
" kalau begitu kita ikut kuliah malam juga" ucap vika dan mely bersamaan
------------------------------------------------------------------------
" loh kenapa kalian ikut- ikutan
kan lebih enak kuliah siang, toh kalian juga ga ada kerjaan kan? " tanya clara pada sahabatnya
" yaa kita kan teman jadi kalau kamu susah kita juga ngerasain dan harus selalu ngedukung kamu raa" ucap vika sambil memeluk mely dan clara
" emm makasih yaa, karena selalu ada saat
aku susah " ucap clara yang sudah meneteskan air mata
" mangkanya kalau ada apa-apa itu cerita sama kita raa" tambah mely
clara hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis pada kedua sahabatnya
clara pun bergegas untuk mencari pekerjaan
sinar matahari semakin terik tapi tidak
mengalahkan semangat clara demi bisa
mencukupi kebutuhan
clara masuk kedalam restoran dan bertanya pada mbak kasir
" maaf mbak apa disini ada lowongan kerja? "
tanya clara dengan sopan
" em maaf ngga ada mbk disini sudah penuh"
ucap mbak kasir ramah
" o yaudah maaf mengganggu waktunya mbak permisi" pamitnya
__ADS_1
sudah beberapa memasuki toko-toko dan restoran terdekat namun Clara tak kunjung mendapat tempat kerja
hari sudah mulai gelam dan mendung
clara bergegas menuju halte untuk pulang
hujan mulai turun dengan derasnya
namun bus tak kunjung datang
hembusan angin malam menambah rasa dingin menembus baju clara
sampai dirumah, clara melewatkan makan malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 21:25
saat hendak membuka pintu kamar
ibu pamela menghampiri clara
" dari mana saja kamu jam segini baru pulang
ngelayap kemana aja kamu hah" ucap ibu pamela dengan suara yang sedikit meninggi
buu sampai lupa waktu" saut cella dari arah dapur
" ada apa ini malam-malam berisik sekali? " tanya ayah
" ini loh mas clara jam segini baru pulang
entah dari mana saja" ucap ibu
" kamu dari mana nak, nggak biasanya kamu pulang telat? " tanya ayah dengan suara lembut
" clara habis dari kampus tadi siang langsung cari tempat kerja yah, clara kan udah besar
harus bisa mandiri, biar ngga nyusahin ayah " ucap clara yang sedari tadi hanya menundukkan kepala
" yaa bagus lah, kalo kamu sadar diri" ketus ibu pamela
__ADS_1
" nak ayah nggak merasa terbebani
justru ayah seneng bisa mencukupi kebutuhan kamu raa " ucap ayah sambil memegang kedua pundak clara
" yaudah, kamu pasti capek sekarang bersihkan badan kamu, makan, lalu istirahat" tambah ayahnya
di lain tempat seorang pengusaha yang sangat sukses tengah melamun memikirkan
nasib sang putri yang hilang 19thn lalu
dia adalah Egi Pradipta CEO perusahaan PRADIPTA GROUP semua usaha sudah dia lakukan bahkan sampai sekarang detektif yang ia sewa pun tak membuahkan hasil
" mas gimana, sudah ada kabar? " tanya istrinya Melinda Pradipta
Egi menghela nafas panjang hhuuufft sambil menggelengkan kepalanya
" masih belum ada perkembangan ma, mama yang sabar yaa papa yakin anak kita pasti sekarang sudah dewasa mungkin belum waktunya tuhan mempersatukan keluarga kita " ucap Egi sambil memeluk erat istrinya
" iya pa semoga dia sehat dan selalu dikelilingi orang yang baik" lirih melinda disela-sela tangisnya
" papa, mama kenapa kalian menangis,
siapa yang berani menyakitkan orang
kesayangan ku? " tanya kevin yang sudah
emosi
" kevin sayang ngga ada yang bisa membuat papa sama mama menangis selain kakak kamu nak " jawab papa Egi sambil memegang
pundak kevin
" kakak kemana paa,
kenapa ga pulang apa kakak gak ingin lihat
adiknya yang ganteng ini " ucapnya sambil
__ADS_1
menahan air matanya
" nak kamu yang sabar mama sama papa juga rindu sama kakak " jawab mama melinda yang sudah memeluk kevin