Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 7


__ADS_3

"Baiklah, aku harus kembali ke kamarku dan esok pagi kita bisa berjumpa di ruang makan, ya? " Reynaldi sudah membuka pintu kamar Jeniffer.


"Iya, Reynaldi, " kata Jennifer menutup pintu kamarnya dan menyentuh dadanya yang berdetak aneh.


Pada pagi harinya Jennifer sudah berseragam sekolah dengan rapi dan ceria menuju ke ruang makan lalu jumpa dengan Jennifer dan keluarga nya di ruang makan.


"Selamat pagi Jennifer, " sapa Dean Ambrose mencium kening keponakannya.


"Selamat pagi O'om Dean, Reynaldi, Tante Silvi dan Shinta, " sapa Jennifer senang sekali untuk pertama kalinya di dalam hidupnya di kelilingi orang-orang yang sayang kepadanya.


"Oh, ya. O'om Dean dan keluarga akan tinggal di sini sampai Oma sehat kembali, " kata Dean Ambrose sambil menaruh sarapan di piring makan Jennifer dan segelas susu di gelas lucu.


"Ah sungguh O'om? " tanya Jennifer terharu.


"Iya sungguh, sayang, " jawab Dean Ambrose memeluk keponakannya dengan kasih sayang.


Suhandi memperhatikan pertemuan pertama Jennifer dengan Dean dan keluarganya merasa tersisihkan dan Ia takut Dean Ambrose kembali menguasai mama mertuanya dan rumah bahkan sekolah Adiwijaya.


Dean Ambrose mengacuhkan Suhandi Pratama seakan-akan adik iparnya makhluk transparan. Dean Ambrose sibuk menyuapi Jennifer sarapan pagi dan merapikan kunciran gadis kecil itu yang tersenyum bahagia sekali.


"Nah kau sudah rapi dan sekarang kau sudah bisa berangkat ke sekolah dengan semangat, " kata Dean Ambrose meraih tangan Jennifer sambil memakaikan anak itu tas sekolahnya.


Lalu Dean Ambrose mengantar Jennifer ke sekolah sampai di pintu kelas anak itu dan dia membuat semua orang di sekolah Adiwijaya bingung sendiri tapi tak ada seorangpun yang berani untuk bicara atau bertanya.


"Aku putra Dean Ambrose Adiwijaya. Aku putra tunggal dari Ibu Wina Yulianti Adiwijaya dan mulai saat ini aku akan menjadi kepala sekolah pengganti mamaku sampai mamaku sehat kembali dan bisa bekerja lagi di sekolah ini, " pidato Dean Ambrose di hadapan para guru dan staff dari sekolah Adiwijaya.


Sejak saat itu kehidupan Jennifer mulai berubah dengan kehadiran Reynaldi dan keluarga Dean Ambrose di rumah besar milik Oma Wina Yulianti Adiwijaya.

__ADS_1


O'om Dean Ambrose tinggal di rumah itu untuk menemani dan merawat Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang sedang di rawat inap di rumah sakit sampai Oma sehat kembali dan bisa pulang ke rumah dengan sehat.


Selama itu pula Reynaldi selalu ada untuk bantu banyak hal untuk Jennifer yaitu menemaninya belajar sehingga nilai pelajaran Jennifer semakin meningkat pesat dari nilainya biasa saja kini Jennifer bisa meraih juara kelas di sekolahnya dengan prestasi yang luar biasa baik.


Selain kehidupan Jennifer di sekolah lebih cerah juga kehidupan Jennifer di rumah pun menjadi sangat menyenangkan karena Jennifer ada Reynaldi dan Shinta yang selalu jadi teman bermain Jennifer yang baik.


"Rey, ada hal yang mau ku tanyakan kepadamu? Dan apakah kau mau menjawab pertanyaan ku?, " tanya Jennifer di suatu sore di taman bermain dalam rumah.


"Iya, silakan, " jawab Reynaldi asyik bermain Jupiter di saku celana rumah.


"Sampai kapan kamu dan O'om Dean tinggal di rumah ku? " tanya Jennifer sembari menggigit bibir untuk menahan kesedihannya kalau Ia harus berpisah dengan Reynaldi dan O'om Dean lagi.


