Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 25.


__ADS_3

Sesudah makan malam bersama dengan Kakak dan Kakak iparnya yang menyambut kedatangan nya untuk pertamakali di Jakarta setelah dia dewasa. Shinta Adiwijaya membantu Kakak ipar nya mencuci piring di dapur sambil bercerita tentang kehidupannya dan keluarganya di kota Shanghai, China.


"Wah, hebat sekali pekerjaan Papa Dean yang semakin maju saja juga adik kecil kita pun sudah tumbuh remaja yang cantik seperti Mama Silvi dan kamu, Shinta. " kata Jeniffer turut bahagia mendengar kehidupan O'om nya harmonis dan sehat selalu.


"Iya, cuma aku yang tak bahagia, kak.. " kata Shinta muram.


"Lho kenapa? " tanya Jeniffer cepat menengok kepada adik iparnya yang juga sepupunya sendiri.


"Aku baru putus cinta dari pacarku, Kak. " jawab Shinta bergetar menahan tangis.


"Oh, jangan sedih lagi karena kamu akan jumpa pria yang lebih baik daripada mantanmu itu yang songong banget.. " Kata Jeniffer menghiburnya.


"Iya, Kak. Karena itu aku memutuskan untuk hidup mandiri di Jakarta untuk menata kembali hatiku yang hancur berkeping-keping karena pria tak jelas itu. " kata Shinta memeluk kakak ipar nya sambil melirik ke arah Reynaldi kakak angkat nya yang sedang mengerjakan sesuatu di meja tamu.


"Shinta, ayo Kak Jen bantu kamu merapikan baju dan barang mu dari kopermu lalu membuka HP atau laptop mu untuk mencarikan pekerjaan yang baik untuk mu.. " kata Jeniffer menariknya keluar dari dapur usai semua pekerjaan di dapur selesai untuk berbelok ke kiri yaitu kamar kedua dari kamar di rumah kakaknya itu.


Melihat kesungguhan hati Jeniffer membantu dirinya menimbulkan rasa benci di hati Shinta yang memang sejak dahulu sudah mencintai Kakaknya setelah dia tahu bahwa Reynaldi itu bukan anak kandung Papa dan Mamanya tetapi anak adopsi Papanya.


"Ughhh, kamu jangan sok baik deh sama aku..," batin Shinta sambil memerhatikan Jeniffer yang merapikan baju dan barang-barang bawaannya dari koper ke lemari pakaian tanpa mengeluh sedikit pun.


"Shinta, selagi aku sedang merapikan baju dan celana mu sebaiknya kamu pergi mandi dulu gih soalnya hari sudah malam lho.. " Kata Jeniffer tersenyum manis kepada Shinta seraya berikan handuk dan pakaian bersih kepada Shinta.


"Iya, Kak Jen. Terimakasih.. " jawab Shinta yang cepat mengambil handuk dan pakaian bersih dari tangan Jeniffer lalu pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Reynaldi yang melihat istrinya sibuk mengurus adiknya di kamar adiknya berdiri dari sofa lalu menghampiri istrinya untuk mencium bibir manis istrinya secepat kilat sambil membantu istrinya merapikan barang bawaan adiknya.


"Kak Rey,kau genit sekali sih datang-datang ke kamar Shinta hanya ingin mencium bibir ku.. " kata Jeniffer tersipu malu-malu melihat suami nya yang terkekeh di depannya sambil sibuk membantunya untuk merapikan barang Shinta di meja belajar gadis itu.


"Hehehe, aku juga mau dibantu olehmu, sayang. Cuma aku ingin kamu membantu ku untuk asyik- asyik di kamar kita sebelum jam tidur kita. " kata Reynaldi meraih jemari Jeniffer setelah semua barang Shinta sudah rapi di tempatnya masing -masing.


Shinta mengintip dari balik pintu kamar mandi lalu menghembus napas dalam-dalam dengan raut wajahnya masam sekali sehingga gadis itu uring-uringan di kamar mandi.


"Iiihhh, dasar perempuan centilnya minta ampun sama Kak Reynaldi.. " kata Shinta dengan hati sebal.


