
Di sisi lain terlihatlah Renata Ayuningsih di teras rumah sederhana di daerah Jakarta Barat yang merupakan rumah baru yang dibeli oleh suami nya yaitu Randi dengan hasil jerih payah bekerja keras di perusahaan yang dikelola oleh mantan istri dari Yudha Prakasa.
"Ren, kamu suka atau tidak dengan rumah baru kita? " tanya Randi memeluknya dari belakang.
"Suka, "
"Syukurlah, kalau kamu suka dengan rumah baru kita, aku sungguh lega mendengarnya. " kata Randi yang menciumnya dengan lembut.
"Ran,apakah kamu mau memaafkan kesalahan ku di masa lalu apapun kesalahan yang telah aku lakukan terhadapmu? " pinta Renata Ayuningsih dengan airmata penyesalan kepada suaminya.
"Iya, Rena. Aku akan selalu memaafkanmu kok. " jawab Randi dengan sungguh-sungguh kepada Renata Ayuningsih.
"Terimakasih Randi.. " kata Renata Ayuningsih di pelukan suaminya.
Renata Ayuningsih sudah mendengar berita di internet mengenai Yudha Prakasa,Suhandi Pratama dan Amanda Franda yang ditangkap polisi karena kasus pembunuhan yang telah dilakukan oleh ketiga orang itu terhadap orang - orang di sekeliling tiga orang itu yang sudah amat baik hati terhadap ketiga orang itu. Hal ini mendatangkan rasa penyesalan di hati Renata Ayuningsih terhadap kesalahannya terhadap Randi suaminya dengan berselingkuh dengan Yudha Prakasa bahkan sampai memiliki seorang anak laki-laki yang dianggap sebagai anaknya Randi tanpa sepengetahuan Randi.
"Aku akan menyimpan rahasia besar ini untuk selamanya demi kebahagiaan ku dan keamanan anakku juga. " batin Renata Ayuningsih.
Randi yang sangat mencintai istrinya itu selalu menilai istrinya adalah seorang wanita yang baik hati dan penyayang keluarga dan mencintainya dengan tulus seperti dirinya yang mencintai istri nya itu.
Kembali ke rumah kediaman Adiwijaya. Malam itu adalah malam yang sangat indah bagi para anggota keluarga Adiwijaya, Keluarga Regane, Keluarga Milos dan keluarga Lin juga Keluarga Bell's karena mereka semua memiliki cinta yang besar terhadap keluarga mereka dan setiap orang disekeliling mereka.
"Lupakanlah masa lalu dengan kita semua harus menyongsong hari esok lebih baik daripada hari ini agar kehidupan kita selalu bahagia dengan dipenuhi rasa cinta terhadap setiap orang yang kita miliki. " kata Dean Ambrose Adiwijaya yang memeluk istrinya di balkon ruang keluarganya.
"Ya, cinta adalah kekuatan yang sangat besar untuk mengubah segalanya menjadi indah.. " kata Silvi Agashi di pelukannya.
__ADS_1
Di taman kediaman Adiwijaya ada Dylan Bell's yang sedang memandangi Cassandra Milos di seberangnya dengan perasaan bahagia tanpa di mengerti olehnya.
"Cantik sekali si Cassandra Milos ini.. " batin Dylan Bell's.
"Hmm, kenapa aku menjadi adiknya Reynaldi Ricardo Milos sih?? " keluh Cassandra Milos di hatinya melihat kemesraan di antara Reynaldi Ricardo Milos dengan Jeniffer Lin di dekat air mancur di taman bunga mawar merah kediaman Adiwijaya.
Di dekat tangga yang menuju ke aula utama ada Lara Putri Adiwijaya yang sedang berbincang- bincang dengan Emilia Gustavo dan Marry Regane sambil menikmati makan cemilan buah manggis di dalam piring di dekat mereka bertiga di tangga itu.
Di dekat kolam renang, ada Roger Milos, Alfredo Regane, Joshua Bell's dan Anthony Lin sedang bermain mahjong dengan ditemani secangkir kopi di dekat mereka berempat.
Istri dari Anthony Lin sedang menemani Wina Yulianti Adiwijaya yang ingin menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Lin bahkan wanita tua ini menyukai anak-anak dari Anthony Lin.
