Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 21.


__ADS_3

Sesuai dengan janji mereka untuk mengunjungi rumah kediaman Adiwijaya sesudah mereka mengunjungi rumah kediaman Regane untuk menjenguk Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang telah menghubungi Jeniffer melalui pesan WA pada siang hari ini.


Reynaldi dan Jeniffer pun mendatangi rumah kediaman Adiwijaya pada pukul dua puluh satu malam dengan membawakan buah tangan hasil kerja keras Jeniffer membuatkan kue tart yang menarik dan lezat kepada Oma Wina Yulianti Adiwijaya di ruang tamu rumah kediaman resmi Adiwijaya.


"Oma,kami sudah datang untuk menjenguk Oma Wina dan melihat adik baru kami yang baru saja lahir dari Mama Amanda. " kata Reynaldi yang menyalami tangan kanan Oma Wina Yulianti Adiwijaya untuk kesopanan.


"Duduk di sofa... " kata Oma Wina dengan nada ketus kepada Reynaldi.


"Oma,ini Jen bawakan kue enak untuk Oma.. " kata Jeniffer memberikan bungkusannya kepada Oma.


"Iya, terimakasih. " kata Oma menerima kue tart itu yang lalu di berikan kepada pelayan rumah kediaman Adiwijaya tanpa menghiraukan sinar mata Jeniffer yang agak tersinggung dengan sikap Oma yang tak menghargai pemberiannya yang tulus untuk Oma nya.


"Jen, ini lihat adik llaki-laki mu yang telah Papa dan Mama Amanda berikan nama Ken Pratama. " kata Suhandi Pratama memperlihatkan bayi laki-laki barunya kepada Jeniffer dan Reynaldi.


"Wah, ya Pa.. "jawab Jeniffer yang melihat adik laki-laki tirinya dengan tulus.


" Ohya, Jen. Kenapa kamu dan suamimu kembali ke Jakarta? " tanya Yudha tanpa basa basi lagi kepada Jeniffer.


"Karena Kak Reynaldi, ada pekerjaan di Jakarta dan aku lebih nyaman untuk menetap di Jakarta, Kak Yudha. " jawab Jeniffer menatap Kakak tiri nya.


"Oh, lalu apakah kalian ingin tinggal di rumah ini lagi untuk meramaikan suasana rumah Oma Wina kalian sebelum Aku menikah dan harus meninggalkan rumah ini untuk memiliki rumah baru ku bersama dengan istri ku nantinya? " tanya Yudha yang menunjukan tunangannya di tempat duduk di sampingnya kepada Jeniffer dan Reynaldi.


"Tidak, Kak. Kami sudah mempunyai rumah kami sendiri. " jawab Reynaldi yang langsung menatap lekat-lekat kakak ipar tirinya yang sangatlah kikir terhadapnya dan Jeniffer.


"Baguslah.. Aku juga tak mau anak tak jelas yang seperti mu untuk tinggal di rumah ku hanya di karenakan aku mengizinkan mu untuk menikahi cucu perempuan ku. " kata Oma Wina Yulianti Adiwijaya nada tajam kepada Reynaldi.

__ADS_1


"Oma, kenapa Oma masih mengatakan suamiku dengan sebutan anak tak jelas? " tanya Jeniffer yang sangat sedih mendengar Oma nya begitu kasar kepada Reynaldi.


"Karena dia sesungguhnya tidaklah pantas untuk menjadi suamimu. Dia tak punya pekerjaan yang layak untuk menghidupi mu yang sejak lahir telah memiliki segalanya dari ku. Kini kau harus membuat kue ini sendiri, mengerjakan urusan rumah tangga seorang diri tanpa pelayan yang membantumu.. " jawab Oma Wina menghina Reynaldi.


"Oma.. " panggil Jeniffer yang langsung menarik tangan Reynaldi.


"Kak sebaiknya kita segera pulang saja dan kita tidak perlu untuk menginjakkan kaki kita di rumah ini lagi.. " kata Jeniffer yang mengajak suaminya keluar dari ruang tamu rumah Oma nya.


"Jeniffer, ingat pesan dari Oma untuk mu.. " kata Oma sebelum Jeniffer membawa suaminya ini meninggalkan Oma nya dengan masuk ke dalam mobil mereka.


