SELALU TERSAKITI

SELALU TERSAKITI
bab 68


__ADS_3

clara dan mira langsung menuju ke perusahaannya, sesampainya disana mereka berdua sudah disambut beberapa pekerja yang masih ada disana dan sudah ada tuan WU dan asisten nya juga


" maaf saya terlambat tuan " ucap clara


" tidak, saya yang datang lebih awal, ayo masuk " ucap Andi WU


merekapun masuk kedalam ruangan, sudah ada beberapa pengusaha dari Tiongkok yang ingin memebeli saham di perusahaan clara karena sudah di promosikan oleh papanya dan tuan WU


rapat berjalan dwngan lancar Clara dan Andi sepakat membuka perusahaan nya mulai minggu depan dan lowongan pekerjaan dibuka online yang langsung ditangani oleh asisten Andi


clara sendiri pemegang saham terbesar dan Andi lebih kecil darinya " terimakasih buat semuanya tuan " ucap clara sambil sedikit membungkukkan badannya


" semoga kerjasama kita berjalan lancar " ucap Andi


" amin, saya permisi dulu sampai ketemu minghu depan tuan " ucap clara


"yes until the next " jawabnya sambil tersenyum


clara dan mirapun langsung pergi menuju mobilnya dan pergi dari perusahaan nya


" ke mall yuk ra " ucap mira


" mau beli apa? "


" ya beli yang ga ada di Shanghai, atau beli baju buat refan " usulnya


" emmm........


boleh deh, kita cari baju buat anakku yang tampan itu " ucapnya sambil tersenyum


" so let's go " ucap mira langsung membelokkan kemudinya ke arah mall yang mereka tuju


" wahh rame bener "


" ayoo keburu sore " ucap clara langsung mengajak mira masuk


mereka berkeliling menuju baby shop tujuan mereka tadi


" selamat datang nona " ucap pelayang


clara dan mira hanya mengangguk sambil tersenyum padanya


clara langsung sibuk memilih pakaian untuk refan sedangkan mira melihat topi dan sepatu baby boy


" raa lucu kan " ucap mira sambil memperlihatkan ke Clara




" bagus, punya ku juga ga kalah bagus dari mu "





" lucu-lucu kan, sini aku bayar dulu " lanjut clara


" kamu bayar pilihanmu aja, yang ini biar aku uang beli buat ponakan tampanku " ucap mira


" makasih sudah sayang sama refan ya mir " ucap clara sambil memberikan barang pilihanya pada kasir begitu juga dengan mira


" yaa sayang lah, aku sudah anggap dia anka aku juga " ucap mira " kemana lagi raa? " tanyanya setelah menyelesaikan pembayaran nya


" ke toko jam yuk, aku mau beliin ayah jam " ucap clara


" ayah? " beo mira


" iya ayah herman, besok kan kita ga kemana-mana rencananya aku mau kerumah lama " ucap clara


" oooh, baiklah ayoo " ucap mira


mereka langsung menuju konter jam tangan mahal yang ada disana setelah memberli beberapa barang clara dan mira langsung pulang karena hari sudah mulai petang


sesampainya dirumah setelah makan malam clara langsung tidur dikamarnya


*


*


seperti rencana kemarin clara dan mira sudah di perjalanan menuju rumah herman tempat dulu ia tumbuh dewasa. dengan membawa hadiah untuk ayah ibu dan adiknya clara dan mira langsung mengetuk pintu itu

__ADS_1


tok....tok...tok


tak ada sautan dari dalam sana


" apa mereka sedang kekuar ya mir " ucap Clara


" mungkin iya, lihat saja sepi banget " ucap mira


sedang asik mengobrol pintu tiba-tiba terbuka dan munculnya herman dengan wajah pucat dan batuk-batuk


" ayah " ucap clara terkejut melihat keadaan herman


" nak, ini bener anak ayah " ucap herman lalu memeluk clara " kemana saja kamu nak? "


" ara ga kemana-mana ko, ayah sakit? " ucap Clara


" hanya kelelahan saja, ayo masuk nak "


herman mengajak mereka masuk dan duduk di ruang tamu


" yah dimana ibu dan cella, sepi banget rumah? " ucap clara


" mereka lagi di restoran, gantiin ayah " ucap herman


" oh iya, apa ayah buka jasa catering? " ucap clara


" ada, kenapa raa? " ucap herman


" aku mau pesen yah buat acara perusahaan minggu depan bisa? " ucap clara sedang mira hanya diam mendengarkan nya


" bisa nak, perusahaan mana tempat mu kerja? " ucap herman


"om itu perusahanya milik ca....... " belum selesai mira bicara mulutnya langsung dibekap sama clara


" itu perusahaan baru milik tuan muda sadipta yah, iya kan mir " ucap clara sambil menoleh ke mira


" oh iya itu maksut saya om " ucap mira


" sepertinya perusahaan orang asing " ucap herman


" iya dia orang Indonesia, tapi tinggalnya di Shanghai om " ucap mira yang sudah tau maksud clara


