Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 34.


__ADS_3

Jeniffer melihat Oma berada di sofa santai yang berada di kamar pribadi Oma dari pintu kamar Oma nya, ia pun melangkahkan sepasang kaki yang bersandal empuk ke dalam kamar Oma nya dan bersimpuh di dekat sofa santai tempat Oma nya berada.


"Oma.. Jen datang ke rumah Oma untuk jenguk Oma. " kata Jeniffer sopan kepada Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya yang tersentuh dengan kedatangannya.


"Jen, kau datang untuk jenguk Oma? Oh, Oma sangat senang sekali mendengarnya. " kata Oma nya yang mengangkat tangan untuk membelai puncak kepalanya yang berambut tebal warna hitam.


"Iya, Oma. Gimana kabarnya Oma sekarang ini? Oma baik-baik saja? " tanya Jeniffer yang segera berdiri untuk duduk di bangku depan sofa santai yang diduduki oleh Oma nya.


"Hmm, ya beginilah keadaan Oma mu di rumah ini yang selalu sendiri tanpa adanya kamu disini yang semenjak kamu menikah dengan Reynaldi, kamu tidak pernah datang ke rumah Oma untuk jenguk Oma bahkan kamu tak pernah mau untuk menginap di sini. " jawab Oma nya dengan nada dingin.


"Oma, Jen dan Kak Reynaldi sudah pernah satu kali datang ke rumah Oma, cuma Oma tak mau bersikap hangat terhadap Kak Reynaldi suami Jeniffer yang membuat kami takut untuk kami bisa menginap di rumah ini. " kata Jennifer nada sabar menghadapi Oma nya.


"Kami? Ah, Jen. Oma maunya kamu saja yang menginap di rumah ini atau tinggallah di sini untuk temani Oma mu. " kata Oma nya yang tak pernah menyukai suaminya.


"Oma, Jen tak bisa menginap di rumah ini tanpa izin dari Kak Reynaldi suaminya Jeniffer apalagi kalo sampai Jen tinggal di sini, maka Jen harus lebih banyak meminta izin dari Kak Reynaldi. " kata Jeniffer sabar.


"Ya, sudah, lebih baik kamu tak perlu datang lagi ke rumah Oma kalau kamu tak mau penuhi satu permintaan dari Oma yang mau tinggal di sini, Jen.. " kata Oma nada keras sambil memegangi pergelangan tangan Jeniffer kuat-kuat.


"Oma.. "

__ADS_1


Suhandi Pratama memegangi bahunya dengan keras sambil berbicara kepadanya."Jennie, turuti apa yang diminta oleh Oma mu, ya? " lirikan mata Suhandi Pratama kepada Jeniffer yang kini tahu bahwa Papanya kembali mengurungnya di rumah besar Oma nya.


"Papa.. Tak bisa aku harus pulang ke rumahku karena Kak Reynaldi pasti akan mencariku jika aku tidak ada di rumah kami.. " kata Jeniffer yang ingin berdiri dari bangku telah ditahan oleh Suhandi Pratama yang menutup mulutnya yang kecil dengan saputangan yang berisi alkohol atau obat bius.


"Tidurlah dengan tenang dan patuhilah pada tiap kata yang diucapkan oleh Papamu, sayang." kata Suhandi Pratama yang menggendongnya keluar dari kamar Oma nya.


"Suhandi, apa rencana mu untuk gadis bodoh itu yang kini telah kembali ke rumah Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya? " tanya Amanda nama istri baru Suhandi Pratama yang juga merupakan ibu kandung dari Yudha.


"Memaksanya untuk menghubungi si berengsek Dean Ambrose untuk pulang ke Indonesia agar si berengsek itu mau memanggil pengacara dari keluarga Adiwijaya untuk mengubah nama ahli waris kekayaan Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya dari namanya menjadi namaku yaitu Suhandi Pratama. " jawab Suhandi Pratama yang telah menaruh Jeniffer di gudang kosong dalam rumah besar Keluarga Adiwijaya.