"Entahlah.. Semua tergantung Papa dan Oma.. Aku sih ikut -ikut saja kan aku anaknya Papa, " jawab Reynaldi berbaring di rumput dengan tertawa ceria.


"Oh, begitu ya... " kata Jennifer menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan sepasang matanya yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Aku tak mau kalian pergi dari rumah ku.. Aku senang kalian ada disini menemaniku selalu.. terutama kamu Rey, " jawab Jennifer menangis sedih.


Reynaldi menyentuh jemari Jennifer seraya ia menghapus air mata Jennifer dengan baju rumahnya lalu sibuk untuk menghentikan tangisan Jennifer yang semakin sedih dan takut Reynaldi pergi dari Jennifer.


"Jen, aku janji aku tidak akan ikut Papa Dean dan keluarga ku pulang ke China kalau kau tidak mau aku pergi dari rumahmu. Aku janji akan temani kamu di Indonesia, " kata Reynaldi dengan tulus memperlihatkan dua jarinya untuk janjinya pada Jennifer.


"Sungguh? Kau mau janji kepadaku untuk kamu akan tetap di sini untuk ku? " tanya Jennifer senang dengan janjinya Reynaldi.


"Iya, Aku janji padamu walaupun nanti di paksa oleh Papa ataupun Mama Silvi untuk pulang ke China sekalipun.. Aku tetap tepati janjiku kepada mu yaitu aku akan tinggal bersama mu di rumah mu, " kata Reynaldi sungguh hati.


"Trims, Reynaldi, " kata Jennifer memeluk Reynaldi dengan perasaan senang.

__ADS_1


Reynaldi membalas pelukan Jennifer dengan perasaan sayang terhadap sepupunya itu yang membuat perasaan Jennifer merasa nyaman dan hangat di dekat Reynaldi.


Beberapa hari kemudian.


Oma Wina Yulianti Adiwijaya sudah benar-benar sehat dan bisa pulang ke rumah dengan langka tegak dan tubuh yang sehat. Oma Wina Yulianti Adiwijaya menemui O'om Dean Ambrose di kamar.


"Aku sudah sehat, sekarang kau sudah boleh pulang ke rumahmu di luar negeri dan kau juga bisa melepaskan urusan sekolah ku kepada ku kembali dengan bantuan Suhandi Pratama menantu ku yang baik, " kata Oma Wina Yulianti Adiwijaya nada angkuh terhadap putranya sendiri.


Dean Ambrose melihat Mamanya masih sama seperti dulu yakni egois dan keras kepala juga terlalu otoriter terhadap peraturannya yang kuno dan merusak hubungan antara mereka sebagai ibu dan anak kandung.


"Baiklah, Aku akan patuhi maunya Mama.. Besok juga Aku akan bawa semua keluarga ku pulang ke China supaya Mama tenang, " sahut Dean Ambrose dengan nada menantang Mama nya juga.


Oma Wina Yulianti Adiwijaya keluar dari kamar putranya dengan langkah kesal dengan sifat putranya yang selalu bersikap tidak hormat kepadanya dan hal ini membuat Oma makin kesal saja ketika melihat Reynaldi mendatangi nya.


"Hei Oma... Reynaldi senang sekali bisa jumpa Oma , dan Reynaldi juga senang Oma sudah sehat, " kata Reynaldi riang dan damai sambil memeluk Oma Wina Yulianti Adiwijaya tanpa izin.


"Hei, anak liar.. Apa apaan kau memelukku? " Oma Wina Yulianti Adiwijaya mendorong kasar tubuh Reynaldi.


Reynaldi terbelalak dengan kaget sekali oleh sikap Oma Wina Yulianti Adiwijaya kepadanya. " Oma.. Reynaldi cuma mau memeluk Oma saja. Kenapa Oma galak sekali?"


"Karena kau bukan cucu kandung ku... Kau anak liar yang kotor!! " hardik Oma Wina Yulianti Adiwijaya nada tajam kepada Reynaldi.


"Mama...!! " hardik Dean Ambrose yang telah kembali kepadanya lalu memeluk Reynaldi dengan sikap melindungi anak itu.


"Uuuhh kalian sama saja semuanya...!! " teriak Oma Wina Yulianti Adiwijaya mendelik kasar dan angkuh melewati Papa dan anak itu lalu pergi untuk masuk ke kamarnya.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2