"Jen.. Pesan apa yang Oma Wina katakan pada mu? " tanya Reynaldi di dalam mobil mereka usai meninggalkan rumah kediaman Adiwijaya.


"Tidak ada, Kak Reynaldi. " jawab Jeniffer yang tak ingin suaminya bersedih hati.


"Oma berpesan agar aku tidak menyerahkan diri ku kepada mu, Kak Reynaldi. " jawab Jeniffer yang menangis.


"Kenapa? " tanya Reynaldi nada biasa saja.


"Karena Oma tak mau aku memiliki seorang anak darimu yang dinilainya bukanlah seorang pria baik-baik dari keluarga baik-baik juga. " jawab Jeniffer semakin deras tangisannya.


"Oh, aku harus mencari tahu keluarga asliku jika aku ingin mendapatkan dirimu? Begitukah? " tanya Reynaldi nada tenang.


"Iya, Kak Reynaldi. " jawab Jeniffer menundukkan kepalanya.


"Baiklah, aku akan penuhi syarat dari Oma Wina Yulianti Adiwijaya. Kau jangan menundukkan kepalamu seperti itu karena aku tak apa-apa, kok. " kata Reynaldi mengangkat tangan kanan untuk menyuruh istrinya tidak menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku malu, Kak Reynaldi.. Aku sebagai seorang istri belum bisa memberikan diriku kepadamu yang berhak untuk mendapatkanku.. " kata Jeniffer terisak-isak.


"Tak perlu malu, Jen. Aku akan sabar untuk Aku bisa menanti dirimu siap untuk memberikan diri mu kepada ku.. " kata Reynaldi nada lembut.


"Tapi, kak Reynaldi? Aku bisa berdosa kepadamu sebagai suamiku. " kata Jeniffer yang semakin deras tangisannya sambil turun dari mobil saat mereka telah tiba di rumah mereka.


"Ya, kalau begitu malam ini kau serahkan dirimu kepada ku dan jangan dengarkan pesan Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang menurutku sama sekali tidak masuk akal dengan syaratnya itu.. " kata Reynaldi yang menggandeng tangan kanan Istrinya untuk berjalan masuk ke dalam rumah mereka.


Di kamar, Reynaldi membuka pakaian piyama yang dikenakan oleh Jeniffer usai istrinya telah membersihkan diri di kamar mandi. Ia mencium lembut bibir Jeniffer sambil perlahan-lahan di baringkan di ranjang.Kemudian ia mulai sentuh bagian-bagian tertentu istrinya dan memasuki gua indah istrinya pada tengah malam hari itu.


Pagi harinya, Jeniffer terbangun dari tidurnya dengan merasakan sakit pada bagian bawah perutnya namun ia tidak mengeluh sama sekali. Ia turun dari tempat tidur lalu mandi dengan air hangat lalu merapikan dirinya.


"Aku harus mempersiapkan tanggal untuk bulan depan untuk memastikan bahwa usai malam kemarin Aku telah mendapatkan kebahagiaan yang semestinya Aku miliki untuk kebahagiaan rumah tangga ku bersama Kak Reynaldi. " kata Jeniffer memeluk dirinya sendiri sambil berjalan keluar dari kamar menuju ke dapur untuk buat sarapan pagi dan bekal makan siang suaminya.


Reynaldi bangun tidur mencium aroma lezat dari dapur lalu menemui istrinya dengan pelukan dan ciuman hangat di bibir istrinya sebelum dirinya mengambil sepiring nasi goreng buatan istrinya dari tangan kanan istrinya.


"Kak Reynaldi, kamu mandi dulu dan berpakaian rapi untuk bekerja sebelum kamu sarapan pagi. " kata Jeniffer tersenyum melihat suaminya yang tak sabaran untuk sarapan pagi.


"Ah, Aku sudah kelaparan nih jadi ku mau makan dulu sebelum mandi.. " kata Reynaldi yang tanpa sungkan lagi melahap sarapannya.


"Hmm, kau ini.. Baiklah.. Aku mau siapkan bekal makan siang mu di kantor di dapur. Kamu makan saja di ruang makan, ya? " ucap Jeniffer kembali ke dapur kepada Reynaldi.


"Iya, Nyonya besar Reynaldi Rivardo Milos.. " sahut Reynaldi riang gembira dari ruang makan.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2