
Joshua Bell's memahami isi hati istrinya dengan sangat baik sehingga ia mau menemani istrinya mengunjungi sanak-saudara dari istrinya yang tinggal di Jakarta, Indonesia.Dan, kebetulan Ia pun ingin mengajak putranya untuk liburan musim panas yang berbeda dari biasanya yaitu berlibur di negara tropis untuk memberikan satu pengalaman yang baru untuk putranya.Ia lalu menggandeng tangan istrinya berjalan keluar dari rumah mereka untuk bergabung dengan putranya di parkiran mobil keluarga mereka di lantai bawah gedung apartemen mereka.
Sementara itu putra mereka yang bernama Dylan Bell's di sepanjang jalan selalu bersikap ceria dan penuh tawa yang mendatangkan rasa yang bahagia di dalam kehidupan rumah tangga yang mereka lalui bersama selama ini.
"Daddy, aku jadi penasaran dengan kerabat jauh dari Mami yang tinggal di Jakarta itu seperti apa sampai aku tak bisa tidur selama di perjalanan kita dari mobil ke pesawat pribadi kita saat ini. " kata Dylan Bell's sambil makan siang berupa sandwich dan segelas jus mangga yang ditaruh di atas meja makan mereka di pesawat pribadi mereka.
"Entahlah, Nak. Daddy belum pernah berjumpa dengan mereka yang menjadi kerabat jauh dari Mami mu, karena itu Daddy mau mengajakmu untuk berjumpa dengan mereka sekaligus untuk kamu bisa menikmati liburan musim panas di Indonesia yang tentunya sangat menyenangkan bagimu. " kata Joshua Bell's sambil membelai lembut rambut putranya tersayang.
"Wah, aku jadi tidak sabar.. " kata Dylan Bell's di kursi depan Joshua Bell's dan istrinya itu.
*****
Rumah Kontrakan, Jakarta Barat.
Shinta menunggu kedatangan Kakak laki-lakinya di depan pintu rumah kontrakannya yang terletak dekat dengan kantor tempat kerjanya sejak awal Ia datang ke Jakarta untuk pertama kalinya.Dan, sekarang Shinta sudah tidak sabar untuk jumpa Kakaknya untuk menunjukkan isi dalam rumah kontrakannya sebagai awal kehidupan barunya sebagai seorang gadis dewasa.
Maka, begitu Shinta melihat mobil kakaknya itu telah memasuki halaman parkiran mobil rumah kontrakannya.Gadis itu segera menyambut baik kedatangan Kakaknya dengan senyuman manis di bibirnya apalagi pada saaat Kakaknya telah keluar dari mobil dan membalas senyumannya dengan senyuman yang tidak pernah bisa gadis itu lupakan sejak dahulu.
__ADS_1
"Kak Reynaldi, akhirnya kamu datang juga ke rumah kontrakanku, mari ikuti aku untuk lihat isi rumah kontrakanku agar kamu tahu kalau aku Shinta adikmu bisa menjalani hidup mandiri dan dewasa. " kata Shinta yang telah menggandeng tangan Reynaldi dengan sikap manja seperti mereka kecil dahulu.
"Hmm, ya, Kakak akan lihat sendiri kondisi isi dalam rumah kontrakanmu supaya hati Kakak tenang." kata Reynaldi membiarkan tangannya di gandeng adiknya sampai masuk ke ruangan di dalam rumah kontrakan adiknya.
Rumah kontrakan Shinta Adiwijaya bersih dan rapi juga memiliki satu ruang kamar, satu ruang kamar mandi, satu ruang dapur, satu ruang makan dan ruang keluarga menjadi satu juga satu ruang tamu yang sudah lengkap dengan TV, sofa dan meja tamu juga kipas angin elektrik di sudut kanan ruang tamu.
"Dapurmu belum ada kulkas,kompor gas, dan lemari piring, mesin cuci di dekat kamar mandi mu juga belum ada. Aduh, bagaimana kamu bisa menjalani hidup seperti ini, Dik? " tanya Reynaldi sesudah melihat seluruh ruangan dalam rumah kontrakan adiknya.
