
hari ini clara berencana untuk pergi ke dokter untuk mengecek kandungannya bersama keluarganya tapi tidak dengan mira karena sekarang mira bekerja di butik milik mama clara
" apa kamu sudah siap nak? " ucap melinda
" sudah maa, apa kevin dan papa juga ikut? " ucap clara yang melihat papa dan adiknya juga sudah rapi
" iya dong aku mau lihat keponakan ku kak " ucap kevin
" ayo berangkat keburu kesiangan " ucap Egi sambil tersenyum
mereka berangkat menaiki mobil mewah, keluarga Pradipta mempunyai dua perusahaan besar yang satu KP-Store yang memiliki beberapa mall yang ada dipusat kota dan satunya Pradipta corp yang bergerak dibidang properti jadi tak ayal jika kehidupan keluarga pradipta bergelimang harta namun tetap dermawan kesemua orang
sesampainya di RS mereka langsung pergi keruangan dokter xiao chi yang merupakan dokter/bidan kandungan terbaik disana
" permisi, selamat siang dok " melinda
" oh nyonya silahkan masuk dan duduklah " ucap dokter itu ramah
" terimakasih " ucap mereka
" siapa yang mau diperiksa disini?" ucap dok. xiao chi
" anak saya dok, clara ayo berbaringlah nak " ucap melinda lalu mengajak clara untuk berbaring dan dipriksa
" apa ada keluhan selama hamil nona? " ucap dokter
" tidak dok " ucap clara sambil tersenyum
" kandungan nona baik-baik saja, dan sekarang sudah masuk minggi ke 3 " ucap dokter " saya akan memberi vitamin untuk ibu, saya juga sarankan untuk meminum susu bumil agar tambah sehat dedeknya " imbuhnya
" apa keponakanku laki-laki dok " celetuk kevin
" usia kehamilan nona clara masih muda dan masih sebesar kacang, tunggu sampai usia kehamilan trimester 2 " jelas dokter
" yahh masih lama dong liat keponakanku " ucap kevin
" lagian kamu ada-ada aja vin " ucap Egi
" ini resep obatnya bosa ditebus di apotek RS " ucap dokter sambil memberikan selembar kertas
" biar kevin aja mama, papa, sama kakak langsung kemobil aja " ucap kevin lalu keluar
" terimakasih dok, selamat siang" ucap melinda
" sama-sama nyonya, selamat siang " ucap dokter
setelah dari RS untuk priksa kandungan clara dan keluarga nya langsung pulang dan pergi istirahat dikamarnya
" apa mas angga bahagia aku sudah pergi dari sana " gumam clara lalu memejamkan matanya
__ADS_1
•
•
•
sedangkan angga Rafi dan Niko sudah sampai di kampung Mira yang ia dapat dari data perusahaan vino
vino juga terkejut karena clara tidak mengucapkan apapun sebelum meninggalkannya
" apa bener ini alamatnya? " ucap Niko saat mereka sampai di desa yang cukup padat
" bener kok, kita berhenti dulu disini dan tanya ke bapak-bapak itu" ucap angga
setelah Niko menghentikan mobilnya angga dan rafi langsung turun dan menghampiri bapak-bapak itu
" maaf mau tanya apa bapak tau alamat rumah ini? " ucap rafi
" oh ini rumah di perempatan depan adek tinggal belok kiri dan ada rumah kayu warna coklat, tapi sudah tidak berpenghuni " ucap bapak
" apa bapak mengenal yang punya rumah? " ucap angga
" saya mengenalnya nenek sri sudah meninghal beberapa tahun lalu dan anaknya juga sudah meninggal di kota, tinggal cucunya yang bernama mira yang tak pernah pulang kesini lagi " ucap bapak itu
" terimakasih infonya, kami permisi dulu " ucap Rafi sambil senyum ramah sedangkan angga langsung kembali masuk ke mobil dengan langkah gontai
" nihil mereka tindak datang kemari " ucap angga
" sabar ngga, bokap lo juga bantu dan sewa beberapa detektif handal kan " ucap rafi " jadi jangan patah semangat dong "
*
*
*
*
angga terus mencari keberadaan clara tak terasa sudah 8 bulan lamanya angga telah mencari clara sampai di beberapa kota namun tetap tidak menemukanya
angga sangat terkenal dingin di perusahaannya jangankan membuat kesalahan ada karyawan yang tidak sengaja melihatnya saja langsung kena amukanya
suci yang melihat anaknya menjadi penurung dan sering begadang sambil melihat foto clara merasa kasian pada anaknya
" apa kamu masih tidak bisa tidur nak? " ucap suci
" bunda, angga tidak mengantuk kenapa bunda belom tidur selarut ini? " ucap Angga
" yang sabar yaa nak, semoga clara cepet kembali ke sisimu " ucap suci
__ADS_1
" amin bun, angga selalu menantikan hari itu " ucap Angga
sedangkan di Shanghai, kandungan Clara sudah sudah besar hanya menunggu dedeknya untuk melihat dunia.
keesokan paginya clara tiba-tiba merasa sakit di punggungnya dan mules
" maa, mamaaa papaa tolong" teriak clara dari dalam kamar
melinda yang lagi asik menyiapkan makanan dengan art langsung berlari kekamar clara
" ada apa nak? " ucap melinda panik
" perut sama punggung clara sakit maa " ucap Clara
" mungkin kamu mau lahiran nak " ucap melinda
" tapi kata dokter xiao chi masih lima hari lagi maa, sakittt " ucapp clara
" sekarang kuta kerumah sakit saja, kevinn papaaa " teriak melinda
kevin dan egi langsung kekamar clara Kevin yang melihat itu langsung menggendong kakaknya sedangkan egi pergi menyiapkan mobil
sesampainya di RS Clara yang sudah tak kuat ahirnya tidak sadarkan diri, melinda menangis sambil memanggil nama clara. dokter langsung mengambil tindakan operasi untuk menyelamatkan bayi dan ibunya
" Clara paa " ucap melinda sambil sesegukan
" clara kuat maa " ucap egi
" mama yang tenang kakak sama ponakan aku akan baik-baik saja " ucap kevin lalu detik berikutnya melinda pingsan. egi dan kevin langsung memanggil suster untuk menangani mamanya .
.
.
.
.
.
.
maaf yaa baru bisa segini
author lagi ujian ahir semester
jangan lupa like, komen, dan votenya bila mau
see you 😘😘
__ADS_1