Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 22.


__ADS_3

Seulas senyuman merekah dari bibir manis dan mungil Jeniffer sesudah mendengar pujian dari suaminya yang selalu bisa membuat hatinya bahagia di pagi hari di kehidupan keduanya yang baru setelah setahun lebih resmi menjadi istri dari Reynaldi Ricardo Milos.


"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya? " Reynaldi mengecupnya sebelum berjalan keluar rumah untuk menuju ke mobil yang terparkir di halaman rumah.


"Iya, hati -hati di jalan raya dan jangan ngebut serta jangan lupa untuk kirim pesan WA kamu telah sampai di kantor mu untuk ku di rumah, " sahut Jeniffer mengantarkan suaminya ke mobil lalu sesudah mobil yang dikendarai oleh suami tercintanya meninggalkan pekarangan rumah.


Jeniffer mengunci pintu gerbang rumah lalu Ia mulai sibuk dengan urusan membersihkan dan merapikan rumah di mulai dari mencuci piring dan peralatan masak di dapur,menyapu lantai dan mengepel lantai tiap ruangan di rumahnya.


"Baiklah, sekarang aku mau mencari pekerjaan sambilan untuk membantu keuangan rumah dari rumah ku saja.. " kata Jeniffer pada jam sepuluh pagi sesudah urusan rumah telah diselesaikan dengan baik olehnya.


Jeniffer mengutak-atik hpnya mencari lowongan pekerjaan sambilan untuk dirinya dan ia tertarik dengan pekerjaan sambilan berupa menulis buku di aplikasi.


*****


Kampung Duri, Jakarta Barat.


Seorang gadis cantik memegangi perutnya yang sepertinya kram sehingga ia nyaris tidak bisa berjalan menuju ke rumah di gang kancil. Gadis itu adalah Renata kekasih Yudha.


"Aduh, kenapa akhir-akhir perutku begitu sering kali terasa kram? " ucap Renata memegangi perutnya terus menerus sampai seorang wanita usia paruh baya yang keluar dari rumah berlari ke arahnya.


"Re, kamu kenapa? Apakah ada yang sakit di bagian perutmu? " tanya wanita paruh baya yang memapah Renata masuk ke dalam rumah.


"Iya, Bi Ina. Coba kau tolong ambilkan segelas air hangat untuk ku. " jawab Renata yang telah berbaring di sofa panjang di ruang tamu.


"Iya, tunggu sebentar ya, Re.. " kata Bibi Ina yang merupakan Bibi kandung Renata.


Renata tidak sengaja melihat kalender bulanan di dinding dekat meja TV dan menghitung hari terakhir dirinya datang bulan atau haid lalu ia pun terperanjat sendiri.

__ADS_1


"Ahh! apakah jangan-jangan aku hamil? " pikir Renata.


"Re, ini minum mu. " kata Bibi Ina menyodorkan segelas air putih hangat kepada Renata.


"Iya, Bi makasih. " jawab Renata menerima gelas itu dan meminum airnya namun ia tiba-tiba ada rasa hambar dan mual sampai ia harus berlari ke wastafel deket kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya di sana.


Huekk!


"Re.. Renata, kamu kenapa? apakah kamu sakit? Kalau sakit, ayo kita pergi ke dokter depan gang untuk memeriksa kesehatan mu. " kata Bibi Ina yang mengelus-elus punggungnya.


"Iya, Bi. " jawab Renata menerima saran Bibi Ina.


Renata pun ke dokter di klinik depan gang rumah kontrakannya dan ia terkejut mendengar hasil pemeriksaaan kesehatannya dengan dokter yang menyatakan bahwa ia telah hamil usia lima minggu.


"Apa? Aku hamil.. ? "


"Iya, Dok, terimakasih banyak. " jawab Renata.


Renata tidak memberitahukan tentang hasil dari pemeriksaan kesehatannya kepada Bibi Ina yang menunggunya di luar klinik.


"Re, kamu sakit apa tadi kata dokter di dalam? " tanya Bibi Ina sambil berjalan keluar pintu gerbang klinik.


"Aku sakit maag saja kok, tenang aja Bi. " jawab Renata yang harus merahasiakan kehamilannya dari Bibi Ina.


