Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 17.


__ADS_3

"Ah, kau pasti Reynaldi Ricardo yang beberapa waktu lalu mengirim email ku dengan email pribadi Laura kekasih ku yang sudah lama sekali meninggal dunia itu sesuai dengan apa yang sudah kamu ceritain kepada ku melalui email mu, " jawab pria itu dengan terharu sekali pada Reynaldi yang baik hati ini.


"Iya, O'om Anthony Lin, " sahut Reynaldi ramah.


Jeniffer terpaku dengan ucapan suaminya dan pria itu yang mengaku sebagai pacar mamanya dahulu namun Jeniffer merasakan kontak batin yang kuat terhadap pria di hadapannya daripada papanya sendiri yaitu Suhandi Pratama.


"Ayo masuk dulu ke dalam rumahku.. Maafkan rumahku sederhana sekali, " kata Anthony Lin mempersilahkan Reynaldi dan Jeniffer masuk ke rumahnya.


Reynaldi dan Jeniffer masuk lalu duduk di bangku kayu berdampingan sambil menunggu suguhan khas kota Xiamen oleh istri dari pria yang bernama Anthony Lin dari dapur mereka.


"Maaf, ayo silakan nikmati kue sederhana dan teh hangat dari rumah kami, " kata istri dari pria itu yang menaruh sepiring kue bunga mawar salju dan dua cangkir teh serta teko sederhana di meja tamu yang terbuat dari kayu pula.


"Terimakasih, Bibi Lin, "ucap Reynaldi ramah lalu mengambil kue untuk di cicipi olehnya.


Jeniffer mengikuti suaminya mengambil dan ikut makan kue bunga mawar salju yang terasa lembut dan manis di mulutnya yang terasa asam dan hambar setelah tiba di desa ini pada hari kesepuluh perjalanan mereka dari Jakarta ke Fuzhou lalu ke kota Xiamen barulah bisa sampai di desa kecil itu.


" O'om Anthony Lin, sebelumnya Reynaldi minta maaf pada O'om untuk berterus-terang maksud dari kedatangan Reynaldi ke rumah O'om adalah untuk mengantarkan Jeniffer istri Reynaldi ini untuk berjumpa dengan O'om yang sudah Reynaldi yakini sebagai papa kandung Jeniffer yang sebenarnya dan O'om tentu sudah tahu tentang kehamilan Tante Laura sebelum Tante pulang dari kota Shanghai ke Jakarta sekitar dua puluh satu tahun yang lalu. Tentunya O'om juga sangat ingin bisa jumpa dengan anak kandung O'om, kan? Inilah anak O'om dari Tante Laura, "kata Reynaldi jujur.

__ADS_1


Sehingga Anthony Lin dan istrinya yang bernama Ivy Chen serta Jeniffer terdiam terpaku saling memandang penuh rasa haru sekali bagi mereka bertiga terutama untuk Jeniffer yang tercengang dengan penuturan suaminya itu.


" Reynaldi kau bilang apa? O'om ini adalah papa ku yang sebenarnya? Lalu siapa papa Suhandi Pratama yang selama ini bersama ku dan Oma di rumah besar Adiwijaya di Jakarta? " tanya Jeniffer menangis mendengar ucapan Reynaldi.


"Reynaldi benar.. Jeniffer. Kau adalah putriku, putri asliku dengan Laura yang selama ini aku rindukan dan maafkanlah aku yang tidak bisa datang untuk menemuimu karena keterbatasan biaya dan sebagainya di hidupku yang tidak mungkin bisa memberikan kebahagiaan yang lebih baik daripada segala hal yang Suhandi Pratama berikan kepada mu dan mamamu, " kata Anthony Lin menjawab pertanyaan Jeniffer kepada Reynaldi.


