
Jakarta, Indonesia.
Oma Wina Yulianti Adiwijaya terperanjat kaget mendengar maksud dari kepulangan Dean Ambrose Putra Adiwijaya ke rumah besarnya adalah mendapatkan restu dari Wina Yulianti Adiwijaya ini mengenai permintaan dari Reynaldi yang ingin meminang Jeniffer secara resmi.
"Tidak bisa!! Jeniffer masih terlalu muda dan tidak cocok dengan anak itu yang tidak jelas asal usulnya siapa! Aku tolak dengan tegas! Aku tidak mau Jeniffer dengan anak itu! " teriak Wina Yulianti Adiwijaya marah.
"Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang terhormat dan baik, kata siapa aku Reynaldi tidak jelas. Reynaldi jelas ada identitasnya dengan terang , Oma tidak berhak untuk mencela Reynaldi, " kata Reynaldi menantang marah juga.
"Kurang ajar! Kau pikir kamu itu siapa? Berani sekali untuk meminang Cucu perempuan ku dari ku!! " kata Wina Yulianti Adiwijaya semakin marah.
"Aku Reynaldi Ricardo Milos yang berani sekali untuk meminang cucu perempuan Oma Wina Yulianti Adiwijaya dari Oma untuk Reynaldi bisa menikahi Jeniffer. " sahut Reynaldi berani sekali.
"Satu lagi Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang cantik jangan lupa bahwa Reynaldi juga manusia yang tahu pendidikan dan sebagainya, jadi Oma jangan seenaknya menghina Reynaldi. " kata Reynaldi menatap lurus mata Oma Wina Yulianti Adiwijaya.
Sedangkan Suhandi Pratama hanya bisa mondar - mandir mendengar mereka bertiga berdebat tentang permintaan Reynaldi untuk Jeniffer darinya, Suhandi Pratama tahu bahwa Jeniffer bukan darah dagingnya maka tidak masalah baginya untuk Jeniffer menikah dengan Reynaldi secepatnya dengan begitu mudah baginya untuk mengambil seluruh harta ibu mertuanya tanpa harus menunggu lama.
"Bagaimana dengan O'om Suhandi Pratama setujukah dengan permintaan Reynaldi untuk Jeniffer dari O'om sebagai Papanya Jeniffer? " tanya Reynaldi langsung kepada Suhandi Pratama.
"Setuju, " jawab Suhandi Pratama cepat tanpa berpikir panjang lagi.
"Ah, Suhandi!! " teriak Wina Yulianti Adiwijaya mendengar menantunya sudah bilang setuju.
"Makasih banyak, O'om, " kata Reynaldi yang malah menjabat tangan Pak Suhandi Pratama secara tegas.
__ADS_1
Dean Ambrose mengeluarkan surat resmi untuk Suhandi Pratama menandatangani surat resmi pernyataan bahwa Suhandi Pratama setuju untuk menyerahkan Jeniffer untuk Reynaldi jaga selamanya langsung di depan mata pria yang sebenarnya sangat tidak di sukai oleh Dean Ambrose sejak dulu.
"Iya, aku tandatangani. " kata Suhandi Pratama menandatangani surat resmi itu yang di saksikan langsung oleh pengacara dari Reynaldi, Dean Ambrose dan keluarga besar Adiwijaya di dalam ruangan itu.
Jeniffer berlari menyambut kedatangan Reynaldi dengan senyuman manis dan melemparkan diri ke dalam pelukan Reynaldi yang menyambutnya dengan senyuman khasnya dan di saksikan oleh Dean Ambrose terlihat sekali kebahagiaan yang terpancar pada mereka berdua yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"Jeniffer, cepat kamu bereskan barang- barang mu karena mulai hari ini kau akan tinggal bersamaku selamanya kau akan bahagia. " kata Reynaldi memberitahukan Jeniffer bahwa gadis itu sekarang sudah bebas dari rumah besar Adiwijaya yang dingin.
"Iya, Reynaldi. " sahut Jeniffer bahagia sekali.
Dua bulan berlalu sejak Jeniffer keluar dari rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya dan tinggal di rumah milik Reynaldi Ricardo Milos yang kini menjadi sepupu, kekasih, dan tunangan Jeniffer yang sangat Jeniffer sayang dan cinta setulus hati Jeniffer hanya untuk Reynaldi seorang yang selalu ada untuk Jeniffer.