Renata mengutak-atik hpnya dan menemukan pesan WA dari mantan sahabat sekolahnya di sekolah Adiwijaya dan ia tersenyum bahagia lihat nama Jeniffer di layar hpnya sepulangnya ia dari klinik.


"Hai, Re, apa kabarmu nih setelah setahun lebih kita tidak pernah berjumpa lagi? " sapa Jeniffer di WA.

__ADS_1


"Baik, kalau kamu gimana kabarnya? " sapa balik Renata.


"Kabarku juga baik, ohya kapan -kapan kita jalan yuk untuk tatap muka sebagai ungkapan rasa kangen kita. " kata Jeniffer yang langsung video call dengan Renata yang sudah duduk di sofa.


"Ya, boleh saja. Oh ya, rumahmu kok beda sekali dengan rumah yang dahulu kamu tinggal? " tanya Renata yang melihat dekorasi ruang tamu di rumah Jeniffer melalui WA.


"Iya, aku sudah pindah ke rumah suamiku lah usai kami menikah. " jawab Jeniffer dengan nada bangga sambil menunjukkan bingkai foto pernikahannya dengan Reynaldi Ricardo Milos kepada Renata yang tercengang melihat foto itu.


"Jeniffer, rupanya kamu menikah dengan sepupu mu sendiri si Reynaldi Ricardo Milos yang amat angkuh dan jutek minta ampun di sekolah? " tanya Renata tak percaya dengan kenyataan di depan matanya melalui WA.


"Iya, dan satu lagi ku beritahu kamu kalau Kak Reynaldi Ricardo Milos bukanlah kakak sepupu kandungku melainkan kakak sepupu angkatku karena dia adalah anak adopsi Oom Dean Ambrose Adiwijaya ku.. Ya, karena itulah kami bisa menikah. " jawab Jeniffer dengan jujur pula ia menceritakan kehidupannya kepada Renata.


"Ouh, beruntung sekali kamu dapat menikah dengan seorang pria sebaik Reynaldi Ricardo Milos yang telah mempertemukan kamu dengan Papa kandung mu yang tinggal di kota Xiamen, China..? Wah, bahkan kamu juga sekarang bisa hidup mandiri sekali.. " kata Renata kagum dan bangga memiliki sahabat seperti Jeniffer.


"Iya, karenanya aku sangat mencintainya dengan setulus hatiku sehingga aku rela mengorbankan apa saja untuknya. " Kata Jeniffer tersenyum.


"Baguslah, kalau kamu bahagia dengan menikah dengan Reynaldi Ricardo Milos pria pilihan hati mu sendiri. Pokoknya aku sebagai sahabat mu akan selalu mendoakanmu selalu bahagia di sepanjang hidupmu dan hidup Reynaldi Ricardo Milos yang menjadi suamimu. " kata Renata yang diam-diam merasa iri hati dengan Jeniffer yang hidupnya lebih bahagia daripada dirinya sendiri karena Jeniffer dapat menikah dengan seorang pria pilihan hati sahabatnya sendiri, sedangkan Renata dirinya malah hamil dengan kekasih yang tidak mau bertanggung jawab atas dirinya.


"Baiklah, Renata. Aku harus tutup WA ya karena aku harus menyiapkan bahan-bahan makanan untuk makan malam kami sebelum suamiku pulang dari kantor. " kata Jeniffer begitu senang bisa komunikasi dengan sahabatnya.


"Iya, Jen. Terimakasih dan sampai jumpa lain waktu ya. " kata Renata menutup WA dan hpnya lalu berdiri untuk membukakan pintu masuk untuk seorang pria yang memeluknya dengan kasih sayang.


"Kak Randi, kau sudah pulang dari kerjamu di kota malang? " tanya Renata menatap suaminya yang bernama Randy Orton yang juga sahabat sekolah mereka di sekolah Adiwijaya.


"Iya, karena aku pekerjaan ku di kota malang telah selesai sehingga aku bisa pulang ke rumah untuk mu, sayang. " jawab Randi yang mencium bibirnya untuk ungkapkan perasaan rindu dan sayang kepada Renata.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2