
Sesudah mengantarkan Jeniffer memeriksakan kesehatan di rumah sakit dan memulangkan istri ke rumah mereka dengan kelembutan cinta dan perhatian yang tulus. Reynaldi berangkat kerja dengan mengendarai mobilnya menuju ke luar kota yaitu Bekasi Selatan.
"Pak, saya sedang di jalan raya menuju ke pabrik di kota Bekasi Selatan, ya.. sabar bentar lagi saya akan sampai. " kata Reynaldi melalui hpnya ke kliennya.
Perjalanan dari Jakarta ke Bekasi Selatan cukup lama untuk Reynaldi sampai ke pabrik tempat bekerjanya yang lainnya yaitu sekitar jam satu siang hari. Reynaldi memarkirkan mobilnya di depan proyek pembangunan ruko-ruko yang telah siap dibangun di kota tersebut.
"Pak Reynaldi, syukurlah Anda sudah datang ke proyek kita satu ini. Mari Anda lihat seperti apa bangunan ruko-ruko yang Anda inginkan dari gambar atau denah yang telah saya kirimkan kepada Anda melalui email dan WA Anda. " kata kliennya dengan sikap menghormatinya ketika ia membuka pintu mobilnya.
"Iya, Pak Zee.. Aku akan memantau keadaan dan perkembangan bangunan yang sedang berjalan di depan kita ini. " jawab Reynaldi yang berjalan bersama dengan kliennya ke pembangunan di depannya itu sebelum ia mampir ke pabrik di sebelah barat bangunan ruko-ruko itu.
*****
Di rumah yang bersebelahan dengan tepi sungai Ciliwung tampak suram dan terdengar suara tangisan seorang wanita muda yang disekap di rumah itu oleh seorang pria muda tampan dan seorang dokter yang terlihat memberikan surat kepada pria muda di rumah itu.
"Pak Yudha, ini adalah hasil test DNA terhadap janin di rahim Bu Renata Ayuningsih yang telah terbukti adalah janin kandung Anda dengan usia kandungannya berusia empat bulan lebih. " kata dokter dengan nada serius kepada Yudha.
Yudha memegang surat itu sambil memandangi Renata Ayuningsih yang menangis ketakutan di ranjang sambil membalas tatapan Yudha yang menyiratkan kemenangan atas penderitaannya.
"Rena, kau harus bercerai dengan suamimu si Randi itu untuk aku bisa bertanggungjawab atas bayi mu itu. " kata Yudha mendekati Renata di ranjang secara perlahan-lahan lalu mengulurkan tangannya untuk merengkuh wajah cantik dan manis Renata Ayuningsih.
"Tidak bisa, Yudha. Aku tak mau bercerai dengan Randi dia sangat baik kepada ku meskipun aku telah menipunya dengan mengatakan bahwa aku hamil anaknya. " kata Renata terisak-isak.
"Mmm, baiklah, ku pakai cara lain untuk aku bisa mendapatkanmu kembali dan menikahi kamu sebagai istri kedua ku. " kata Yudha mendekati dan menciumnya secara paksa.
"A.. Apa caramu itu? " tanya Renata gemetaran di ranjang itu.
__ADS_1
"Membunuhnya." jawab Yudha yang membuka pakaian Renata Ayuningsih lalu melakukan hal itu kepada wanita yang dahulunya mantan pacar terkasihnya itu.
"Kau jangan membunuhnya,Yudha. Ku mohon...! " ratap Renata Ayuningsih yang berada di dalam pelukan Yudha usai melakukan hubungan suami dan istri dengan Yudha.
"Asalkan kamu menuruti setiap perkataanku.., maka aku takkan pernah membunuh suamimu, Renata. " kata Yudha menawarkan kesepakatan kepada Renata Ayuningsih.
"Apa syarat mu itu? " tanya Renata dengan sikap manja kepada Yudha.
"Kau harus datang kepada ku setiap kali aku mau kamu. " jawab Yudha kembali menciumnya secara liar dan buas.
"I.. Iyaa... " desah Renata Ayuningsih dipelukan Yudha.
Keesokan harinya, Yudha mengantarkan Renata Ayuningsih pulang ke rumah wanita itu di daerah Jakarta Barat sebelum berangkat kerja ke kantor tempatnya bekerja di perusahaannya sendiri.
