
Petang hari yang sama dengan petang hari yang dilalui oleh pasangan muda seperti Renata dan Randi, juga terjadi pada diri Yudha dan istrinya di rumah yang telah dibelikan oleh Mamanya untuk tempat tinggalnya yang baru.
Bayang-bayang kekasihnya selalu muncul di sepasang matanya di kala dia ingin mendekati istrinya yang merupakan wanita pilihan Oma Wati Yulianti Adiwijaya untuk dirinya yang kini di hadapannya dengan senyuman manis di bibir istrinya itu.
"Kak Yudha, kenapa kamu berdiam diri di situ? ayo masuk ke dalam rumah dan pergilah mandi dahulu sebelum makan malam bersama ku di ruang makan," kata istrinya yang bernama Ariana Miranda sambil mengambil tas kerjanya untuk di bawa ke ruang kerja pribadinya di rumahnya itu.
"I.. Iya, Ariana.. " jawab Yudha melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Ariana Miranda pergi ke dapur untuk memanggil staf rumah untuk mempersiapkan makanan di meja makan di ruang makan sambil mengambil seteko jus mangga dan dua gelas kaca untuk di bawa ke meja makan.
Yudha yang sedang mandi di kamar mandinya di kamarnya sendiri mendengar suara hpnya telah berdering di meja rias dekat pintu kamar mandi maka ia pun segera mengambil hpnya dan lihat nama Revalina.
"Kak Yudha, cepat kamu jawab teleponku atau aku akan membuka rahasia kita kepada istri mu dan keluarga mu. " tulis Revalina di WA kepada Yudha.
Yudha berdecak lidah dengan kesal namun ia tetap menjawab telepon dari Revalina di dalam kamar mandi sambil menyalahkan air shower sederas mungkin agar istrinya tak mengetahui percakapannya dengan wanita lain.
"Ada apa, Reva? Kenapa kamu terus ganggu aku yang sudah menikah?" tanya Yudha geram.
"Aku merindukan kamu, Kak Yudha. Apakah kamu bisa menemui aku di apartemenku yang baru? " pinta Revalina dengan suara manja pada Yudha.
"Tak perlu kamu merindukan aku lagi sebab kita sudah putus dan tak ada hubungan apa-apa lagi semenjak aku memberitahu kamu kalau aku ini telah memiliki tunangan yang berarti calon istri dan sekarang ini tunangan ku itu telah menikah dengan aku dan menjadi istriku. " kata Yudha nada tegas.
"Tak bisa, kau mengatakan putus semudah itu kepada ku, Kak Yudha. Sebab aku dan kamu pernah melakukan hal itu sebanyak lima kali dan itu berarti kamu akan selalu terikat dengan ku untuk selamanya. " kata Revalina yang melalui WA telah mengirimkan video mereka kepada Yudha sampai Yudha terpaku di dalam bath up nya.
__ADS_1
"Rev.. Apa-apaan kamu inii? Hapus, gak video mu ?! " suara Yudha berang melihat video yang dikirim oleh Revalina kepada dirinya.
"Kau harus menemui ku atau aku akan kirim video ini ke semua orang mu.. " kata Revalina di telepon genggam nya dengan tatapan mata dari wanita itu adalah ancaman besar bagi Yudha
"Baik, aku akan menemuimu di apartemenmu pada malam hari ini, jadi kamu tunggu sajalah aku dengan sabar di apartemen mu. " kata Yudha yang akhirnya menuruti kemauan gadis itu.
*****
Rumah Milos, Jakarta.
Di rumah yang sederhana namun asri dan luar biasa nyaman terlihatlah Jeniffer yang sedang memasak untuk menyiapkan makan malam di dapur untuk suaminya dan dirinya.
"Jen, apakah kamu melihat buku kuitansi yang di dalam laci lemari pakaian ku saat kamu rapikan pakaianku? " tanya Reynaldi Ricardo Milos yang mendatangi Jeniffer di dapur sambil menuang air putih dari teko ke gelasnya.