" ohh baiklah mau pesan berapa kotak? " ucap herman


" emm..... 100 kotak saja yah " ucap clara


didepan terdengar suara mobil yang baru saja datang dan masuklah cella dan pamela dengan wajah letihnya


" ada tamu siapa maa, mbilnya bagis banget "


" mana mama tau " ucap pamela sambil berjalan kedalam rumah " assalamualaikum "


" waalaikumsalam " jawab ketiga nya


" ibu, bagaimana kabarnya " ucap clara sambil menyalaminya


" kak clara " kaget cella


" hay cell, gimana kabarnya? " ucap clara sambil tersenyum


" kami baik " ucap keduanya


clara yang ingat barang bawaannya langsung mengambilnya dan memberikanya lada ibu dan adinya " ini ada hadiah kecil dari clara untuk ibu dan cella "


" terimakasih " ucap pamela


cella yang mendapat itu senang dan langsung membukanya


mira yang melihat hanya memutar matanya malas, ia sangat tidak suka dengan kedua orang itu


" wahh liontin ini harganya mahal banget, makasih kak aku suka " ucap cella kegirangan " eh tapi ngomong-ngomong dari mana kakak dapet uang untuk beli ginian "


" kakak kerja di perusahaan " ucap clara


" makasih hadianya, maaf kan salah ibu selama ini yaa " ucap pamela


" ibu tak perlu minta maaf, clara justru harus berterimakasih sudah mau merawatku dulu " ucap clara


" eh, mau makan apa biar ibu siapkan " ucap pamela


" tak perlu clara harus pulang, ayah ini ada sedikit buat ayah berobat yaa " ucap clara memberikan segepok amplop


" apa ini nak? " ucap herman

__ADS_1


" terima ya yah ara mohon " ucap clara


" baiklah terimakasih, nak semoga kamu diberi rezeki yang banyak, sehat dan bahagia selalu "


" aminn, kalau gitu ara pamit yaa jaga kesehatan ayah " ucap clara, dan mira langsung pergi keluar diantar oleh ketiganya


mira dan clara langsung naik kedalam mobil,


clara membuka sedikit kaca mobilnya sambil melambaikan tangannya


" kak clara sepertinya tambah kaya " ucap cella


" oh iya, clara pesen catering 100 kotang minggu depan kita akan mengantarkannya ke perusahaannya " ucap herman


" clara punya perusahaan sendiri? " ucap pamela


" bukan dia dipercaya oleh tuanya, perusahaan asing baru namanya kalau ga salah tuan Sadipta " jelasnya


" pintar sekali dia sampai menjadi orang kepercayaan tuan besar " ucap pamela


setelah pulang dari rumah herman, clara langsung merebahkan tubuhnya sambil mecoba menghubungi mamanya lewat video call karena sangat rindu dengan putra tampannya


" halo nak gimana kabar kamu? " ucap melinda


" clara ga baik-baik saja ma "


" kenapa ada masalah disana, biar mama suruh kevin kesana " ucapnya panik


" masalahnya aku merindukan putraku " ucap clara dengan mimik wajah sedihnya


" dasar kamu mengagetkan mama saja, refan lagi sama kevin di taman belakang bentar mama jalan kesana "


" memangnya kevin tidak pergi bekerja ma? "


" *tidak, mungkin pekerjaan sudah selesai "


" kevin sini, kakak mu kangen Refan " teriak


melinda


" iya bentar " ucap kevin*


" heyy cepat aku merindukan putraku " terikat clara


" makanya cepat pulang " ucap kevin sambil menjulukan lidanya di depan layar ponsel mamanya


" lalu pekerjaanku disini gimana huh " kesal clara " perlihatkan wajah putraku "


melinda langsung menghadapkan kamera ponselnya ke wajah refan yang sedang tersenyum di goda kevin


" boy mamimu yang galak telfon tu, lihat wajahnya sangat jelek haha" ucap kevin


sedangkan refan yang tak mengerti ikut tersenyum melihat kevin


" lihat kak, dia senang aku bilang mamanya jelek " goda kevin sambil tertawa begitu juga dengan melinda


" ma jauhkan pengaruh buruk dari Refan " kesal clara " siapa bilang aku jelek, yakan nak mami cantik kan " ucap clara


refan langsung nangis disana setelah mendengarkan ucapan clara " sayang, kenapa mangis "


" yaa.... refan ga setuju kalau kakak dibilang cantik, cup cup ponakan om yang ganteng ga boleh nangis " bujuk kevin


" mami , kangen nak masa di telpon nangis " ucap clara


" raa mama nenangin Refan dulu yaa, kamu ngobrol sama kevin dulu " ucapnya lalu beralih mengendong Refan dari kevin


" ya sudah teleponnya dimatiin aja maa, disana sudah sore anaknya mami jangan rewel yaa, good afternoon semua " ucap clara lalu menantikan panggilan video call nya


.


.


.


.


.


.


segini dulu yaa


kalau jelek mon maaf

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan votenya


see you 😘😘😘😘


__ADS_2