
Reynaldi yang sudah merasa gelisah hatinya itu segera mencari charger hape untuk mengisi baterai hpnya namun ia tidak bisa menemukan chargeran hpnya sehingga ia semakin resah saja dan memutuskan untuk pamit pulang dari rumah kontrakan adiknya.
"Shinta, karena hari sudah larut malam aku mau pamit pulang ke rumah ku,ya?" ucap Reynaldi yang cepat mengambil tas kerjanya dari sofa di ruang tamu rumah kontrakan Shinta.
"Ya, Kak Reynaldi hati-hati di jalan. "jawab Shinta mengikuti langkah Reynaldi menuju ke pintu rumah kontrakannya sampai Reynaldi masuk ke dalam mobil yang segera meluncur ke arah jalan raya dan menghilang dari pandangan matanya.
Setibanya Reynaldi halaman depan rumahnya di perumahan Citra Garden Jakarta Barat semakin terkejut melihat rumahnya tampak gelap gulita seakan-akan tidak ada orang di rumahnya.
"Eh, dimana Jen? " pikirnya.
Reynaldi masuk ke rumahnya dan menyalahkan lampu tiap ruangan rumahnya lalu mencari-cari istrinya sambil mengambil chargeran lain dari kamarnya dan mengaktifkan hpnya.
"Kak Reynaldi, aku berada di rumah Tante Lara saat ini sedang menunggumu datang ke rumah Tante Lara untuk menjemputku pulang dari rumah Tante Lara. " baca WA dari Istrinya yang terbaru.
Lalu pesan WA dari istrinya adalah perihal Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang disekap oleh Papa Suhandi Pratama di rumah Oma Wina sendiri untuk Papa bisa memanggil pulang Papa Dean Ambrose nya dari China ke Indonesia.
Karena hatinya semakin gelisah dan dipenuhi rasa takut kehilangan seseorang yang disayangi nya itu. Reynaldi kembali mengendarai mobilnya ke jalan raya menuju kawasan Jakarta selatan.
Dan, ditengah jalan Reynaldi melihat Suhandi Pratama dan Amanda mengancam keselamatan Bi Ina, O'om Alfredo dan O'om Roger dengan pistol yang diarahkan secara langsung kepada tiga orang itu.
Reynaldi juga melihat pihak kepolisian daerah Jakarta Selatan juga telah mengarahkan pistol ke arah Suhandi Pratama dan Amanda dengan suara memerintahkan agar keduanya menyerah dan meletakkan pistol mereka jika mereka ingin selamat melalui toa.
"Hmm.. Aku harus membantu mereka semua untuk menangkap dua orang tak tahu diri itu.." kata Reynaldi yang langsung menggunakan lampu sorot mobilnya yang diarahkan ke arah Suhandi Pratama dan Amanda sehingga kedua orang itu menjadi silau sepasang mata kedua orang itu dan pihak kepolisian daerah setempat segera membekuk keduanya.
Suhandi Pratama dan Amanda mendelik tajam ke arah Reynaldi yang sudah turun dari mobilnya dan menemui O'om Alfredo dan O'om Roger juga Bi Ina.
__ADS_1
"Reynaldi syukurlah kamu datang disaat yang tepat untuk membantu kami menangkap pelaku pembunuh kejam terhadap Oma Wina mu yang di sekap di kamar gelap gulita. " kata O'om Alfredo yang mengejutkan Reynaldi.
"Ehhh??? Apaa??? "
Reynaldi segera masuk ke rumah Oma nya dan menemkan jenazah Oma nya terbaring kaku dan biru di lantai ruangan pribadi Oma nya sendiri. Ia segera mendekati jenazah Oma nya dengan airmata kesedihan mengalir dari sepasang mata nya.
Reynaldi meraih jemari Oma nya yang kaku dan dingin lalu merogoh saku celananya untuk ambil hpnya lalu menghubungi Papa Dean Ambrose di China.
*****
Shanghai, China.
Dean Ambrose baru saja akan tidur pada malam hari itu sepulangnya ia dari bekerja sebagai CEO di perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan elektronik namun ia mendengar suara hpnya berdering.
