Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 10.


__ADS_3

Klek!


Jendela balkon kamarnya Jeniffer sudah terbuka untuk Reynaldi masuk melompat dari sana, dan Reynaldi juga membawakan sekotak coklat dari lemari es yang diambilnya dari dapur untuk gadis itu sebagai penonton Reynaldi bermain piano.


Jeniffer bahagia sekali mendapatkan coklat dari Reynaldi yang tersenyum manis pada Jeniffer sebelum mulai bermain piano dan lagu baru yang sedang dimainkan oleh Reynaldi adalah lagu berjudul Lembaran Hidupku.


Selesai bermain piano. Reynaldi di tepi tempat tidur Jeniffer sembari memeluk boneka panda Jeniffer yang diberikan nama Viana sedangkan Jeniffer sibuk belajar untuk esok hari di sekolah.


Namun seiring berjalannya waktu dan hari demi hari pun telah dilalui oleh Reynaldi yang sudah tiba waktunya untuk pulang ke rumah orang tuanya di kota Shanghai, China. Reynaldi sudah harus menyiapkan segala sesuatu untuk dia bawa pulang mulai dari peralatan maupun segala perlengkapan lainnya yang berhubungan dengan dirinya harus segera dirapikan dan Ia sebenarnya sudah mulai harus mempersiapkan diri untuk berpisah dengan Jeniffer.


"Apa yang harus aku siapkan untuk Jeniffer sebelum aku pulang ke China sesuai dengan perjanjian ku dengan Oma Wina Yulianti Adiwijaya? " tanya Reynaldi berdiri di balkon kamarnya.


Embusan angin malam menyusup masuk ke sela - sela piyama Reynaldi yang dibiarkan tertiup angin.Sekujur tubuh Reynaldi bergetar. Reynaldi menolak untuk masuk ke dalam kamarnya, sebab dia masih sibuk memikirkan cara apa yang dilakukannya untuk kasih tahu Jeniffer bahwa tak lama lagi Reynaldi harus segera pergi dari rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya.


Pandangan mata Reynaldi menatap lurus langit malam hari ini yang terlihat mendung sesuai dengan suasana hati Reynaldi saat ini. Reynaldi terpaku pada jendela kamar Jeniffer di sebrang kamarnya. Tirai kamar Jeniffer terbuka itu berarti Jeniffer belum tidur dan menanti Reynaldi datang ke kamar Jeniffer untuk menemani gadis itu belajar.


Reynaldi melangkah ke kamarnya dan berlari ke luar kamar untuk menuju ke kamar Jeniffer. Ia bertekad untuk mengungkapkan perasaannya sebelum pergi dari rumah Jeniffer untuk selama lamanya. Saat ia tiba di depan kamar Jeniffer. Terdengar suara alunan tuts -tuts piano yang di tekan mengalun oleh jemari mungil Jeniffer.


Tok, Tok!


Klek!!

__ADS_1


"Reynaldi, kenapa kau baru datang sekarang ini? Aku sudah menunggumu sejak sore tadi, " kata Jeniffer begitu pintu kamar telah terbuka.


"Maaf, Jeniffer. Aku baru sempat datang ke kamar mu karena aku di awasi oleh Papamu dari ruang kantor pribadi Papamu, " kata Reynaldi sembari masuk ke dalam kamar Jeniffer.


Jeniffer menutup pintu kamarnya kembali lalu Reynaldi berjalan ke arah pianonya dan duduk di bangku kecil warna pink, Reynaldi memainkan sebuah lagu khusus untuk Jeniffer malam hari ini yang menceritakan tentang perasaan hati Reynaldi untuk Jeniffer agar Jeniffer bisa tahu dan mengerti Reynaldi lebih dari siapapun di dunia ini.


"Reynaldi, kenapa lagumu malam hari ini sedikit mellow? Ada apa? " tanya Jeniffer mengamati pemuda remaja sepupunya ini dari samping.


"Aku cuma sedikit sedih saja, Jeniffer. Aku cuma mau bilang bahwa aku ingin bersamamu untuk selamanya.. Itu saja, " jawab Reynaldi berputar ke samping untuk menghadap Jeniffer.


Lalu menarik tangan Jeniffer untuk mendekati Reynaldi kemudian Reynaldi memeluk tubuh mungil Jeniffer sampai gadis ini merasakan debaran jantungnya sendiri begitu kencang dan sepasang pipi Jeniffer memerah karena Jeniffer baru kali ini merasakan sesuatu yang berbeda terhadap Reynaldi.


