
Reynaldi memarkirkan mobilnya di garasi depan rumahnya lalu membuka pintu mobilnya dan ia turun dari mobil sembari menutup kembali pintu mobilnya kemudian berjalan menuju ke pintu kawat.
"Selamat malam, suamiku. " sapa Jeniffer yang membuka pintu kawat untuk Reynaldi masuk ke ruangan dalam rumah.
"Wah, cantik sekali istriku menyambutku pulang dari kerja." balas Reynaldi tersenyum kepada istrinya yang mengambil tas kerjanya lalu di bawa ke kamar mereka.
"Kak Rey, kamu mau makan malam dahulu atau mandi dahulu? " tanya Jeniffer sambil menutup kembali pintu kamar mereka.
"Mandi dahulu lah, kotor dan bau keringat nih.. " jawab Reynaldi yang segera menerima handuk dari istrinya sebelum berjalan masuk ke kamar mandi.
Jeniffer dengan cepat menyiapkan baju rumah untuk suaminya di ranjang sebelum dia pergi ke dapur untuk menyediakan makanan untuk makan malam suaminya, dirinya dan adik ipar nya.
Tetapi rupanya Shinta sudah menata makanan serapi mungkin di meja makan lalu gadis cantik itu pun sudah duduk manis di kursi makan untuk menunggu suaminya dan dirinya hadir di ruang makan.
"Kak Jen, kau duduk sajalah di kursi makan mu. " kata Shinta mengedikkan bahunya ke kursi untuk Jeniffer duduk.
"Iya, Shinta makasih. " jawab Jeniffer hangat.
Lalu Reynaldi datang dengan wajah segar sekali sambil duduk di kursinya dan menatap Shinta untuk bicara sesuatu kepadanya sambil tangan kanannya menerima piring berisi nasi dan lauk-pauk yang disodorkan istrinya untuknya.
"Kak Reynaldi, pasti sudah tak sabar untuk aku berikan pengumuman mengenai aku di terima kerja di PT Raja Yupiter dan aku juga akan pindah dari rumah Kakak ke rumah sewa yang jaraknya dekat dengan kantorku bekerja pada lusa hari. " kata Shinta tersenyum manis kepada Reynaldi.
"Wah, selamat untuk mu, Shinta. Kamu sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan yang tepat untukmu sendiri. Aku sebagai kakakmu hanya bisa mendoakanmu dan mendukungmu untuk kamu selalu maju terus pantang mundur untuk menggapai mimpi mu. " kata Reynaldi dengan senyuman cerah kepada Shinta.
"Ya, Kak Reynaldi. Aku sudah memikirkan yang terbaik untuk ku.. Karena itu aku membuatkan masakan kesukaanmu untuk merayakan hari dewasa ku ini. " kata Shinta tertawa bahagia dan menikmati makan malam bersama Kakak laki -lakinya dan Kakak perempuan iparnya.
"Suamiku, aku juga mau memberitahukan satu kabar gembira untukmu. " kata Jeniffer yang kini mendapatkan perhatian lebih dari Reynaldi yang sebenarnya sudah melihat hasil testpack istrinya di kamar mandi.
__ADS_1
"Apa kabar gembira yang ingin kamu beritahukan kepada ku, sayang? " tanya Reynaldi membelai lembut pipi Jeniffer sambil menikmati makanan nya di piringnya.
"Aku hamil untuk pertama kalinya, suamiku. " jawab Jeniffer dengan senyuman bahagia yang di sambut ciuman manis di bibir dari Reynaldi.
"Wah, aku sangat bahagia mendengar dua buah kabar gembira pada malam hari ini yaitu yang pertama adalah Shinta dapat pekerjaan dan rumah sewa dan yang kedua adalah Jeniffer-ku telah hamil calon anakku yang pertama. " kata Reynaldi dengan ceria sekali.
"Ya, suamiku. Apakah kamu besok kamu mau menemaniku untuk memeriksakan kesehatan ku dan janin di perutku di rumah sakit? " tanya Jeniffer dengan halus kepada Reynaldi.
"Ya, tentu saja, aku mau dan wajib mengetahui yang pertama kali tentang anak di perutmu itu, sayang. " jawab Reynaldi yang membantu istri nya merapikan meja makan.
"Kak Reynaldi, biarkan aku saja yang mencuci piring dan gelas... " kata Shinta mengejarnya ke dapur.
"Shinta, kau sudah capek seharian ini sebaiknya kamu istirahat di kamar untuk besok pagi kamu segar dan bugar ada tenaga untuk kerja. " kata Reynaldi menolak bantuan dari Shinta.