"📱ya, halo nak ada apa kamu tengah malam begini menelepon Papa Dean-mu ? " tanya Dean Ambrose halus kepada Reynaldi di hpnya.
"📱Papa,Oma Wina telah meninggal dunia. " jawab Reynaldi.
"📱Apaa? Ah, ya Nak.. Papa segera bersiap tuk pulang ke Jakarta sekarang juga." kata Dean Ambrose yang langsung berkemas sambil ia membangunkan istrinya yang sudah tidur pulas di sampingnya.
"Apa? " tanya Silvi membuka matanya dengan malas kepada suaminya yang menyingkirkan selimutnya dari tubuhnya.
"Silvi, Kita harus segera pulang ke Jakarta untuk aku bisa melihat Mamaku yang terakhir kalinya. " jawab Dean Ambrose yang sudah menangis di depan Silvi.
"Iya, tenanglah suamiku. Aku akan bersiap- siap untuk menemani kamu pulang ke Jakarta untuk melihat Mama kita. " kata Silvi langsung sigap untuk berkemas.
__ADS_1
Di dalam pesawat pribadinya, Dean Ambrose tak pernah berhenti untuk menangis memikirkan Mamanya sampai Ia dipeluk oleh istrinya yang sangat hebat itu.
Sementara itu,di rumah kediaman Adiwijaya di Jakarta Selatan sudah hadir keluarga Lara dan Jeniffer yang menangisi Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang sudah di baringkan di dalam peti jenazah di rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya sendiri.
"Oma... "
"Sayang, tegakkanlah hatimu untuk Oma Wina bisa berjalan dengan tenang ke Surga ditemani oleh Mama Laura dan Opa Billy kita juga Tuhan. " kata Reynaldi merangkul istrinya.
Disaat itulah Reynaldi melihat keluarga Joshua Bell's yang datang untuk melayat Oma Wina Yulianti Adiwijaya, dan ia merasakan rasa yang membingungkannya terhadap istri dari Joshua Bell's yang bernama Emilia.
"Kenapa aku merasa tidak asing terhadap wanita itu padahal ini pertama kali di dalam hidupku, aku jumpa dia? “batin Reynaldi.
Joshua Bell's sendiri membisikkan sesuatu di telinga istrinya usai mereka berkenalan dengan Reynaldi Ricardo Milos atau Reynaldi Danuarta suami dari Jeniffer Lin keponakan dari Lara Putri Adiwijaya istri dari Alfredo Regan kerabat dekat dari istrinya sendiri.
" Dia itu adalah putra adopsi nya Dean Ambrose Adiwijaya dan Silvi Agashi suaminya Jeniffer Lin. "bisik Joshua Bell's kepada Emilia.
" Ah, kalau begitu apakah dia itu adalah putra ku yang pernah aku titipkan kepada Eugene teman ku itu? "tanya Emilia kepada suaminya sambil memandangi Reynaldi secara diam-diam dari tempat duduknya di ruang lain di rumah mewah Kediaman Adiwijaya.
" Semoga saja, tapi aku belum pernah melihat surat kelahiran atau akta kelahiran anak itu lho yang membuat ragu diriku pada dugaanku yang ingin menghibur kamu, istriku. "jawab Joshua Bell's sambil menikmati minuman segar yang disuguhkan oleh pihak rumah.
" Kita akan tahu usai aku bertemu dengan Dean Ambrose Adiwijaya sendiri untuk aku dapat menanyakannya secara langsung lalu aku dan Roger Milos mantanku itu yang menjadi suami dari adiknya Alfredo Regane bisa melakukan tes DNA untuk mengetahui apakah anak muda itu adalah putra Kami ataukah bukan. "kata Emilia kepada suaminya yang menganggukkan kepala untuk memberikan dukungan terhadapnya.
" Ma.. Pa, cewek cantik itu sombong banget deh sama aku. "bisik Dylan Bell's putra mereka di sofa lain.
Bersambung!!
__ADS_1