SELALU TERSAKITI

SELALU TERSAKITI
bab 77


__ADS_3

suci yang hendak masuk kerumahnya terhenti dengan sapaan tetangganya


" bu suci, tadi ada yang nyariin putra ibu " ucapnya


" emm, siapa ya bu? " ucap suci


" dua orang perempuan tadi cantik-cantik "


" apa ibu tau siapa namanya? " ucap suci


" emmm........


aa.. kalau ga salah namanya clara bu "


" Clara, apaa anda yakin namanya clara? " ucap suci memastikan


" yakin bu, dia juga nitipin amplop ini pada saya " ucapnya sambil memberikan apmlop itu pada suci


" terima kasih bu, kalau begitu saya masuk dulu " ucap suci


" silahkan " ucap ibu itu lalu pergi


suci masuk kerumahnya langsung duduk dan membuka amplop tersebut. tangannya gemetar melihat foto Clara yang sedang tersenyum dengan baby boy yang mirip dengan angga disana


" cucu nenek tampan sekali " ucap suci sambil tersiksa tangisnya


suci membalik foto itu ada tulisan pesan dari ckara disana


*dear Angga Saputra


maafkan aku mas, maafkan keegoisan ku. bukanya aku sudah tak suka denganmu aku pulang demi anakmu juga. kasian dia disana menangis terus


aku seorang ibu yang pasti sangat khawatir dengan keadaan anaknya, dia membutuhkan ku dan asiku. tolong pahamilah keadaan ku


percayalah aku masih sangat mencintaimu


maaf aku harus pergi


sampai bertemu lagi


Clara Isabela.P*


suci yang membaca itu menangi sesegukan dengan melihat wajah clara dan cucunya


" semoga tuhan kembali mempersatukan kalian nak " ucap suci sambil menatap wajah clara dan Refan


sedangkan Angga yang baru saja sadar langsung menanyakan keberadaan Clara


" yah clara yah " lirihnya sambil menatap ridho


" iya nanti kita menjemput nya, sekarang kamu istirahat dan pulihkan tubuhmu " ucap ridho

__ADS_1


" engga yah, angga harus kerumah Clara sebelum dia pergi yah " ucap angga langsung melepas selang infus sampai darah keluar banyak di tangannya


" nak kamu masih sakit, jangan gegabah dan melukai dirimu sendiri " ucap ridho


" lantas aku harus diam disini membiarkan clara meninggalkan ku lagi " teriak Angga sambil mengacak-acak rambutnya


ridho yang melihat itu langsung memanggil dokter. dokter pun menyuntikkan obat tidur untuk menenangkan Angga


" sementara tuan Angga akan tertidur untuk beberapa jam kedepan " ucap dokter


" baik terima kasih dok " ucap ridho


" sama-sama saya permisi dulu " ucapnya lalu keluar dari ruang rawat Angga


ridho menelfon suci untuk bergegas kembali ke RS untuk menenangkannya Angga jika terbangun nanti


*


begitu juga dengan Romi yang mendengar Angga masuk RS langsung bergegas mengunjungi nya dan memberi kabar pada Rafi


" halo tuan "


" iya ada apa Rom? "


" untuk kerjasama saya serahkan pada anda tuan, tuan Angga sedang sakit "


" Angga sakit? "


" baik nanti saya akan menjenguk nya "


" baik saya tutup dulu tuan "


" iyaa " jawab Rafi dan Langsung domatikan oleh Romi


sampai di RS Romi berpapasan dengan suci yang tengah tergopoh-gopoh sambil membawa tas yang lumayan besar


" mari saya bantu nyonya "


" Romi, terima kasih " ucap suci


" sudah sepatutnya saya membantu anda " ucap Romi sambil berjalan mengikuti langkah suci


" assalamualaikum " ucap keduanya lalu masuk ke ruang rawat Angga


" waalaikumsalam, Romi " ucap Ridho


" tadi berpapasan di depan dengan nyonya tuan " ucap Romi


" apa ada masalah di kantor? " ucap ridho


" tidak tuan kantor aman, saya kesisni saat mendengar kalau tuan Angga sakit " ucap Romi

__ADS_1


" apa kamu tau dimana clara? " ucap ridho


" tidak tau tuan, saya bertwmu nona clara di acara perusahaannya mungkin tuan Rafi mengetahuinya "


" Clara punya perusahaan? " ucap suci


" benar nyonya perusahaan baru Sadipta corp. nona clara lah yang mendirikannya " jelas Romi


" perusahaan asing besar itu punya menantuku " terkejutnya


" benar tuan, kalau begitu saya permisi dulu " ucap romi lalu pergi dari sana


ridho dan suci sibuk dengan pikirannya sendiri. dalam setahun menantunya sudah mendirikan perusahaan besar yang sangat membutuhkan usaha dan uang pastinya


suci yang ingat dengan amplop dari clara langsung mengeluarkan dari tasnya


" yah mungkin tadi clara kerumah saat tidak ada orang, dia menitipkan ini ke tetangga "


" apa itu bun? " tanya ridho


" buka dan bacalah " ucap suci sambil memberikan amplop itu pada ridho


dibukanya oleh ridho dan terpampang wajah clara dan bayi disana, dibaliknya foto itu dan ridho membacanya dengan seksama


" cucu kita bun " ucap ridho sambil menitikkan air matanya


" bukankah wajahnya mirip dengan Angga " ucap suci sambil menatap Angga


" semoga rafi tau dimana clara, dan kita bisa bertemu dengan cucu pertama yang tampan ini " ucap ridho sambil memandangi wajah Refan


" aminn " ucap suci sambil mengelus rambut Angga .


.


.


.


.


.


.


.


.


segini dulu yaaa


jangn lupa like dan komennya

__ADS_1


see you


__ADS_2