"Bahagia??? Aku sama sekali tidak bahagia hidup dengan Papa Suhandi Pratama!! Selama dua puluh tahun aku hidup penuh kerinduan kasih sayang seorang papa yang tidak pernah aku dapatkan dari Papaku di Jakarta. Kau bilang aku tidak mungkin bisa lebih bahagia dengan hidup bersama mu?? Aku jauh lebih memilih untuk hidup sederhana bersama mu daripada hidup bergelimang harta bersama Papa Suhandi Pratama dan Oma yang dingin dan sekali keras terhadap ku!! Aku sangat ingin berjumpa dengan mu, Papa Anthony Lin. Aku setiap malam aku selalu bermimpi tentang mu di dalam tidur ku!! " Jeniffer menangis pilu mencurahkan perasaan rindu nya kepada Papa kandungnya yang selama ini Jeniffer lihat di dalam mimpinya yang persis dengan pria di hadapannya saat ini.


"Jeniffer.. Jeniffer ku.. " ucap Anthony Lin yang menangis memeluk Jeniffer dengan kerinduan.


Setelah Jeniffer dan Papa Anthony Lin berhenti menangis, Reynaldi dan Bibi Ivy Chen , mereka keluar dari rumah untuk membiarkan Jeniffer dan papanya bisa mencurahkan kasih sayang mereka dengan bebas hati.


"Bibi Ivy Chen, ku lihat kebun sayur dan buah yang kalian miliki sangat bagus sekali dengan daun hijau segar semua. " kata Reynaldi yang menatap kagum pada kebun sayur mayur di halaman rumah keluarga Lin.


"Ah, terimakasih Reynaldi. Kamu memang anak yang sangat baik sekali karena kamu telah mau mempertemukan suamiku dengan putrinya yaitu Jeniffer yang selama ini dia rindu selama dua puluh satu tahun meskipun kami sudah memiliki Barbie putri kami itu, ahh tetap saja yang sangat dirindukan oleh Anthony Lin adalah Laura dan Jeniffer, " kata Bibi Ivy Chen dengan ramah dan tulus memperkenalkan Reynaldi kepada Barbie Lin gadis cantik asal China yang tersenyum sopan kepada Reynaldi.


"Halo, aku Reynaldi kakak iparmu, " sapa Reynaldi ramah sekali.

__ADS_1


"Hai, aku Barbie Lin adik ipar tiri mu, " sapa Barbie Lin ramah.


"Aku bukanlah orang luar lagi untuk Bibi Ivy Chen tetapi aku adalah menantu mu, jadi izinkanlah aku memanggil Bibi Ivy Chen dengan panggilan Mama Ivy Chen, " kata Reynaldi ramah sekali membantu Barbie Lin memetik sayur untuk di taruh di keranjang.


"Ah, ya Reynaldi.. " kata Mama Ivy Chen yang tersenyum keibuan untuk Reynaldi yang cepat membalas senyuman itu dengan senyuman yang mencerminkan seorang anak yang baik dan tulus kepada Ibunya sendiri.


"Kamu juga panggil aku dengan panggilan Papa Anthony Lin karena kau adalah menantuku dan suami putriku Jeniffer, " kata Anthony Lin yang menggandeng tangan Jeniffer untuk bergabung dengan Reynaldi, Ivy Chen dan Barbie Lin di kebun.


"Papa Anthony Lin.. " sapa Reynaldi dengan sikap hormat dan sopan kepada Anthony Lin yang tertawa bahagia memeluk Jeniffer dan juga Reynaldi dengan penuh kasih sayang yang tulus sekali.


Mereka bersama-sama melakukan aktivitas di sore hari itu di kebun dengan sukacita sampai menjelang malam hari. Jeniffer membantu Ivy Chen dan Barbie Lin memasak makanan untuk makan malam di dapur. Sedangkan Reynaldi menemani Anthony Lin bermain catur di teras rumah keluarga Lin.


Hidup yang sangat indah bagi Reynaldi dengan kekeluargaan yang hangat menciptakan rasa nyaman di hati mereka yang merasakan arti dari keluarga yang sesungguhnya.


"Papa, suamiku.. Mari masuk kita makan malam bersama karena makanan sudah siap di meja makan.. " kata Jeniffer mendatangi mereka di teras rumah keluarga Lin dengan senyuman di bibirnya yang merah.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2