
matahari sudah mulai menampakkan dirinya
clara beberapa kali mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk melalui jendela ruangannya
mengedarkan pandanganya menatap angga yang tertidur dengan posisi duduk dan menggenggam tangan clara
clara hanya diam membisu sedikit bergerak saymja mungkin akan membangunkan angga yang tampak lelap dalam tidurnya, rasa nyeri dikepalanya masih terasa membuat clara meringis
" aww sshhhh, kenapa efeknya sesakit ini " lirihnya sambil memegangi kepalanya yang terbalut kasa perban
" ehh udah bangun, apa ada yang sakit ?" tanya angga yang terbangun mendengar ringihan clara
" maaf telah mengganggu tidurmu " ucap clara
" hmm, apa ada yang kau butuhkan? " ucapnya datar
" em visa bantu aku kekamar mandi? " ucap clara
" ayoo " ucaapnya sambil mengulurkan tanganya
angga menuntun clara dengan hati-hati. jika sesuatu terjadi dengan clara sudah pasti bundanya akan menyalakan nya. sampai didepan pitu kamar mandi angga membiarkan masuk sendiri " aku menunggumu disini, berhati-hati lah "
" maaf merepotkan mu " ucap clara lalu masuk kekamar mandi dan menutup pintunya
" dia sudah cukup baik mau membantuku " gumamnya dalam kamar mandi
setelah menutaskan hajatnya dan membasuk mukanya Clara bergegas keluar, karna takut angga menunggunya terlalu lama
" sudah? " tanya angha saat melihat clara yang sudah membuka pintunya
" iya sudah " ucap clara
" ayo kembalilah duduk di badmu aku akan membeli sarapan dulu " ucap angga yang sudah membatu clara duduk di bad hospital nya
__ADS_1
" aku nanti pasti dapat makanan dari sini, jika mau beli sarapan beli untukmu saja " ucap clara
" yasudah kalau tidak mau, aku juga tidak lapar kalau begitu aku langsung kekantor mungkin sebentar lagi bunda akan datang menjenguk mu " ucapnya lalu pergi keluar dari ruangan clara
clara hanya diam dalam keheningan. pikiranya berkeliaran kemana-mana salah satunya memikirkan ke-dua orang tua angkatnya yang tak menampakkan batang hidungnya sejak kemarin
" apa mereka tak sedikitpun ingin melihat keadaan ku " lirihnya menahan tangisnya
" apa aku masih memiliki keluarga di dunia ini? "
ceklek suara pintu terbuka menampakkan suci yang tersenyum kearahnya
" pagi nak, gimana keadaan mu? " tanyanya
" sudah lebih baik bun " ucapnya sambil menyeka sisa airmata di pipinya
" apa yang membuatmu sedih nak? " tanya bunda
" bunda panggilkan dokter yaa nak " ucap bunda khawatir
" tak usah bun, nanti ada jamnya untuk di priksa kok. bunda kesini sama siapa? " tanya Clara
" sama supir, oh iya nih bunda masakin bubur ayam buat kamu clara mau? " ucap bunda
" maafkan clara sesalu membuat bunda repot " ucap clara
" engga ko nak bunda ga kerepotan, justru kamu harus semangat biar cepet sembuh 3 hari lagi kamu mau menikah sama angga. masa iya pengantinnya sakit " ucap bunda
" sudah kurang 3 hari saja, cepet banget ya bun " ucapnya
" iyaa nak undangan juga udah disebar, dan persiapan juga hampis selesai " ucap bunda antusias
" apa bunda tidak malu memiliki mantu sepertiku? " ucap clara
__ADS_1
" mengapa bunda malu memiliki mantu baik dan cantik sepeti mu, angga sangat beruntung mendapatkanmu nak " ucap clara
" terimakasih bunda mau menganggap clara sebagai anak bunda " ucap clara sambil memeluk wanita parubaya itu
" iya sudah sedih-sedih nya sekarang makan yang banyak biar cepet sebuh yaa " bujuknya
" hemm makasih bun " ucap clara mengangguk kan kelalanya dan tersenyum manis ke bunda
seharian bunda mendapingi clara di RS dwngan bercanda dan bercerita tentang masa kecil clara. sebenernya clara ingin menceritakan bahwa ia bukan anak kandung dari keluarganya namun ia menunggu waktu yang pas untuk itu
dokter mengatakan clara besok sudah boleh pulang dan jangan terlalu banyak berkatifitas yang bisa membuatnya kelelahan
.
.
.
.
.
.
.
.
maaf yaa reader's cuma bisa nulis segini dulu besok lanjut lagi oke
selamat haru sumpa pemudaa😀
jangan lupa like komen dan vote nya 😊🙏
__ADS_1