SELALU TERSAKITI

SELALU TERSAKITI
bab 74


__ADS_3

setelah kepergian Mira dan Rafi Angga langsung menelfon Romi untuk beli makanan dan mengambilkan bajunya dan clara yang ada dirumah


Angga pindah duduk di kursi samping clara


" maaf gara-gara aku kamu jadi gini raa " ucapnya sambil mencium tangan clara


tok..tok....tokk...ceklekk


" tuan, ini yang tuan minta " ucap Romi


" oh kamu taro aja disitu " ucap angga sambil noleh ke meja


" apa ada lagi yang Anda butuhkan tuan? " ucap Romi


"tidak, tolong handle pakerjaan saya dikantor beberapa hari kedepan " ucap angga


" baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Romi lalu di iyakan oleh Angga


setelah kepergian Romi Angga pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dan menganti pakaianya. baru saja tanganya henda memegang gelas di dispenser suara lenguhan clara membuat Angga langsung menghampirinya


" raa, kamu udah sadar? " ucap angga melihat perlahan Clara membuka matanya


" kenapa kamu disini dan sepertinya ini bukan kamarku " ucap clara


" kamu tadi pingsan di kamar mandi, jadi aku bawa ke RS apa ada yang sakit? " ucap angga lembut


" tidak, pulanglah mas aku sudah biasa sendiri kasian istimu dirumah " ucap clara sambil memalingkan wajahnya


" raa istriku cuma kamu, semua ini salah pamah raa " ucap angga sambil memegang tangan Clara


" sudah cukup luka yang kamu kasih mas, aku lelah dengan semua ini " ucap clara tak kuasa menahan Tangisnya


" plis tolong kasih aku kesempatan buat jelasin dulu " ucap angga


clara mengusap wajahnya kasar lalu menoleh ke Angga dengan tatapan tajamnya


" apa yang mau kamu jelasin hem? " tegasnya


" wanita yang terima telepon kamu itu sengaja mau membuat hubungan kita runyam, dan saat aku pulang setelah membaca surat darimu aku langsung menemuinya dan memintanya mengakui kesalahannya " jelas Angga

__ADS_1


" bahkan hari itu handphone ku juga sempat hilang dan dia yang menyimpan nya, percara padaku aku hanya mencintai mu raa " ucap Angga sambil mengecup tangan Clara


clara yang setia mendengarkan itu merasa bersalah pada Angga, dia sudah menuduh Angga telah mengamatinya juga pernikahan mereka


" aku selama ini terus mencarimu, tapi nihil raa. kamu mau kan kembali bersamaku? " ucap angga


clara hanya diam sambil menatap lekat mata Angga terdapat keseriusan yang tulus disana


" baiklah dan ingat ini kesempatan terakhir kalinya " ucap clara tegas


" makasih sayang " ucap Angga lalu mengecup kening clara " oh iya, tadi ada yang telpon mencari maminya ke mira "


" astaga, mas boleh pinjam headphone nya " ucap clara, Angga langsung memberikan ponselnya


clara langsung mengetik nomor mamanya untuk melihat kabar refan disana


" halo maa, maaf clara baru nelfon mama. apa pangeranku mencariku? " ucap clara


" refan baru saja tidur, seharian dia nangis terus apa kamu disana baik-baik saja nak? "


" aku ga papa ko ma, kirim foto pangeran tidurku ke nomor ini aku merindukannya " ucap clara


" pangeran siapa yang kamu bicarakan " ucap Angga dengan nada tak suka


" tentu pangeranku yang paling tampan, kamu aja kalah " ucap clara sambil tersenyum


" beraninya kamu bandingin aku dengan lelaki itu " ucap angga langsung mencium clara


" apaan sih mas main cium aja " ucap clara


" salah kamu, lebih membangakan ketampanan dia " ucap Angga


mendengar notifikasi di ponsel Angga clara langsung membuka isi pesan itu. terpampang wajah gemoy tefan yang tengah lelap dalam mimpi indahnya



" tampan sekali kamu nak, mami jadi ingin cepat pulang " ucap clara memandangi wajah refan " lihatlah, tampan bukan " ucap clara sambil menyerahkan ponsel nya ke Angga


Angga yang melihat itu jantung nya langsung berdetak dengan cepat

__ADS_1


" apa ini putraku? " ucapnya tampa menileh ke clara


" dia putraku " jawab clara


" di juga putraku, kau sangat tampan sepertiku nak " ucap Angga sambil meng zoom foto refan


" dimana dia sekarang raa? "


" di Tiongkok, bersama orangtuanya kandung ku disana " ucap clara


" dan selama ini kamu tinggal disana? " ucap Angga terkejut


" iyaa " ucap clara


" maafkan aku tidak bisa menemanimu saat mengandungnya, maafkan pai sayang " ucap Angga dengan air mata yang mengalir di pipinya


" semua sudah berlalu, sekarang jadilah pribadi yang lebih baik lagi untuk keluarga mu " ucap clara


" aku janji akan membuat kalian bahagia " ucap angga lalu memeluk clara erat .


.


.


.


.


.


.


segini dulu yaaa


author lagi males nulisnya kumat


semangatin dong


jangan lupa tipnya heheπŸ˜…

__ADS_1


see you 😘😘😘


__ADS_2