
Klingg!!
Pesan masuk dari Reynaldi sudah datang di layar HP Jeniffer. "Oh, astaga, Reynaldi sudah menunggu ku di gereja kecil. "
Jeniffer cepat berlari ke arah gereja kecil untuk berjumpa dengan Reynaldi yang sudah menanti Jeniffer dengan senyuman di bibir dan juga melebarkan kedua lengannya untuk Jeniffer masuk ke dalam pelukannya dengan gembira, dan Jeniffer membiarkan Reynaldi membelai lembut rambut panjangnya yang terurai lepas.
"Reynaldi hari ini Mama baru aku sudah datang dengan membawa anaknya yang bernama Yudha yang akan menjadi saudara tiri ku yang baru dan membuat aku merasa sedih sekali untuk Mama ku yang telah terlupakan oleh Papa dan Oma. " kata Jeniffer menangis untuk Mama nya.
"Jangan sedih, Jeniffer karena yang paling penting adalah kau, papaku, aku dan Tante Lara tidak pernah melupakan Mama mu meskipun aku juga tidak pernah ingat wajahnya Mama mu sebab aku dulu masih kecil tapi aku tahu papaku selalu kasih tahu aku bahwa Mama mu adalah wanita yang paling cantik dan baik hati di dunia ini seperti dirimu yang sekarang ini tumbuh menjadi seorang Jeniffer ku yang paling cantik dan baik hati di dunia bagiku. " hibur Reynaldi lembut kepada Jeniffer.
Reynaldi menarik tangan Jeniffer untuk di ajak ke ruangan lain di dalam gereja kecil yang ada sebuah piano sedang menunggu untuk di mainkan oleh Reynaldi untuk Jeniffer yang telah duduk di bangku dekat Reynaldi sambil gadis itu bersandar pada bahu hangat Reynaldi.
Selama dua jam Jeniffer berada di dalam gereja kecil bersama dengan Reynaldi sampai tiba waktunya bagi Reynaldi untuk pulang ke rumah O'om Alfredo sedangkan Jeniffer akan segera masuk ke dalam kamar untuk tidur karena besok pagi Jeniffer harus sekolah untuk akhir sekolah menengah atas.
*****
Di rumah O'om Alfredo.
Reynaldi melangkah menaiki tangga menuju ke lantai atas sambil menelepon untuk Mama Silvi yang sudah menanyakan untuk Reynaldi pulang ke rumah karena tidak lama lagi akan merayakan hari ulang tahun Shinta adik Reynaldi yang akan menginjak usia tujuh belas tahun.
"Ah, ya Ma, Reynaldi akan segera pulang ke rumah pada hari minggu besok tepat pada hari ulang tahun Shinta, " kata Reynaldi di hpnya.
__ADS_1
Reynaldi melewati Cassandra yang sudah lama menunggunya untuk berbincang-bincang dengan dirinya seperti biasa di balkon lantai atas atau di dekat kolam renang, Reynaldi menunjuk ke gadis itu bahwa dia sedang sibuk menelepon mama nya jadi Reynaldi tidak bisa menemani gadis itu untuk malam ini.
Cassandra menghela napas pelan berkali-kali, ia berusaha meredakan debaran jantungnya yang tiba-tiba berubah aneh setiap kali Reynaldi ada di dekatnya, perasaan ini sudah lama di rasakan oleh Cassandra sejak awal kedatangan Reynaldi di rumah O'om nya sekitar empat tahun yang lalu yaitu awal mereka masuk kuliah hingga akhir kuliah.
Cassandra sudah jatuh cinta pada keponakan dari Tante Lara yang sekarang menjadi istri dari O'om Alfredo yaitu O'om kandung Cassandra, gadis itu berusaha untuk menberikan sinyal- sinyal perasaannya pada Reynaldi yang selalu tidak peka pada Cassandra sejak dulu.
"Reynaldi , kau kenapa tidak pernah peka sama sekali terhadap ku? Kau tidak bisa selamanya menganggap aku hanya sebagai teman satu rumah mu saja? "
Ketika suara hatinya ingin bicara seperti itu, ia meragu karena Reynaldi selalu tertawa terbahak -bahak menganggap ucapan Cassandra hanya candaan belaka yang sama sekali tidak penting bagi Reynaldi.