"Bagaimana perasaanmu sekarang ini, Jeniffer? Apakah sudah lebih baik? "
Jemari tangan Reynaldi berhenti dengan mulus mengakhiri permainan pianonya yang sangat indah di telinga Jeniffer. Ia menghela napas dalam-dalam, membuka mata, lalu mendongak menatap Jeniffer yang tersenyum manis kepada nya dengan perasaan sangat senang sekali dan bahagia.
Reynaldi balas tersenyum, mengangguk pelan. " Tak perlu berterimakasih padaku, Jeniffer. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sebagai sepupu, pacar dan calon suami mu. Pastikan selalu bisa membuatmu bahagia bersama ku dan kau bisa melupakan semua hal yang membuat hidupmu sedih di masa lalu mu."
Jeniffer mengangguk, senyumnya melebar. " Iya, Reynaldi. Sekarang aku akan berusaha untuk hidup bahagia bersama mu. "
"Aku yakin kamu pasti bisa bahagia."
"Semoga saja. Kau hanya harus selalu siap untuk mendukung ku setiap waktu dan setiap hari mu. "
__ADS_1
"Itu pasti! "
"Terimakasih, Pacar ku. Kau memang pacarku yang selalu bisa di andalkan. "
"Dan, terkadang selalu menyebalkan bagimu, " sela Reynaldi, tertawa.
Jeniffer balas tertawa lepas. Perasaan nya menjadi lebih baik dan bahagia dari sebelumnya. " Ohya, kau mau ku buatkan sesuatu yang enak untukmu makan malam? Aku sudah belajar memasak untuk mu melalui panduan buku masak di YouTube setiap siang hari saat aku bosan berada di dalam rumah sampai menanti mu pulang dari kerja. "
"Boleh, " Reynaldi segera mengangguk antusias.
Sementara itu, Jeniffer mulai sibuk di dapur untuk membuatkan menu makan malam mereka berdua di rumah baru mereka berdua dengan perasaan bahagia belajar untuk menjadi seorang istri yang baik untuk Reynaldi sekitar dua tahun lagi menunggu Jeniffer lulus kuliah di universitas yang sama dengan universitas dua tahun lalu Reynaldi kuliah.
Tiga puluh menit kemudian, Jeniffer pun selesai memasak dan menyiapkan makanan di meja makan untuk makan malam bersama dengan Reynaldi yang sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan Jeniffer yang terbaru meskipun Reynaldi selalu bilang untuk urusan di dapur dan rumah, Jeniffer tidak perlu repot-repot karena Reynaldi sudah siapkan koki dan asisten rumah tangga yang sama lengkapnya dengan rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya.
"Aku tidak mau, Reynaldi. Aku mau melakukan semua kegiatan di dalam rumah bisa aku kerjakan sendiri dengan begitu aku bisa menjadi kekasih dan calon istri mu yang baik supaya aku setelah menikah dengan mu bisa membuat mu bahagia karena aku bisa mengurus segala keperluan mu sebagai suamiku nanti. " kata Jeniffer setiap kali Reynaldi meminta Jeniffer untuk tidak repot mengurus Reynaldi.
"Baiklah, Jeniffer. Terimakasih. " kata Reynaldi mendekatkan diri kepada Jeniffer untuk Reynaldi bisa mencium kening Jeniffer.
"Reynaldi, bagaimana makan malam yang aku buatkan untuk mu malam ini? " tanya Jeniffer menyadarkan lamunan Reynaldi yang sedang mengingat hari pertama Jeniffer masuk ke dalam rumah Reynaldi yang di beri nama Rumah Bahagia.
"Enak sekali, terimakasih sayang. " ucap Reynaldi tersenyum lembut pada Jeniffer.
Jeniffer memerah karena pujian lembut Reynaldi untuk masakan buatan nya untuk Reynaldi yang paling dicintainya itu, "Sama-sama, sayang "
__ADS_1
Keesokan harinya, Jeniffer bangun pagi lebih awal untuk menyiapkan sarapan pagi dan bekal makan siang untuk Reynaldi di kantor. Jeniffer sudah menyiapkan semua itu sejak Jeniffer ikut bersama Reynaldi untuk tinggal serumah dengan Reynaldi yang sangat baik untuk Jeniffer.
Bersambung!!