Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 6.


__ADS_3

Kringgg!!


Kringgg!!


"Halo apakah di sini saya berbicara dengan Tuan Dean Ambrose Adiwijaya? " Suara seorang gadis di seberang lautan.


"Iya, saya sendiri Ada apa ya dan siapa anda yang menelepon saya ke rumah saya di kota Shanghai? " Dean Ambrose membalas bertanya kepada seseorang di seberang lautan atau pulau nan jauh di sana.


"Saya Viviana dari staff sekolah Adiwijaya ingin mengabarkan kepada Anda tentang Ibu Wina Yulianti Adiwijaya Ibu Anda yang sedang di rawat inap di rumah sakit karena mengalami sakit jantung. " Kata suara wanita di seberang lautan.


"Ah ya baik. Terima kasih atas kabar yang telah Anda beritahukan kepada saya. Tolong Anda beritahu dokter di sana bahwa says akan segera datang ke tempat Mama saya di rawat. " Kata Dean Ambrose dengan wajahnya tegang segera menutup telepon nya di rumahnya.


"Semua berkemas karena kita akan pulang ke Jakarta. " Kata Dean Ambrose membuat pengumuman kepada para anggota keluarganya di ruang keluarganya.


"Ahh kita akan pulang ke Indonesia? " Tanya Reynaldi senang.


"Iya, kita akan jenguk Oma dan sepupu mu Jenni yang sekarang ini telah berusia tiga belas tahun dan sudah mulai SMP kelas tiga. " Jawab Dean Ambrose sambil berkemas.


"Hore.. Aku akan masuk SMU di sekolah Oma.. " Sorak Reynaldi di sofa.


"Aku akan masuk SMP di sekolah Oma juga.. " Sorak Shinta dari kamarnya.


Silvi ikut sibuk merapikan barang-barang mereka berdua sambil merapikan barang pribadinya dan dengan terampil selesai dengan cepat dari suami dan anak-anak nya.


Beberapa jam kemudian mereka sudah berada di dalam pesawat pribadi mereka. Silvi tidur karena mabuk udara sebab Silvi sedang hamil anak kedua.


Reynaldi sibuk sendiri dengan bermain Jupiter hamster kesayangannya dan Shinta sibuk merias diri untuk tampil cantik di depan Oma nya nanti dan keduanya bikin rusuh di pesawat.


Dean Ambrose sendiri sibuk mengerjakan tugas kantornya di laptop sambil mengamati Rocky pilotnya dan sahabatnya Luis sebagai sekretaris di depan dan mengontrol terbang pesawat.


*****


Jakarta, Indonesia.


Jennifer baru pulang sekolah mendongak ke langit melihat sebuah pesawat terbang melintas dan sesuatu terjadi pada diri Jennifer yang merasa jantungnya berdebat aneh.


Jennifer masuk ke kamarnya untuk mandi, ganti baju dengan rapi dan belajar mengerjakan tugas sekolah sambil menunggu jam makan malam lalu turun ke lantai bawah dan begitu ia melihat Papa nya pulang. Jennifer langsung naik lagi ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Suhandi Pratama baru saja pulang dari hotel favoritnya untuk bersenang-senang dengan gadis kekasih barunya yang seksi dan bertemu dengan Indah di restoran terbaik untuk biayai hidup Revalina putrinya dengan Indah.


Kling, nong! !


Pintu rumah Adiwijaya terbuka mengejutkan hati Suhandi Pratama dengan masuknya Dean Ambrose Adiwijaya bersama keluarga dan dua orang temannya tanpa menyapa Suhandi.


"Ayo kalian bawa koper kalian ke kamar kalian biar Lolita yang mengantar kalian ya..?,Papa mau pergi besuk Oma Wina kalian dulu. " Kata Dean Ambrose Adiwijaya kepada anak-anaknya.


"Iya, Papa. " Sahut mereka patuh.


"Aku pergi dulu ya, sayang. Dan istirahatlah kau di kamar kita. " Kata Dean Ambrose Adiwijaya kepada istrinya.


Lalu usai ia memberikan kiss untuk istrinya. Dean Ambrose Adiwijaya pergi ke rumah sakit bersama dengan Rocky. Sedangkan Luis di rumah untuk jaga istri dan anak-anaknya sesuai dengan tugasnya Luis.


