditanggung oleh orang yang menabrak anda "
" iya terimakasih banyak dok"
" sama-sama saya keluar dulu"
clara hanya mengangguk dan pergi ke toilet mengganti bajunya untuk pulang
setelah itu clara bergegas ke apotek RS untuk menebus obat dan pulang menggunakan taksi, ia tak mau merepotkan vino lagi
clara hanya mengucapkan minta maaf lewat pesan ke vino. 30 menit perjalanan akhirnya sampai dirumahnya baru saja masuk kedalam rumah clara sudah mendapatkan pertanyaan dari ibunya
" habis dari mana aja kamu semalem ga pulang hah? " bentak ibunya
" maaf bu kemarin clara tak sengaja ketabrak mobil dan dilarikan ke RS semalan clara ngi ep disana " ucap ckara sambil menunduk
" lain kali hati-hati untung gak mati kamu" deg hati clara bagai tusuk ribuan anak panah
" sudah jangan menangis kamu, sana pergi ke kamar persiapkan dirimu untuk nanti malam "
" iya bu " sambil melangkah sedikit pincang karna luka di dengkulnya
__ADS_1
dalam kamar clara menguatkan hatinya untuk selalu tegar dalam menghadapi ibunya dan perjodohan yang akan dijalaninya dihari mendatang
" semoga ini yang terbaik untuk semua " lirihnya
clara tertidur dalam tangisnya, terlalu banyak beban yang ia pikul dan penderitaan yang tak ada habisnya
hari sudah sore ibu dan ayahnya telah menyiapkan segala hal untuk menyambut tamunya nanti malam
suara ketukan pintu membangunkan Clara yang baru beberapa jam tidur
" claraa cepat bangun udah sore! "
" iya bu Clara udah bangun habis ini langsung mandi "
" ini pakai untuk nanti malam dan berdandan lah sedikit " ucapnya sambil menyodorkan sebuah dress putih untuk clara
" iyaa bu " setelah itu ibunya langsung berlalu keluar dari kamar Clara
huuffft " semua buat ayah dan ibu dan semoga ini jalan yang terbaik " ucap clara sambil memandang dress yang diberi ibunya tadi
setelah bersiap-siap clara hanya menatap dirinya didepan cermin entak memikirkan apa namun clara mencoba ikhlas untuk menerima perjodohan itu
pemm.....pemm
terdengar suara klakson mobil dari luar mungkin tamu yang ditunggu sudah datang Suherman dan pamela langsung keluar rumah untuk menyambutnya
" malam pak herman bu pamela " sapa laki-laki yang sudah berumur itu sambil tersenyum
diruang tamu sudah tersedia teh dan kue untuk teman ngobrol mereka
" mari diminum " ajak suherman/herman
" iyaa terimakasih "
dalam hati pamela bahagia menatap tamunya yang sudah tua namun ingin menikahi clara " ****** kamu anak pungut kau akan menikah sama orang yang sepantaran ayahmu haha" pikirnya dalam hati
" apa anda datang sendiri? " tanya pamela
" oh maaf lupa, sebentar lagi ank sama istri saya akan datang tadi saya dari kantor langsung kemari " jelasnya
*loh bukanya dia yang mau nikahin Clara? * ucap pamela dalam hati
" ohh gitu yaa " ucap pamela sambil senyum yang sedikit terpaksa
terdengar suara mobil dan disusul langkah kaki dari pintu depan
" nah datang juga " ucap pak ridho
" maaf kami terlambat " ucap wanita sebaya dengan pamela tampak cantik dan elegan
" iyaa silahkan duduk " ucap herman
__ADS_1
" ini istri saya suci dan di sampingnya putra kami Angga" ucap ridho
" halo om tante " ucap angga sedikit menyunggingkan bibirnya
" hay nak Angga wah kau sangat tampan " ucap pamela
" terimakasih "
" pamela tolong panggilkan clara semua sudah menunggunya " uucap herman
" iya " ucap pamela sambil melirik ke suaminya. berjalan menuju kamar Clara pamela sungguh jengkel ke herman *mengapa tidak dijodohkan dengan putrinya sendiri kalau pihak laki-lakinya ganteng dan kaya* gerutunya
ceklekk
" ayo keluar semua sudah menunggu " ketusnya
" baiklah "
clara berjalan dibelakang Pamela sedari tadi clara menenangkan diriny untuk tidak menangis didepan mereka terutama ayahnya
huffttt beberapa kali clara menghela nafas panjang
" raa sini nak duduk samping ayah dan perkenalkan dirimu "
Clara hanya mengangguk dan tersenyum ke herman
"halo om tante saya clara isabela panggil saja clara " ucap clara sambil tersenyum manis
" wah ayah calom mantu sungguh cantik " ucap bunda suci
" iya bun ayah ga salah pilih kan, angga lihatlah calon istri mu nak " sambil menepuk bahu anaknya yang sibuk dengan ponselnya
deg
•
•
•
•
•
haha penasaran selanjutnya tunghu di bab selanjutnya yaa
jangan lupa like sama komen
biar semangat author nulisnya
__ADS_1