SELALU TERSAKITI

SELALU TERSAKITI
bab 5


__ADS_3

" kalau begitu kita ikut kuliah malam juga" ucap vika dan mely bersamaan


------------------------------------------------------------------------


" loh kenapa kalian ikut- ikutan


kan lebih enak kuliah siang, toh kalian juga ga ada kerjaan kan? " tanya clara pada sahabatnya


" yaa kita kan teman jadi kalau kamu susah kita juga ngerasain dan harus selalu ngedukung kamu raa" ucap vika sambil memeluk mely dan clara


" emm makasih yaa, karena selalu ada saat


aku susah " ucap clara yang sudah meneteskan air mata


" mangkanya kalau ada apa-apa itu cerita sama kita raa" tambah mely


clara hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis pada kedua sahabatnya


clara pun bergegas untuk mencari pekerjaan


sinar matahari semakin terik tapi tidak


mengalahkan semangat clara demi bisa


mencukupi kebutuhan


clara masuk kedalam restoran dan bertanya pada mbak kasir


" maaf mbak apa disini ada lowongan kerja? "


tanya clara dengan sopan


" em maaf ngga ada mbk disini sudah penuh"


ucap mbak kasir ramah


" o yaudah maaf mengganggu waktunya mbak permisi" pamitnya

__ADS_1


sudah beberapa memasuki toko-toko dan restoran terdekat namun Clara tak kunjung mendapat tempat kerja


hari sudah mulai gelam dan mendung


clara bergegas menuju halte untuk pulang


hujan mulai turun dengan derasnya


namun bus tak kunjung datang


hembusan angin malam menambah rasa dingin menembus baju clara


sampai dirumah, clara melewatkan makan malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 21:25


saat hendak membuka pintu kamar


ibu pamela menghampiri clara


" dari mana saja kamu jam segini baru pulang


ngelayap kemana aja kamu hah" ucap ibu pamela dengan suara yang sedikit meninggi


buu sampai lupa waktu" saut cella dari arah dapur


" ada apa ini malam-malam berisik sekali? " tanya ayah


" ini loh mas clara jam segini baru pulang


entah dari mana saja" ucap ibu


" kamu dari mana nak, nggak biasanya kamu pulang telat? " tanya ayah dengan suara lembut


" clara habis dari kampus tadi siang langsung cari tempat kerja yah, clara kan udah besar


harus bisa mandiri, biar ngga nyusahin ayah " ucap clara yang sedari tadi hanya menundukkan kepala


" yaa bagus lah, kalo kamu sadar diri" ketus ibu pamela

__ADS_1


" nak ayah nggak merasa terbebani


justru ayah seneng bisa mencukupi kebutuhan kamu raa " ucap ayah sambil memegang kedua pundak clara


" yaudah, kamu pasti capek sekarang bersihkan badan kamu, makan, lalu istirahat" tambah ayahnya


di lain tempat seorang pengusaha yang sangat sukses tengah melamun memikirkan


nasib sang putri yang hilang 19thn lalu


dia adalah Egi Pradipta CEO perusahaan PRADIPTA GROUP semua usaha sudah dia lakukan bahkan sampai sekarang detektif yang ia sewa pun tak membuahkan hasil


" mas gimana, sudah ada kabar? " tanya istrinya Melinda Pradipta


Egi menghela nafas panjang hhuuufft sambil menggelengkan kepalanya


" masih belum ada perkembangan ma, mama yang sabar yaa papa yakin anak kita pasti sekarang sudah dewasa mungkin belum waktunya tuhan mempersatukan keluarga kita " ucap Egi sambil memeluk erat istrinya


" iya pa semoga dia sehat dan selalu dikelilingi orang yang baik" lirih melinda disela-sela tangisnya


" papa, mama kenapa kalian menangis,


siapa yang berani menyakitkan orang


kesayangan ku? " tanya kevin yang sudah


emosi


" kevin sayang ngga ada yang bisa membuat papa sama mama menangis selain kakak kamu nak " jawab papa Egi sambil memegang


pundak kevin


" kakak kemana paa,


kenapa ga pulang apa kakak gak ingin lihat


adiknya yang ganteng ini " ucapnya sambil

__ADS_1


menahan air matanya


" nak kamu yang sabar mama sama papa juga rindu sama kakak " jawab mama melinda yang sudah memeluk kevin


__ADS_2