Suara piano mengalun sedih membuat Reynaldi yang asyik bermain Jupiter di taman bermain terhanyut terbawa perasaan sehingga Reynaldi penasaran siapakah yang bermain piano dengan melodi yang sesedih itu?


Reynaldi segera masuk berlari ke tangga dengan tepat berjumpa dengan Suhandi Pratama yang langsung melototi nya seraya menegurnya dengan nada keras dan galak sampai ia termangu.


"Dilarang lari -lari di tangga!!" Tegur Suhandi Pratama galak.


"Jennifer putriku. Kenapa?"


"Jennifer.. Wah Reynaldi mau pergi lihat Jennifer. " Kata Reynaldi cepat melewati Suhandi Pratama yang segera memblokir jalannya.


"Eits dilarang bertemu dengan Jennifer di malam hari. " Cegah Suhandi Pratama menghalangi jalan Reynaldi di tangga.


"Hmm ya deh O'om. " Kata Reynaldi patuh cuma di depan Suhandi Pratama.


Tetapi setelah melewati Suhandi Pratama. Anak itu menyelinap menuju ke kamar Jennifer dan mengetuk pintu kamar sepupunya itu dengan irama.


Tok, Tok!!


Jennifer tidak membukakan pintu kamarnya. Hal ini karena larangan dari Papanya untuk jumpa orang lain maka Jennifer meneruskan permainan pianonya sehingga Reynaldi penasaran.


Reynaldi kembali ke taman lalu memanjat balkon kamar Jennifer sehingga mengejutkan gadis kecil saat menoleh ke jendela kamarnya sampai gadis kecil itu lari mundur dari jendela.


Tok,Tok!!

__ADS_1


"Hai Jennifer buka pintu kamarmu dong atau gak kamu buka pintu jendela kamarmu supaya aku bisa masuk ke kamarmu dan berkenalan dengan mu. " Kata Reynaldi di balkon luar jendela kamar Jennifer.


"Apakah kau Reynaldi sepupu ku dari Shanghai dan putra dari O'om Dean Ambrose ku? " Tanya Jennifer menangis bahagia.


"Iya, aku Reynaldi. Buka dulu jendela kamarmu baru aku jelaskan. " Jawab Reynaldi lagi.


Krekk!


Setelah jendela kamar Jennifer di buka Reynaldi melompat masuk ke kamar Jennifer dengan sinar matanya kagum dengan dekorasi kamar sepupunya itu.


"Wahhh kamarmu cantik sekali.. " Puji Reynaldi.


"Ah ya.. Makasih Reynaldi.. " Kata Jennifer malu.


"Ohya Jennifer.. Kenapa lagu yang kau mainkan dengan piano mu terdengar sedih sekali? "


"Aku cuma kangen sama Mamaku saja... Oh, kau mau apa masuk ke kamarku? "


"Berkenalan dengan mu lah habisnya kau tidak turun dan makan malam bersama dengan kami yaitu dengan Mama Silvi, Shinta, Luis dan aku di ruang makan." Kata Reynaldi sembari duduk di bangku kecil warna pink di depan piano warna pink juga.


"Iya karena aku harus belajar piano untuk besok aku di sekolah ada tes ujian piano. " Kata Jennifer terpana melihat Reynaldi memainkan pianonya dengan sebuah lagu yang sangat indah sekali.


Tanpa di sadari denyut jantung Jennifer berdetak kencang mendengar suara alunan musik yang dimainkan oleh Reynaldi yang sangat menyentuh hatinya yang awalnya sedih menjadi gembira.


"Lagu apa yang kamu mainkan tadi? " Tanya Jennifer ketika Reynaldi selesai memainkan pianonya.


"Lagu sahabat kecil ku. " Jawab Reynaldi senang sekali.


"Apakah kau mau mengajariku bermain lagu itu? " Tanya Jennifer gugup.


"Iya, tentu saja. " Jawab Reynaldi ramah.


Jennifer amat senang sekali di ajari bermain piano dengan memainkan lagu yang indah sekali oleh Reynaldi yang sangat senang mengajari sepupunya yang membuatnya ingin sepupunya tersenyum bahagia.


"Senyuman mu sangat indah sekali, Jennifer. " Puji Reynaldi terpesona dengan senyuman manis Jennifer.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2