
Pada hari yang sudah mulai sore, Reynaldi pun mengantarkan Jeniffer pulang ke rumah besar milik keluarga Adiwijaya dengan tepat waktu sebelum jam makan malam untuk Jeniffer dan keluarga Adiwijaya sehingga membuat Jeniffer merasakan kebaikan Reynaldi terhadapnya.
"Jeniffer, besok aku akan pulang ke rumah orang tuaku di China hanya untuk tiga hari saja tidak lama jadi kau tak perlu khawatir untuk menanti aku kembali kepada mu dengan perasaan rindu yang lama, " kata Reynaldi sebelum Jeniffer masuk ke dalam rumah Adiwijaya.
"Iya, Reynaldi. Aku percaya kepada mu. Aku akan tunggu kamu kembali kepada ku.. Dahh, " kata Jeniffer tersenyum manis untuk Reynaldi.
Mobil Reynaldi sudah melaju kembali ke rumah O'om Alfredo untuk cepat berkemas dan pamit pada Tante Lara dan O'om Alfredo serta kepada Cassandra karena Reynaldi akan pulang selama tiga hari ke China pada malam hari ini, Tante Lara dan O'om Alfredo memeluk Reynaldi dengan hangat sebagai salam pamit mereka untuk Reynaldi , dan Cassandra muram karena akan ditinggal tiga hari oleh Reynaldi.
"Reynaldi, kamu jangan lama-lama ya disana? kamu harus secepatnya kembali ke sini karena aku pasti akan merindukanmu. " kata Cassandra memeluk Reynaldi yang cepat melepaskan diri dari Cassandra secara halus.
"Ah ya, Cassandra, tapi aku setelah pulang dari China juga tidak bisa kembali ke rumah ini karena aku sudah mempunyai sebuah rumah tinggal untuk aku tinggal secara mandiri hasil dari uang kerja ku. " kata Reynaldi nada serius kepada Cassandra sebelum masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumah O'om Alfredo dengan cepat sekali.
"Reynaldi... " Cassandra menangis sedih di pekarangan rumah.
*****
Shanghai, China.
Reynaldi menepati janjinya untuk menghadiri acara ulang tahun ke tujuh belas tahun adiknya yaitu Shinta dengan tepat waktu sambil dirinya membawa kado untuk Shinta dengan perasaan gembira, Reynaldi tiba di rumah apartemen orang tuanya dengan langkah lincah.
Ting Tong!
__ADS_1
Klekk!
"Kak Reynaldi.... " seru Shinta gembira melihat kedatangan kakaknya yang sudah lama sekali di rindukan oleh Shinta.
"Shinta, selamat ultah adikku sayang, " ucap Reynaldi mengecup pipi Shinta sembari dirinya memberikan kado untuk Shinta.
"Wah, terimakasih kak Reynaldi. " kata Shinta senang sekali mendapatkan kado ulang tahun dari kakaknya yang sekarang semakin tampan saja.
Kedatangan Reynaldi di dalam perayaan ulang tahun Shinta kali ini memiliki kesan yang amat mendalam bagi Shinta yang sudah lama sekali mengetahui bahwa Reynaldi bukanlah kakak kandung nya dan perasaan Shinta ini adalah cinta untuk Reynaldi sebagai seorang gadis abg terhadap pemuda yang sudah dewasa.
Reynaldi sama sekali belum tahu kalau adiknya ada perasaan khusus terhadapnya, maka Reynaldi selalu bersikap sama seperti mereka masih kecil yaitu perasaan saudara sejati, lalu Reynaldi segera menuju ke arah Vivian adik kecilnya yang sudah usia sebelas tahun.
"Vivi, " sapa Reynaldi ramah memeluk gadis kecil ini dengan hangat.
"Hmm Mama ku sayang jangan cemberut gitu dong sama Reynaldi sebab Reynaldi sudah datang, kan ke rumah Mama Silvi dan Papa Dean Ambrose, " kata Reynaldi mengecup pipi Mama Silvi yang memeluknya.
Reynaldi beralih untuk memeluk Papa Dean nya yang menyambutnya dengan menepuk-nepuk punggungnya dengan gembira, mengelus-elus kepalanya dengan kasih sayang yang luar biasa besar dan Reynaldi mencium pipi Papa Dean Ambrose yang mencubit pipinya dengan gemas.