"Emm, aku belum sempat untuk membeli barang -barang itu, Ka. " jawab Shinta manyun di tegur halus oleh Kakaknya.
"Hmm, kamu ini selalu saja membuat hati kakak Reynaldi mencemaskan kamu, baiklah. Mari kita pergi ke mal untuk belanja semua barang-barang yang kamu perlukan untuk rumahmu ini tidak kosong. " kata Reynaldi menjitak dahi adiknya.
"Ya,karena itu kamu harus mempelajari banyak hal tentang kehidupan orang dewasa supaya kau bisa menjalani hidup mandiri mu dengan benar. " kata Reynaldi berjalan keluar dari dalam rumah kontrakan adiknya untuk menuju ke parkiran mobil.
"Mmm, Kak Reynaldi, gimana kalau kita pergi makan malam dulu ke restoran di dekat mal? " Shinta sudah duduk di dalam mobil dan dengan sikap manjanya menunjuk ke arah restoran yang terletak di dekat mal yang akan mereka datangi.
"Shinta, kita makan malam di restoran dalam mal saja biar kita tidak membuang-buang waktu di mal karena Kakak Reynaldi pun harus cepat pulang ke rumah kakak untuk menemani Kakak Jeniffer mu." kata Reynaldi dengan sikap tegas sambil mengambil hpnya untuk menghubungi istrinya namun hpnya lowbat sehingga ia harus mencari charger hape untuk mengisi baterai HP nya di dalam tas kerjanya.
__ADS_1
Shinta cepat menahan tangannya untuk Ia harus kembali fokus pada jalanan di depan karena dia saat ini sedang mengendarai mobil yang berarti dia tidak boleh teralihkan pandangannya dan konsentrasinya dari menyetir mobilnya.
"Ya, terimakasih Shinta atas teguranmu untukku. Ahh, namun aku mencemaskan kakak ipar mu yang sedang sendirian di rumah kami apalagi di kondisi sedang hamil muda saat ini. " kata Reynaldi menghela napas dalam-dalam dan ia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk istrinya di rumah selalu baik-baik saja.
"Aduh, Kak Reynaldi, kau terlalu paranoid deh, kau tak perlu terlalu cemas seperti itu, percaya deh kalau Kakak Jeniffer dalam keadaan sehat selalu dirumah kalian. " kata Shinta nada sedikit tidak suka dengan sikap Kakaknya yang terlalu banyak memberikan perhatian kepada Jeniffer daripada dirinya.
"Shinta, kau kenapa sih terkadang aku dengar kau tak suka kalau aku bicara soal Jeniffer di depanmu? " tanya Reynaldi sambil membukakan pintu mobil untuk Shinta.
"Ya, karena aku mau kakak Reynaldi bisa berikan perhatian juga ke aku karena aku adikmu, kan? " ujar Shinta tak mau Reynaldi tahu kalau ia ada rasa terhadap Reynaldi dan membenci Jeniffer yang dinilainya telah merebut Reynaldi darinya.
"Oh, baiklah. Tapi, kamu harus ingat kamu itu adikku selamanya sedangkan Jeniffer itu adalah istriku selamanya yang berarti aku harus lebih memberikan perhatianku kepada istriku Jeniffer daripada kamu, jika kamu sudah menyatakan bahwa kamu itu seorang gadis dewasa." kata Reynaldi dengan telunjuknya kepada Shinta di pintu masuk ke mal.
"Iya, Kak Reynaldi. " kata Shinta tersenyum untuk menyembunyikan perasaan sedihnya itu.
*****
Rumah Kediaman Adiwijaya, Jakarta Selatan.
__ADS_1
Siang hari itu Jeniffer di minta tolong oleh Papa Suhandi Pratama untuk mengunjungi Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang sudah lama tak jumpa dengannya maka Jeniffer pun bersedia untuk mengunjungi Oma-nya dengan menuruti Papa Suhandi Pratama nya masuk ke mobil Papanya yang langsung melajukan mobil dengan cepat meninggalkan rumahnya.
Bersambung!!