"Tapi, kau kan laki-laki tak pantas untuk mencuci piring dan gelas yang merupakan pekerjaan bagi perempuan di rumah. " kata Shinta yang tetap memaksa untuk membantu Reynaldi.
"Shinta, tak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan kalau mengenai urusan rumah tangga kecuali laki-laki itu pemalas dan tidak menyayangi istrinya yang sedang hamil muda dan memerlukan waktu istirahat untuk urusan rumah. " kata Reynaldi dengan tegas melihat ke arah Jeniffer yang ingin membantunya itu telah di cegah melalui tatapannya dari atas kepala dan rambut panjang dan tebal Shinta.
Reynaldi datang ke kamar dan menutup pintunya dengan rapat serta menguncinya usai merapikan piring dan gelas di rak piring di samping meja dapur. Reynaldi langsung naik ke tempat tidur di samping Jeniffer.
"Sayang, kemarilah.. " kata Reynaldi yang segera merangkul Jeniffer yang menaruh kepalanya di pundaknya.
"Kamu mau apa bersikap semanis ini? " tanya Jeniffer dengan suara manjanya kepada suami nya.
"Mencium kamu lah.. " jawab Reynaldi manis.
Pagi harinya, Reynaldi sudah merapikan kemeja kerja dan menyediakan pakaian untuk dikenakan oleh Jeniffer.
__ADS_1
"Kamu harus memakai baju ini untuk pergi ke rumah sakit. "Kata Reynaldi yang mengatur baju yang pantas untuk Jeniffer.
"Iya, suamiku. " jawab Jeniffer patuh.
"Kamu harus makan pagi dengan sarapan pagi yang sudah aku buatkan untuk mu dan bayi di perutmu itu. " kata Reynaldi yang rupanya sudah menyiapkan makanan untuk mereka sarapan pagi.
"Iya, Kak Reynaldi sayangku. " jawab Jeniffer.
Shinta yang melihat kemesraan mereka berdua di sepanjang pagi itu merasa sebal namun tidak di tampilkan di luar wajahnya yang menampilkan senyuman senang melihat kemesraan antara Kakaknya dengan Kakak iparnya di depan kedua matanya.
"Kak Reynaldi, aku berangkat kerja, ya sekarang.. " kata Shinta yang cepat pamit kepada Reynaldi dan Jeniffer dengan menyalami keduanya lalu meninggalkan ruang makan untuk mengambil tas kerjanya.
"Shinta, nanti malam aku akan mengantarkanmu ke rumah sewa mu supaya aku tahu dimana kau tinggal di Jakarta supaya aku bisa memberitahu Papa Dean Ambrose Adiwijaya di Shanghai. " kata Reynaldi yang cepat menyusul adiknya di luar pintu gerbang rumahnya.
"Iya,Kak Reynaldi... Kakak tenang saja.. " jawab Shinta segera kepada Reynaldi sebelum naik ke jok motor ojol yang menjemputnya.
Lalu Reynaldi menemani Jeniffer pergi ke rumah sakit dengan mengendarai mobil usai mereka sarapan pagi dan mengunci pintu rumah mereka dengan benar. Di rumah sakit, mereka menunggu giliran untuk dipanggil untuk masuk ke ruangan dokter spesialis kandungan.
"Bu Jeniffer Lin Ricardo Milos silakan Anda naik dan berbaring di tempat tidur ini. " kata Dokter yang memeriksa kesehatan Jeniffer.
"Ya, Dok. " jawab Jeniffer.
Tak lama kemudian Dokter spesialis kandungan memberitahukan hasil USG Jeniffer di hadapan Reynaldi yang bersorak melihat denyut bayi di rahim Jeniffer bergerak dengan lincah dan sehat.
"Selamat Pak Reynaldi Ricardo Milos dan Bu Jeniffer Lin Ricardo Milos atas hasil USG Bu Jeniffer yang menunjukkan bayi anda berdua di layar monitor sangat lincah dan sehat yang bisa menandakan bahwa kehamilan Bu Jeniffer Lin Ricardo Milos telah memasuki usia sembilan minggu atau dua bulan lewat satu minggu. " kata Dokter spesialis kandungan kepada Reynaldi dan Jeniffer.
"Wahh, ya dokter. Terimakasih banyak.. " kata Reynaldi gembira.
__ADS_1
"Iya, sama-sama Pak Reynaldi dan Bu Jeniffer. Saya akan menuliskan resep obat dan vitamin juga pola makan sehat selama masa kehamilan Bu Jeniffer Lin Ricardo Milos agar kondisi janin dan Bu Jeniffer Lin Ricardo Milos selalu sehat sampai melahirkan. " kata Dokter spesialis kandungan dengan senyuman ramah kepada Reynaldi dan Jeniffer Lin Ricardo Milos.
Bersambung!!