*****


Kediaman Yudha Pratama, Jakarta, Indonesia.


Miranda melemparkan piring makanannya ke lantai setelah mendengar laporan dari artnya yang mengatakan bahwa suaminya telah pergi dari rumah untuk mengurus pekerjaan di kantor yang menjadi alasan suaminya untuk hindari malam pengantin mereka.


Maka untuk malam hari itu Miranda terpaksa harus tidur seorang diri di kamar mereka tanpa suaminya di sampingnya dan pada jam lima pagi dini hari barulah Yudha suaminya berbaring di sampingnya tanpa menengok kearahnya.


"Uuuuhh, sampai kapan aku harus menunggunya untuk mempedulikan aku.. " batin Miranda yang pilu.


Yudha tertidur pulas dengan cepat setelah pria ini mengunjungi kekasih gelapnya di apartemen pribadi kekasih gelapnya sejak sore hari sampai ke dini hari barulah dia pulang ke rumah untuk temui istrinya.


Senyuman cerah terhias di bibir Yudha sampai hati Miranda sakit sendiri namun wanita itu tak bisa melakukan apa-apa , jadi Miranda memilih untuk mendiamkan suaminya saja dengan ia kembali tidur di samping suaminya.

__ADS_1


*****


Kediaman Milos.


Pagi hari yang cerah dirasakan oleh Jeniffer di samping Reynaldi suaminya. Wanita muda ini meregangkan tubuhnya untuk menggeliat di atas tempat tidur sebelum turun dari tempat tidur lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi dan bekal makan siang untuk suami dan adik iparnya.


"Selamat pagi Kak Jen... " sapa Shinta ceria di pintu dapur kepada Jeniffer yang sedang sibuk memotong bawang merah dan putih di talenan di meja dapur.


"Selamat pagi Shinta.. Ayo silakan minum susu mu di cangkir khusus untuk mu yang motif hello kitty warna pink. " kata Jeniffer menoleh ke arah Shinta sambil menunjukkan cangkir isi susu di meja makan untuk Shinta.


"Eh, ya.. Kak Jen, apakah ada biskuit atau sereal gandum di rumah Kakak untuk sarapan pagi ku? " tanya Shinta sambil meminum susunya kepada Jeniffer.


"Ada, Shinta. Kau bisa ambil biskuit atau sereal gandum di kulkas di samping pintu bagian dua. " jawab Jeniffer tanpa menoleh ke Shinta yang membuka pintu kulkas dan mengambil biskuit di samping pintu kulkas.


Shinta memerhatikan Jeniffer yang masih sibuk memasak sarapan pagi di atas kuali di kompor gas dengan senyuman di bibirnya namun hatinya ada niat untuk mencelakakan Jeniffer di saat itu juga selagi Reynaldi belum datang ke dapur.


"Hmm.. Aku ada ide untuk mu mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapatkan akibat sikap dan perilaku mu yang menyebalkan." pikir Shinta yang sudah menyiapkan sisa biskuit di piringnya untuk dilempar ke api di bawah kompor gas.


Namun ia cepat mengurungkan niatnya karena Reynaldi sudah datang ke dapur untuk bantu Jeniffer membawakan piring sarapan pagi ke meja makan sambil menyapa istrinya dengan kecupan lembut di bibir istrinya


"Shinta,daripada kamu bengong aja disitu lebih baik kamu bantu Kakak bawain makanan ke meja makan. " kata Reynaldi sambil melewatinya dan melirik ke arahnya dengan tajam sampai ia gemetaran khawatir kalau Reynaldi tahu niatnya untuk mencelakakan Jeniffer tadi.


"Iya, Kak Reynaldi.. Shinta datang kok bawain makanan ke meja makan.. " jawab Shinta segera mengambil mangkuk isi sayuran yang di ulurkan Jeniffer kepalanya.

__ADS_1


"Terimakasih Shinta.. " kata Jeniffer tersenyum senang melihat adik iparnya membantunya untuk membawakan makanan sarapan pagi ke meja makan dengan senyuman ceria di wajah cantik adik iparnya itu.


Bersambung!!


__ADS_2