SELALU TERSAKITI

SELALU TERSAKITI
bab 22


__ADS_3

pagi hari yang cerah telah datang clara yang sudah bangun sedari tadi langsung beberes rumah dan masak sarapan seperti biasa.


setelah menyelesaikan tugasnya baru ckara kembali kekamar untuk bersiap pergi kekantor


saat keluar dari kamarnya disana sudah ada ayah dan ibunya yang sedang sarapan


" selamat pagi ayah ibu " sapa clara


" pagi nak ayo sarapan dulu, setelah makan mau bicara sedikit dengan mu " ucap herman


" ada masalah apa yah? " ucap Clara yang sudah selesai memakan nasinya


" pernikahanmu kurang seminggu lagi apa kamu keberatan jika ayah yang menjadi walimu nak? " ucap herman


Clara yang inggat ia akan menikah langsung diam membisu


" nak apa kamu keberatan? " tanya herman lagi


" eh clara sama sekali ga keberatan yah " ucapnya sambil tersenyum


" baiklah nak terimakasih kepercayaanya " ucap ayah clara


" iya, kalau gitu aku berangkat dulu yah " ucap Clara


" iya hati-hati nak " ucap herman


clara berjalan sambil melamun menuju halte bus memikirkan omongan ayahnya tadi


" semoga aku segera bertemu dengan mereka " lirihnya


taklama clara sampai dihalte bus yang ditunggunya sudah datang. memerlukan waktu 30 menit clara sampai dikantor tempat ia bekerja dimana lagi kalau bukan di GV group

__ADS_1


" baru dateng neng " sapa satpam kantor itu


" iya pak, mari " ucap clara sambil tersenyum


dan melanjutkan jalanya masuk kedalam gedung kantornya


baru saja clara hendak memasuki lift tanganya ada yang narik sontak Clara menoleh kebelakang " kak vino "


" ikut aku sebentar raa, ada yang mau aku tanyakan kekamu " ucap vino serius


" eh tapikan habis ini udah masuk jam kerja " ucap Clara


" ga papa aku bosnya disini " ucap vino sambil menarik tangan clara


" eh kak mau kemana? " ucap clara


" sudah jangan banyak tanya " lalu vino mengajak clara menuju parkiran mobilnya


" emang ada apasih kak kayaknya penting banget " ucap clara penasaran


" nanti saja bicaranya, aku mau telpon emy(sekertaris vino ) buat ijinin kamu " setelah menelfon emy clara dan vino memasuki mobilnya dan pergi kesuatu tempat


" kak jangan buat aku penasaran kita mau kemana? " tanya clara lagi


" ketempat yang damai " sautnya


" tempat yang damai seperti apa? "


" nanti kamu juga tau "


mereka pergi cukup jauh perjalanan juga cukup lama clara hanya memandangi jalanan yang mereka lewati sambil diam terhanyut dalam lamunannya begitu juga vino hanya fokus dengan kemudinya

__ADS_1


kurang lebih 2 jam mereka sampai ditempat tujuannya



" mengapa kita kesini kak? "


" aku mau tanya padamu. apa kau akan menikah? " ucapnya serius


" loh kakak tau dari mana aku mau menikah? " tanya clara


" tidak penting aku tau dari mana raa, jawab aku bener atau engga? "


" iya kak aku akan menikah seminghu lagi " ucap clara sambil menatap lurus kedepan


" apa sudah lama menjalain hubungan dengan pria itu? " ucap vino


" aku bahkan baru mengenalnya dan bertemu beberapa kali " ucap clara


" lantas mengapa kau mau menikah denganya apa dia memaksamu? "


" tidak aku menikah karna dijodohkan oleh orang tuaku " ucap clara sambil tersenyum getir


"apa kamu menerima begitu saja? " mengertilah raa aku menyukaimu " sambungnya dalam hati


" tidak ada alasan untukku menolak, semua ini aku lakukan untuk membalas budi kebaikan mereka " lirih clara yang sudah berkaca-kaca


" apa seorang anak harus membalas budi ke orang tuanya? " tanya vino heran


" aku bukan anak mereka, aku hanya anak pungut yang mereka temukan dipinghir jalan hiks hiks " ucap ckara yang tak sanggup menahan tangisannya


vino yang mendengar itupun iba terhadap clara " mengapa beban hidupmu sangat berat raa " sambil menenangkan clara dalam dekapanya

__ADS_1


__ADS_2