"Kita sudah menaruh obat yang berbeda dengan obat jantung yang dimakan oleh Wina Yulianti Adiwijaya dengan obat lain agar ia secepatnya masuk ke lubang kuburnya dan kita akan hidup mewah dengan hartanya. " kata Amanda yang melirik ke kamar yang selalu tertutup rapat di bagian utara rumah keluarga Adiwijaya.


"Iya, karena itu aku harus cari orang yang dapat berakting sebagai Wina Yulianti Adiwijaya agar Dean Ambrose mempercayai wanita palsu itu sebagai ibunya. " kata Suhandi Pratama dengan seringai di bibirnya.


"Aku harus menolong Jeniffer dari orang-orang sialan itu.. " kata Wina Yulianti Adiwijaya yang langsung menghubungi Reynaldi suami Jeniffer melalui hpnya sendiri.


Namun pintu kamarnya terbuka lebar dan hpnya di rebut oleh Suhandi Pratama yang langsung menginjak hancur hpnya sambil melotot tajam kepadanya dan tangan laki-laki itu menjambak rambutnya yang telah putih semua.


"Wanita tua berengsek kau pikir kau bisa minta tolong kepada cucu menantumu atau putrimu atau menantumu yang tinggal di Jakarta untuk menolongmu..?! Ugh, aku takkan pernah biarkan hal itu terjadi karena aku pasti akan kehilangan sesuatu yang aku inginkan darimu. " kata Suhandi Pratama nada kejam kepada Wina Yulianti Adiwijaya.

__ADS_1


"Kau dasar parasit hina yang seharusnya sejak awal aku ketahui belang mu agar keluargaku tak pernah tercerai-berai seperti sekarang ini.. " desis Wina Yulianti Adiwijaya dengan tatapan matanya yang menghina Suhandi Pratama.


"Kau sendiri yang telah membuang keluargamu demi aku yang kau inginkan untuk menikahi putri mu Laura Putri Adiwijaya yang sudah bekas milik orang lain kepadaku, maka kau jangan pernah menyalahkan aku yang meminta keadilan darimu dan cucu perempuan mu itu adalah kebencian ku yang paling dalam terhadapmu. " kata Suhandi Pratama yang mengambil bantal kepala Wina Yulianti Adiwijaya dengan kasar dari atas kepala wanita tua itu lalu digunakannya untuk menutup mulut dan hidung wanita tua itu hingga wanita tua itu tak lagi bernapas dan meninggal dunia di tempat tidur dari wanita tua itu sendiri di tangan Suhandi Pratama.


Di gudang, Jeniffer menjerit kaget karena gadis itu merasakan firasat mengenai Oma nya maka ia mencari hpnya di sekitar pakaiannya sendiri namun ia tidak menemukan hpnya.


"Celaka.. Hpku.. "


Jeniffer memegangi perutnya yang kram dengan wajahnya kesakitan dan merayap di atas lantai gudang untuk meminta bantuan dari orang di luar gudang namun tidak ada seorangpun yang mendengarnya kecuali seekor hamster yang entah bagaimana bisa masuk ke gudang.


"Benny?? "


Jeniffer mengenali hamster itu lalu ia berbisik ke telinga hamster yang langsung meloncat ke arah belakang gudang dan menunjukkan jalan keluar dari gudang kepada Jeniffer.


"Nona Jeniffer.. " suara pelayan Oma nya yang di kenalnya ada di balik semak belukar di belakang gudang.


"Bi Yanti... "


"Iya, Nona ikuti jalan setapak di depan sana lalu berbelok ke kiri maka Nona akan bisa keluar dari rumah ini dan melaporkan kejahatan mereka kepada Nona Lara tante Anda. " kata Bi Yanti di balik semak belukar kepada Jeniffer.

__ADS_1


"Iya, Bi Yanti. Kau tunggulah kedatangan kami ke rumah ini untuk menyeret mereka ke polisi.. " kata Jeniffer nada geram sendiri sambil terus berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh Bi Yanti kepadanya.


Bersambung!!


__ADS_2