"Dasar anak nakal, " kata Papa Dean Ambrose menarik tangan Reynaldi untuk duduk di sofa di ruang lainnya.
"Apa? Kau dan Jeniffer sudah pacaran? " tanya Dean Ambrose terperanjat mendengar cerita Reynaldi di ruang kerjanya.
__ADS_1
"Iya, Papa.. Kami sudah pacaran selama empat tahun dan sekarang Reynaldi minta restu dari Papa Dean Ambrose dan Mama Silvi untuk melamar Jeniffer secepatnya untuk Reynaldi dari O'om Suhandi Pratama dan Oma Wina Yulianti Adiwijaya, " jawab Reynaldi berterus terang pada Papa Dean Ambrose nya.
"Tapi, Reynaldi kalian masih muda. Apakah kau sudah punya modal untuk menikah dengan Jeniffer? Rumah misalnya? " pusing kepala Dean Ambrose pulang-pulang Reynaldi meminta Dean Ambrose melamar Jeniffer untuk Reynaldi.
"Reynaldi sudah punya rumah, mobil dan juga pekerjaan tetap kok, jadi Papa Dean Ambrose dan Mama Silvi serta semuanya tidak perlu khawatir tentang kami berdua. Reynaldi hanya perlu restu dari Papa Dean Ambrose dan Mama Silvi untuk dukung Reynaldi dengan cara yang baik yaitu menolong Reynaldi untuk meminta Jeniffer dari O'om Suhandi Pratama dan Oma Wina yulianti Adiwijaya itu saja cukup mudah, kan? "
Dean Ambrose menghembuskan napas panjang mendengarkan ucapan putranya ini yang terlihat sangat serius dan bersungguh hati dalam setiap kata yang diucapkannya adalah ucapan dari pria yang sudah dewasa bukan lagi anak-anak yang masih labil dan sebagainya, Dean Ambrose pun menganggukan kepalanya.
"Baiklah, Papa berikan restu Papa untuk mu dan Jeniffer karena memang kalian berdua sangat cocok sekali. " kata Dean Ambrose tersenyum setuju.
"Makasih banyak Papa. " kata Reynaldi yang memeluk Papanya yang sangat baik hati ini.
Dean Ambrose dan Silvi langsung membahas berdua tentang Reynaldi yang meminta restu untuk menikah dengan Jeniffer yang menjadi sepupu pemuda itu, Silvi menolak dengan tegas karena Silvi lebih suka Reynaldi untuk Shinta kalau memang Reynaldi mau menikah muda ya harus dengan Shinta yang lebih baik daripada Jeniffer.
"Silvi, kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sendiri untuk masa depan anak-anak kita karena mereka sudah mempunyai jalan hidup mereka sendiri, dan Reynaldi itu hanya mencintai Jeniffer bukan Shinta, jadi aku jauh lebih besar memihak kepada Reynaldi untuk menentukan masa depan nya sendiri begitu juga dengan Shinta , dia juga bisa menemukan masa depan nya sendiri tetapi bukan dengan Reynaldi namun dengan orang yang. " kata Dean Ambrose menegaskan bahwa dia telah memberikan restunya untuk Reynaldi dan Jeniffer.
Silvi terdiam duduk di kursi dalam kamarnya dan menghembuskan napas karena suaminya sudah berkata begitu tegas maka wanita itu tidak bisa apa-aps lagi, Silvi hanya bisa patut memberikan restu untuk Reynaldi yang sudah senang sekali.
"Makasih, Mama. " peluk Reynaldi untuk Silvi yang hanya bisa mengelus-elus bahu anaknya yang sudah dewasa.
Keesokan harinya, Dean Ambrose menemani Reynaldi untuk pulang ke Jakarta, Indonesia untuk membantu Reynaldi meminang Jeniffer yang sudah lulus SMA dengan cepat dan sudah cukup umur untuk Jeniffer bisa menikah dengan Reynaldi bagi Dean Ambrose pun setuju lebih baik mereka berdua menikah dengan cepat daripada nanti ada masalah di kemudian hari karena pacaran sebelum menikah jauh lebih berbahaya daripada pacaran setelah menikah jauh lebih baik dan aman untuk semuanya.
__ADS_1
Bersambung!