"Aku ada urusan di rumah Tante Echa yang pada akhirnya meminta aku untuk menginap di rumah nya karena Tante Echa merindukanku yang telah dianggap sebagai anaknya sendiri. " jawab Renata Ayuningsih dengan sikap menyakinkan kepada Randi.
"Ouh, lalu kenapa kamu tidak menjawab telepon dari aku yang semalaman menghubungimu, sayang? " tanya Randi yang mengajaknya untuk sarapan pagi di ruang makan mereka berupa sepiring nasi kuning dan segelas susu vanilla hangat untuknya.
"Karena hpku lowbat dan tak bawa chargeran. " jawab Renata dengan ekspresi seorang wanita baik-baik di depan suaminya.
"Oke deh, aku mempercayai kamu, sayang. Iya, sudah hari ini kamu tak usah pergi kerja di pabrik karena kamu harus istirahat di rumah untuk jaga kesehatan kamu dan bayi kita, sayang. " kata Randi dengan sikap tegas kepada istrinya.
"Iya, Suamiku. Aku mematuhimu. " jawab Renata Ayuningsih membelai lembut pipi Randi sambil berjalan ke kamar mereka untuk istirahat.
Randi menyibukkan dirinya untuk membersihkan dan merapikan dapur juga seluruh ruangan di rumah mereka sebelum berangkat kerja dan mengecup bibir istrinya sebagai ucapan pamit kepada istrinya.
__ADS_1
Setelah Randi meninggalkan rumah mereka yang sederhana itu namun bersih dan rapi juga wangi. Renata Ayuningsih merayap bangun dari tempat tidurnya untuk mengambil hpnya yang langsung terhubung dengan Yudha di kantor.
"Hallo, sayang, kau sampai di kantor rupanya? Apakah kamu sudah sarapan pagi atau belum nih? " sapa Renata Ayuningsih di hpnya kepada Yudha.
"Iya, aku sudah sampai di kantor, hmm belum nih soalnya aku langsung di hadapan sama urusan pekerjaan ku yang menumpuk di meja kerjaku. " jawab Yudha menunjukkan meja kerjanya yang berantakan kepada Renata Ayuningsih melalui hpnya juga.
"Wah, repot juga, ya? Gimana kalau aku bantu kamu kerja dengan kamu kirimkan separuh ke rumah ku biar aku kerjain dari rumahku? " tanya Renata Ayuningsih dengan sikap lembut kepada Yudha.
"Boleh juga, sayang. kalau begitu aku akan kirim separuh pekerjaan ku ke kamu di rumahmu saat ini juga dengan aku datang ke rumahmu saja.. " jawab Yudha dengan ekpresi genitnya kepada Renata Ayuningsih.
"Hahaha, apakah kamu masih merindukan aku? "tanya Renata Ayuningsih dengan tawanya yang menggoda iman Yudha.
" Iya, nih.. Aku masih merindukan kamu dan bayi kita di perutmu itu. "jawab Yudha sambil melihat hpnya yang memunculkan foto gadis cantik lain yang juga kekasih gelapnya dan putri kandung dari Papa tirinya sendiri.
" Yudhaaaaa.. Jawab aku dong...! " teriakan dari luar pintu kantornya mengejutkannya.
"Astaga, kenapa si Revalina datang ke sini sih? " tanya Yudha di dalam hatinya.
"Rena, aku tutup dulu percakapan kita karena aku harus mulai kerja nih, sampai jumpa lain hari ya.. Mmuahh, " kata Yudha melalui hpnya kepada Renata Ayuningsih lalu menutup percakapannya dengan Renata Ayuningsih.
Lalu Yudha berjalan ke pintu kantornya untuk ia bisa membukakan pintu kantornya untuk gadis cantik rambut panjang warna kemerahan yang langsung memberikan ciuman mesra dibibirnya sambil menutup kembali pintu kantornya.
"Reva, kenapa kamu datang ke kantorku sepagi ini sih?Apakah kamu tak ada jam kuliah? " tanya Yudha kepada Revalina Pratama dengan halus sekali sambil melepaskan diri dari pelukan gadis cantik itu.
Bersambung!!
__ADS_1