SELALU TERSAKITI

SELALU TERSAKITI
bab 76


__ADS_3

keesokan harinya Clara langsung pergi kerumah Angga dengan mira yang selalu menemaninya


" kamu yakin mau kesana raa? "


" iya, aku sudah banyak salah ke mereka aku mau minta maaf " ucap clara sambil menatap jalanan


" yasudah kalau itu maumu " ucap mira


sesampainya di rumah keluarga Saputra, clara menatap lekat rumah yang pernah ia tinggali dulu dengan ayah dan bunda yang selalu menyayangi nya.


sedah beberapa kali Clara mengetuk pintunya namun tak ada jawaban.


" gimana raa? " ucap mira


" tunggu sebentar lagi yaa " ucap clara


" baiklah lima menit, kalau ga ada orang yang buka kita pulang. kamu baru sembuh raa " ucap mira


" iyaa bentar aja kok " ucap clara masih dengan mengetok pintu rumah dan juga memencet bel-nya


" cari siapa neng? " ucap orang


" saya cari mas Angga apa ada bu? " ucap clara


" mungkin pak ridho sekeluarga sedang di rumah yang satunya untuk menemani putranya " ucapnya


" apa ibu tau dimana alamatnya? " ucap clara


" saya tidak tau neng, kalau mau yitip pesan nanti saya sampaikan " ucapnya


clara menoleh ke Mira dan diangguki olehnya


" sebentar bu "


clara pergi ke mobil mengambil foto dirinya dan Refan yang selalu dibawanya kemanapun


sambil menulis surat permintaan maafnya dibalik foto itu lalu memasukkan nya dalam amplop


" ini tolong berikan padanya " ucap clara sambil menyodorkan amplop coklat itu


" iya neng, nanti saya sampaikan ngomong-ngomong dari neng siapa? "


" bilang saja dari clara, kalau begitu saya pamit dulu terima kasih " ucap Clara sambil tersenyum


" iya hati-hati neng " ucapnya ramah


*


Angga masih belum siuman karena dokter menyuntikkan obat tidur untuk memulihkan kondisinya, juga terkena penyakit mag

__ADS_1


" yah kemarin angga bilang kalau dia sudah bertemu dengan Clara " ucap suci


" diama sekarang dia bun, biar ayah yang menyusulnya kemari " ucap ridho


" tapi clara juga mau meninggalkan Angga lagi yah " ucap suci sambil menatap angga iba


" apa Angga mengatakan diamana clara sekarang? " ucap ridho dan dijawap gelwngan oleh suci


*


sepulang dari rumah Angga, Clara hanya melamun dengan air mata yang tanpa ia sadari mengalir dari pelupuk matanya


Mira yang melihat itu kasian dengan jalan takdir yang selalu mempermainkan sahabatnya.


" raa makan dulu yok " bujuk mira


" aku ga nafsu mir "


" dikit aja yaa, aku udah masakin spesial buat kamu " ucap mira sambil menyuapkan makanan ke Clara


melihat mira yang begitu sabar menemaninya clara memilih melahap suapan mira meski lidahnya terasa hambar


" yeyy, gitu dong pokonya sampai habis " ucap mira sambil terus menyuapi clara


" udah mir, aku sudah kenyang " ucap clara


" baru makan separu masa udah kenyang" ucap mira


" baiklah aku ikut saja "


headphone clara berbunyi dengan cepat ia langsung mengangkatnya melihat nama kevin disana


" halo "


" kak, cepatlah pulang semalam Refan ga mau tidur nangis terus "


" astaga Refan, baiklah aku akan pulang dan melihat jadwal penerbangannya dulu " ucap clara


" sudah aku pesankan dua jam lagi pesawat take off, itu yang paling cepat dan besok kakak sudah sampai disini " ucap kevin


" aku belum beres-beres vin "


" bawalah seperlunya, kasian Refan kak aku tak tega melihatnya " ucap kevin


" aaaa..... iya baiklah aku bersiap terlebih dulu, sampaikan maafku pada mama " ucap clara lalu mematikan telepon


" ada apa raa? " mira


" mir bantu aku beresin barang-barang penting ku, aku akan pulang Refan nagis terus disana dan dua jam lagi aku take off " ucap clara langsung pergi ke kamar mandi Menganti pakaiannya

__ADS_1


mira dengan cekatan menyiapkan koper clara


dan memasukkan file penting juga beberapa lembar baju


" udah mir? "


" udah siap raa " mira


" baiklah, ayo antar aku ke bandara pekerjaan yang ada disini aku percayakan padamu " ucap clara sambil berjalan ke mobil


diperjalanan menuju bandara Clara hanya diam, berat jalan hidup yang dialaminya. baru saja bertemu dengan angga setelah berpisah dengan angga berbulan-bulan lamanya, tapi sekarang ia harus berjauhan dengannya lagi


" dimana kamu mas, mengapa dirumah tidak ada dan telpon ku pun juga tidak di angkat " pikir clara


" raa, kita udah sampai ayo turun. bentar lagi pesawat kamu berangkat " ucap mira saat melihat jam sudah kurang 40 menit karena jarak dari rumah sangat jauh


" hahh iyaa, ayo " kagetnya


mira dan clara berlari menuju tempat pemberangkatan karena waktu mereka sudah mepet


" aku percayakan perusahaan padamu, jaga diri baik-baik mir " ucap clara


" iyaa hati-hati raa, kabari aku kalau udah sampai " ucap mira sambil melambaikan tangannya


Clara hanya mengangguk sambil terus berjalan


setelah pesawat mulai mengudara clara langsung memejamkan matanya, mengingat waktu ia pergi meninggalkan angga dulu dan sekarang terulang kembali


" apa kita masih bisa bertemu kembali mas " gumamnya .


.


.


.


.


.


.


.


.


segini dulu yaa


jangan lupa dukungannya

__ADS_1


like komen dan vote


see you


__ADS_2