"Reynaldi.. Reynaldi, " kata Jeniffer terpaku pada pelukan Reynaldi.


"Iya, sudah sekarang aku harus balik ke kamar ku dan kau tidurlah, Jeniffer. " kata Reynaldi yang cepat-cepat keluar dari kamar sepupunya itu.


"Ah, Reynaldi aneh banget deh, " gumam Jeniffer heran begitu pintu kamarnya sudah ditutup kembali oleh Reynaldi.


Baru saja Reynaldi melangkah di Koridor menuju ke kamarnya kembali, Reynaldi mendengar suara orang di dalam kamar O'om Suhandi Pratama Papa Jeniffer yang seperti suara perempuan? Ah tak penting untuk di ketahui oleh Reynaldi, pikir Reynaldi yang meneruskan langkahnya ke arah kamarnya.


Keesokan harinya, Reynaldi turun dari tangga untuk menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi dan menemui Oma Wina Yulianti Adiwijaya untuk berpamitan karena hari ini Reynaldi akan pulang ke rumah orangtuanya di kota Shanghai, China.Dan, tepat saat ini Jeniffer masih ada jam sekolah maka Reynaldi tidak bisa pamit kepada Jeniffer agar Jeniffer tidak terlalu sedih atas kepergian Reynaldi dari rumah Jeniffer.

__ADS_1


"Selamat pagi, Oma. Reynaldi cuma mau bilang Reynaldi mau pamit pada Oma karena hari ini Reynaldi akan pulang ke China dan Reynaldi juga mau bilang terimakasih banyak atas izin Oma untuk Reynaldi bisa tinggal sangat lama di rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya dan Reynaldi jujur kalau Reynaldi sayang sama Oma Wina Yulianti Adiwijaya dan Jeniffer serta Tante Lara, " kata Reynaldi sedih namun di tahan oleh tekad untuk tidak menangis karena harus berpisah dengan Jeniffer.


"Selamat pagi, ya cepatlah kamu pulang ke rumah mu supaya rumah ku tidak ada kuman seperti mu yang akan merusak reputasi keluarga ku, " kata Oma Wina Yulianti Adiwijaya tidak ada rasa iba sedikitpun pada Reynaldi.


Reynaldi mengangguk patuh kepada Oma Wina Yulianti Adiwijaya lalu Reynaldi tanpa sarapan pagi segera melihat kopernya sudah berada di dalam mobil Pak Yudi supir Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang akan mengantarkannya ke bandara.


"Reynaldi, " kata Tante Lara menemui Reynaldi di depan pintu mobil Pak Yudi.


"Iya, Tante, " kata Reynaldi sopan.


Tante Lara memeluk Reynaldi dengan hangat, " Reynaldi, kamu jangan pergi dari Jakarta, kamu bisa tinggal di rumah O'om Alfredo yang sudah memberikan izin Tante Lara untuk kamu tinggal di rumahnya sampai kapanpun kamu mau, "


"Ah benarkah, Tante Lara? Reynaldi boleh tinggal di rumah O'om Alfredo? Tapi, Reynaldi sudah janji sama Oma Wina Yulianti Adiwijaya untuk pergi dari rumah Oma, " kata Reynaldi kepada Tante Lara.


"Reynaldi, kamu hanya janji untuk pergi dari rumah ini tapi tidak ada perjanjian bahwa kamu akan pergi dari Jakarta, kan? " Tante Lara yang baik hati itu mengingatkan Reynaldi tentang perjanjian Reynaldi pada Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang sebenarnya tidak perlu di patuhi oleh Reynaldi karena janji Reynaldi adalah keluar dari rumah Oma bukan dari Jakarta.


"Betul juga yang Tante bilang. Ah, terimakasih banyak Tante, " kata Reynaldi senang sekali.


"Yuk, Tante Lara antar kamu ke rumah O'om Alfredo, " kata Tante Lara mengambil kopernya Reynaldi untuk dimasukkan ke dalam mobil tante Lara.


Sesampainya di depan rumah O'om Alfredo yang berada di kawasan Jakarta selatan lainnya, Reynaldi di sambut dengan baik dan ramah oleh O'om Alfredo yang langsung memeluk Reynaldi dan mengajak Reynaldi untuk masuk ke dalam rumahnya yang sangat besar dan luas.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2