SELALU TERSAKITI

SELALU TERSAKITI
bab 29


__ADS_3

ke esok harinya infus dan perban di kepalanya sudah bisa dilepas hanya digantikan hansaplas untuk menutupi bekas luka yang sudah mulai mengering


setelah makan siang clara sudah dibolehkan untuk pulang. pamela dan herman yang baru mendapat kabar dari besanya bahwa clara dirawat di RS


sebenarnya waktu itu panela sudah dihubungi oleh vino bahwa Clara masuk rumah sakit tapi ia biarkan malas untuk membayar biaya perawatan clara.


" ya ampun nak kenapa sampai kamu dirawat disini, kenapa gak menghubungi ayah? " tanya herman


" clara cuma kejedot tembok sedikit kok yah ga papa sekarang kan usah sembuh " ucapnya sambil tersenyum sedangkan pamela risih melihat clara


" kenapa kamu tak hati-hati nak, ayok sekarang kita pulang dan istirahat besok kamu kan mau menikah sayang " ucap herman


" iya yah tunggu di periksa dokter sekali lagi " ucap clara


" maaf mengganggu tuan, nyonya. ijinkan saya memeriksa pasien terlebih dahulu " ucap dokter


" silahkan dok " ucap bunda suci yang sudah datang sejak tadi pagi


" silahkan berbaring dulu nona " ucap dokter


" iya dok " clara merebahkan tubuhnya, membiarkan dokter memeriksa kesehatan tubuhnya


" bagaimana keadaan anak saya dok? " tanya herman


" gagar otak yang dialami nona clara tidak terlalu para sehingga waktu pemulihanya singkat. namun jangan biarkan nona berfikir terlalu berat dan banya berkatifitas dulu. beri istirahat yang cukup dan selalu meminum obatnya tepat waktu" jelas dokter


" gagar otak dok?" tanya herman memastikan bahwa yang ia dengar barusan tidak salah


" iya tuan akibat kepalanya terbentur terlalu keras, kalau begitu saya permisi dulu selamat siang dan semoga lekas sembuh " ucap dokter


" terimakasih dok " ucap clara dan dijawab senyuman oleh dokter itu


" cerita sama ayah sebenarnya apa yang terjadi sampai kamu terluka serius seperti ini? " tanya herman

__ADS_1


clara hanya diam melirih ke ibunya yang sedari tadi sudah kawatir jika clara akan mengadukan pada suaminya


" clara hanya tak sengaja kejedot tembok yah " alibi clara dan pamela bernafas lega


" lain kali berhati-hati lah nak jangan lukai dirimu sendiri " ucap panela besikap perhatian ke clara


" aku bisa menjaga diriku sendiri jika tak ada yang melukaiku " ucap clara sambil tersenyum ke pamela


" sudahlah ayo kita pulang agar kamu bisa istirahat yang cukup nak, bu suci kami pamit dulu " ucap herman


" baiklah tolong jaga menantuku dengan baik jika terjadi sesuatu terhadapnya kaliah yang harus bertanggung jawab " ucap suci yang tak suka melihat kehadiran Pamela


" bunda pulang dulu ya nak baik-baik disana besok kamu sudah tinggal dirumah bunda " ucap suci lembut sambil mencium pipi clara


" iya bunda hati-hati dijalan " ucap clara


" ayo nak, sini ayah papah " ucap herman perhatian " bu tulung bawakan tas clara "


" terima kasih yah " ucap clara


" sudah lah jangan terlalu dipikirkan " mereka berjalan beriringan sampai mobil clara sendiri di jok belakan ibu dan ayahnya berada didepan


sesampainya dirumah clara langsung di antar ayahnya masuk kedalam kamar agar ckara langsung bisa beristirahat


" ayah tinggal dulu ya nak, kalau mau apa-apa bilang sama ayah " ucap herman sambil mengelus kepala clara lembut


" terimakasih sudah mau membesarkan dan menyayangi clara sampai sekarang yah " tangisnya pecah sambil memeluk herman


" nak kamu itu anak ayah bukan orang lain jadi jangan berfikir kalau ayah hanya orang yang memungut dan membesarkan mu " ucap herman dan meneteskan ari mata


" besok kamu sudah mejadi seorang istri, jadi kamu harus hormati suamimu seperti kamu menghormati ayahmu jangan sampai kamu membangkang kepadanya karna surga istri ada di telapak kaki suami ingat pesan ayah nak " ucap herman


" terimakasih sudah menjasi ayah yang terbaik buat clara, clara akan selalu mengingat pesan ayah " ucapnya sambil terisak

__ADS_1


" sudah jangan nangis tesus dong hilang nanti cantiknya, sekarang istirahat biar besok kamu bisa kuat berdiri dipelaminan dengan pengantin mu " ucap herman


" iya yah, clara istirahat " ucap clara sambil merebahkan tubuhnya


" ayah keluar duku nak selamat istirahat " ucap herman lalu keluar dari kamar Clara


setwlah melihat ayahnya sudah keluar clara hanya melamun menatap langit-langit kamarnya


" semoga jalan yang kupilih jalan yang terbaik untuk ku dimasa depan " ucapnya lalu memejampakn matanya


.


.


.


.


.


.


.


.


segini dulu ya guys


jangan lupa like, komen dan votenya


biar tambah semangat author nulisnya hehe


😉😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2