Reynaldi tersenyum manis, mata birunya yang indah bersinar-bersinar, kembali melengkung indah dan napas Reynaldi membuat Cassandra merasa kesegaran aroma mint hangat dan tubuh Reynaldi yang bidang dan tinggi, wangi dan juga harum seperti bayi dengan rambut pirang dengan poni menutupi dahi sehingga Reynaldi terlihat sangat luar biasa tampan bagi seorang Cassandra.
"Aku baik-baik saja, tidak ada apa-apa, " jawab Cassandra berbalik arah dengan cepat masuk ke dalam kamarnya yang berada di sebelah kamar Reynaldi.
Keesokan harinya, Jeniffer memasuki ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan Papa Suhandi Pratama, Mama Amanda, Kak Yudha dan Oma Wina Yulianti Adiwijaya dalam diam seribu bahasa seperti biasanya hari-hari Jeniffer di dalam rumah ini.
"Papa, Mama, Oma dan Kakak Yudha.. Jeniffer pergi ke sekolah dulu, " pamit Jeniffer pada semuanya lalu cepat keluar dari rumahnya.
*****
Di rumah O'om Alfredo.
__ADS_1
Reynaldi melangkah keluar rumah untuk pergi membeli kado ulang tahun untuk adiknya yaitu Shinta dengan perasaan gembira, Reynaldi pun membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobilnya sendiri hasil dari uang kerja paruh waktu Reynaldi selama empat tahun menabung dengan giat.
Mobil Reynaldi melaju dengan kecepatan yang sesuai dengan peraturan lalu lintas sehingga Reynaldi bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat, yaitu sebuah toko di dalam salah satu mal terbaik di Jakarta yang sesuai dengan pilihan Reynaldi untuk membelikan kado terbaik untuk adiknya tersayang.
Setelah mendapatkan kado yang sesuai dengan pilihan hatinya, Reynaldi tertarik pada salah satu toko yang menjual perhiasan cantik yang sekilas pas untuk Jeniffer, maka Reynaldi pun memasuki toko tersebut lalu membeli sebuah kalung cantik untuk Jeniffer.
"Kalung bandul batu ruby yang cantik sangatlah cocok untuk dipakai oleh Jeniffer, " kata Reynaldi membungkus kalung itu dalam kotak kecil yang indah yang ia simpan di saku celana jeans nya.
Keluar dari mal, Reynaldi segera menuju ke SMA Adiwijaya untuk menunggu Jeniffer selesai jam pulang sekolah karena Reynaldi sudah berjanji untuk mengajak Jeniffer jalan-jalan ke sebuah tempat menarik untuk dikunjungi bersama Jeniffer, maka Reynaldi menunggu dengan sabar di dalam mobil.
Jeniffer keluar dari pintu gerbang sekolah SMA Adiwijaya lalu melihat mobil sport silver khas Reynaldi sudah menunggu di area parkir sekolah sehingga tidak perlu menunggu lama untuk Jeniffer masuk ke dalam mobil Reynaldi yang menyambut Jeniffer dengan senyuman tampan.
Mobil yang dikendarai oleh Reynaldi menuju ke kawasan teluk utara Jakarta yang indah dan Mobil berhenti di area pantai utara, Reynaldi pun menggenggam tangan Jeniffer untuk berjalan bersama menuju ke tempat makan yang menarik di deket pantai.
"Jeniffer, aku punya hadiah untuk mu semoga kamu menyukai hadiah ku untuk mu sebagai tanda cinta ku kepada mu, " kata Reynaldi yang mengeluarkan bungkusan kadonya kepada Jeniffer.
"Reynaldi cantik sekali kado mu... Aku sangat suka sekali.. Terimakasih, " kata Jeniffer terharu mendapatkan hadiah kalung cantik dari Reynaldi yang kini sudah memakaikan kalung cantik pada leher Jeniffer.
"Sama-sama, Jeniffer ku, " kata Reynaldi lembut memeluk Jeniffer dengan hangat.
Bersambung!!
__ADS_1