"Oh, oke. Aku cari di tempat lain. " kata Reynaldi Ricardo Milos cepat kembali ke kamar mereka untuk mencari kuitansi yang dicari olehnya itu.
Lalu, Reynaldi Ricardo Milos menemukan apa yang dicarinya itu di laci meja kerjanya di dekat jendela di dalam kamar mereka dan disana juga ia menemukan foto seorang wanita muda yang selalu membuatnya penasaran dan ingin tahu tentang wanita di foto itu.
"Apa aku harus menanyakannya kepada Papa Dean Ambrose di China untuk aku tidak lagi merasakan penasaran seperti ini dengan foto wanita ini? " pikir Reynaldi.
Dan, pada saat itu terdengar suara bel di pintu gerbang rumahnya yang membuatnya cepat ke luar kamar menuju ke halaman depan untuk ia lihat siapa yang datang ke rumahnya dan ia pun menemukan adiknya berdiri di depan pintu gerbang rumahnya.
"Shinta? "
__ADS_1
"Iya, aku Shinta Kak Rey.. " jawab Shinta dengan senyuman manis kepada Reynaldi Ricardo Milos yang cepat membukakan pintu gerbang rumah untuk adiknya masuk.
"Ehh, kamu benaran mau tinggal di Jakarta? " tanya Reynaldi Ricardo Milos membantu adiknya membawa koper milik adiknya itu.
"Iya, Kak Reynaldi. Apa aku boleh tinggal di sini di rumah mu ini sampai aku bisa menemukan kosan di Jakarta? " ucap Shinta sambil melihat Jeniffer kakak iparnya yang sedang membawa piring-piring berisi makanan dari dapur ke ruang makan dengan terampil sekali.
"Ya, tentu saja boleh dan Kakak juga tak izinkan kamu untuk ngekos di tempat lain di Jakarta ini berbahaya bagi seorang gadis abg seperti mu." jawab Reynaldi Ricardo Milos mengantarkan Shinta ke kamar lain khusus untuk adiknya lalu mengajak adiknya untuk menemui Jeniffer di ruang makan.
"Shinta, cepat kamu berikan salamnu kepada Kak Jen. " kata Reynaldi Ricardo Milos kepada Shinta seraya membantu istrinya menata piring di meja makan.
"Iya,selamat malam Kak Jen. Maaf, Shinta minta izin untuk tinggal di rumah Kakak, ya? " ucap Shinta sambil duduk di kursi makan di depan Jeniffer.
"Ya, tentu saja kamu boleh tinggal di rumahnya Kakak Reynaldi mu sampai kapanpun, Shinta. " jawab Jeniffer tersenyum ramah menyambut kedatangan adik iparnya.
"Jen, dia akan tinggal di rumah kita sampai dia menemukan pasangan yang sesuai dengan kriteria ku sebagai Kakak laki-laki nya dan dia di sini akan membantumu untuk mengurus rumah kita. " kata Reynaldi melirik ke adiknya untuk bicara kepada Jeniffer.
"Iya, Kak Jen. Shinta akan membantu pekerjaan rumah untuk Kakak Jen sampai batas waktu Shinta dapat izin tinggal di rumah Kakak." kata Shinta tulus kepada Jeniffer yang mengangguk untuk izin tinggal Shinta.
"Iya, ya Shinta. Mari kita makan malam bersama sebelum makanannya menjadi dingin dan tak enak lho nanti. " kata Jeniffer yang ramah sekali kepada Shinta seraya menyendokkan makanan di piring untuk Shinta.
"Iya, Kak Jen, terimakasih banyak. " kata Shinta yang cepat menengok ke Reynaldi. "Kak Rey dan Kak Jen selamat makan malam.. " katanya yang kembali menghadapi Jeniffer di depannya lalu menyuap makanan ke mulutnya.
Reynaldi tersenyum melihat istrinya sangat luar biasa baik hati menerima adiknya untuk tinggal di rumah mereka bahkan melayani makan untuk adiknya itu bisa nyaman di dekat istrinya.
__ADS_1
Bersambung!!