"Siapa namamu, nak? " tanya Wina Yulianti Adiwijaya nada ramah.
"Nyonya, namaku Ivy Chen." jawab Istri dari Anthony Lin nada sopan.
"Barbie dan Johnny Lin, Nyonya. " jawab Ivy Chen sopan.
"Bisakah kamu jangan memanggilku Nyonya? " pinta Wina Yulianti Adiwijaya yang menganggap Ivy Chen seperti Laura Putri Adiwijaya baginya.
"Bisa, Bibi Wina. " jawab Ivy Chen menyayangi Wina Yulianti Adiwijaya seperti menyayangi ibu kandungnya sendiri.
Di ruangan dalam, ada Shinta Adiwijaya dan adiknya yang bernama Vivian Adiwijaya sedang membahas tentang perkuliahan yang sedang di jalani oleh Vivian Adiwijaya di universitas terbaik di Shanghai.
"Apakah kamu akan pulang ke Shanghai sendiri tanpa Mama dan Papa kita yang akan menetap di Indonesia? " tanya Shinta Adiwijaya menatap adiknya.
__ADS_1
"Iya, Kak Shinta." jawab Vivian Adiwijaya dengan senyuman manisnya kepada Shinta Adiwijaya.
"Ahh, kau harus mulai belajar hidup mandiri jauh dari keluarga kita. " kata Shinta Adiwijaya yang menasehati adiknya.
Barbie Lin mendatangi Jeniffer Lin di ruang tamu sambil membawakan sepiring buah persik dan buah plum yang dibawanya dari kebun keluarga Lin di kota Xiamen, China.
"Kak Jen, silakan cicipi buah persik yang manis ini untuk menghilangkan rasa dahaga dimasa kehamilan pertama mu yang masih sangat muda sekali. " kata Barbie Lin dengan senyuman ramah kepada Jeniffer Lin.
"Ya, adikku sayang terimakasih banyak. Mari kau duduklah di sofa bersama ku lalu kamu dapat menceritakan tentangmu di China kepadaku." kata Jeniffer Lin mengambil sebutir buah persik dari Barbie Lin.
"Emm, cukup menarik untuk disimak olehmu, Kak Jen. " kata Barbie Lin yang langsung cerita tentang kehidupannya di China kepada Jeniffer Lin dengan riang gembira.
Reynaldi Ricardo Milos memilih untuk bermain piano di sudut ruang keluarga untuk dirinya bisa mengungkapkan semua rasa bahagia yang saat ini dirasakannya dengan berkumpulnya seluruh keluarganya.
"Lagu apakah yang sedang kamu mainkan itu dengan piano mu, sayang? " tanya Dean Ambrose Adiwijaya yang mendatangi putranya terkasih.
"Selembut Kasih. " jawab Reynaldi Ricardo Milos sambil memeluk Papanya dengan kasih sayang.
"Nama lagu yang indah seindah hatimu, anakku. Aku sangat menyayangimu sampai kapanpun meskipun kau sudah dewasa dan akan menjadi orangtua, namun bagi Papa, kamu selalu anak kesayangan Papa Dean Ambrose Adiwijaya untuk selamanya." kata Dean Ambrose Adiwijaya yang mengusap lembut pipi Reynaldi Ricardo Milos yang basah karena airmata kebahagiaan.
"Ya, Pa. Terimakasih banyak atas cinta dan kasih sayang mu yang telah menjadikanku seorang pria yang mandiri, dewasa, bertanggungjawab dan berprinsip kuat untuk cinta dan perjuangan ku untuk membahagiakan semua orang yang ku cintai." kata Reynaldi Ricardo Milos yang telah memeluk Dean Ambrose Adiwijaya.
"Anakku.. "
Jeniffer Lin menghampiri mereka berdua dengan senyuman cerah yang menghiasi bibirnya yang manis lalu Reynaldi Ricardo Milos meraih jemari tangannya untuk duduk di bangku piano.
__ADS_1
"Kau adalah malaikat hatiku selamanya.. " kata Reynaldi Ricardo Milos yang meraih kedua pipi Jeniffer Lin dengan lembut lalu mencium bibir istrinya dengan penuh cinta yang tulus.
___________________TAMAT___________________