
Setelah satu tahun mereka menetap di rumah keluarga Lin di kota Xiamen. Jeniffer dan Reynaldi memutuskan untuk kembali ke Jakarta, Indonesia. Mereka ingin memulai kehidupan baru sebagai pasangan muda yang mandiri. Hal ini dikarenakan Reynaldi memiliki usaha baru di bidang perhotelan dan pariwisata melalui usaha kerjasama dengan teman sekolahnya dahulu.
"Jen, kita sudah sampai di rumah kita, mari kita masuk ke dalam rumah kita, " kata Reynaldi saat membukakan pintu mobil taxi online untuk istri tercintanya.
"Iya, suamiku, " jawab Jeniffer tersenyum sambil melangkah keluar dari mobil taxi online menuju ke pintu gerbang rumah mereka.
Reynaldi menurunkan koper mereka dari dalam mobil taxi online dan membuka gembok pintu gerbang rumah mereka dan menyeret koper ke dalam rumah mereka. Dimana, Jeniffer sudah membukakan pintu utama untuk suaminya bisa membawa koper ke ruangan dalam rumah.
"Ah, jam berapa sekarang? Aku harus bersiap untuk berangkat kerja.. " kata Reynaldi yang telah berlari masuk ke kamar mandi untuk siap -siap berangkat kerja.
Jeniffer segera menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya di kamar lalu pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk suaminya namun ia tidak menemukan bahan-bahan makanan apa pun di lemari es yang kosong dan juga lemari dapur yang berdebu karena sudah setahun lebih rumah mereka kosong.
"Sayang ku, sedang apa sih di dapur? Sudah kau jangan terlalu capek karena kita baru saja sampai di rumah. Kau istirahat saja, " kata Reynaldi menarik tangan Jeniffer untuk di suruh tidur oleh Reynaldi.
"Suamiku, tapi kamu mau berangkat kerja..Ah, apakah kau tidak mau sarapan pagi dahulu? " ucap Jeniffer menolak untuk disuruh tidur oleh Reynaldi.
"Ah, sayang, aku masih bisa untuk sarapan pagi di kantor. Kau istirahat saja dan untuk urusan makan siang untukmu.. Ehmm, aku sudah hubungi GrabFood siap saji yang terbaik untuk mu. " kata Reynaldi yang sudah berjalan keluar dari kamar.
"Iya, baiklah. Aku akan dengarkan perkataan mu saja, " ucap Jeniffer yang sebenarnya juga sangat lelah dan mengantuk.
Tapi Jeniffer harus menguras keperluan Reynaldi dahulu sebelum suaminya berangkat kerja.
"Sayang, jangan lupa untuk menjaga kesehatan mu dan jangan capek-capek ya... " kata Reynaldi memakai sepatu kerjanya dan ia melangkahkan kakinya menuju ke halaman rumahnya.
"Ya, suamiku, cepatlah kau pergi kerja dan hati -hati dalam mengendarai mobil, " jawab Jeniffer membukakan pintu mobil untuk Reynaldi yang merengkuh wajahnya dan menciumnya mesra sekali sebelum masuk ke mobil dan meluncur keluar dari rumah mereka.
__ADS_1
Sesudah Reynaldi berangkat kerja, Jeniffer pun memulai aktivitasnya sebagai seorang ibu rumah tangga seperti membersihkan dan juga merapikan rumah kemudian mencatat bahan -bahan makanan untuk memudahkannya pergi belanja keperluan rumahnya.
"Ah, aku harus belanja untuk keperluan sehari- hari kami, " Kata Jeniffer berjalan keluar dari rumah mereka.
Jeniffer pergi ke supermarket di luar kawasan perumahan. Disana, Ia membeli bahan-bahan makanan, keperluan untuk mencuci pakaian, piring dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
"Hai, Jen.. " sapa seseorang yang menyadarkan Jeniffer yang sedang sibuk memilih sabun dan sampo di rak bagian kebersihan diri di dalam supermarket dan ketika ia menoleh ke belakang ternyata.
"Kak Yudha? "
"Iya, aku Yudha kakakmu.. Apakah kau sudah lupa kepada ku? "Yudha mendengus sebal.
" Aku tentu saja tidak lupa kepada kakak Yudha. Aku cuma merasa heran saja bisa berjumpa dengan Kakak di sini di supermarket di daerah yang dekat dengan rumah ku.. "jawab Jeniffer sambil menaruh sabun mandi dan sampo yang sudah di pilihnya ke keranjang.
" Memangnya aku tak boleh belanja di sini..? "tanya Yudha menahan keranjang yang ingin di bawa Jeniffer ke kasir.
Yudha dengan sebal mengikutinya keluar dari supermarket namun ia terhalang seorang gadis yang menghampiri pemuda itu dengan tatapan mata ingin tahu.
" Yudha, siapa yang cari di supermarket kumuh seperti ini? "tanya Revalina menghalangi Yudha dengan membentangkan kedua tangannya di depan Yudha.
" Iihhhh, Reva. Apa apaan sih kamu? " Yudha pun berbalik arah ke mobilnya dengan di ikuti oleh Revalina dengan cepat.
"Yudha, kau jangan tinggalkan aku sendirian di supermarket kumuh ini.. " kata Revalina manyun.
"Lagian kenapa kamu mengikuti aku terus? " tanya Yudha melajukan mobilnya keluar dari daerah Jakarta Barat dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Karena aku ingin menanyakanmu soal Renata gadis yang sering menelepon mu itu. " jawab Revalina nada menuntut.
"Renata itu saudariku sebelum Mamaku menikah dengan Papanya Jeniffer, jadi wajar dong kalau Renata sering menelepon ku. " kata Yudha yang tak mau bilang kepada pacarnya kalau Renata juga pacar pemuda itu.
"Mmm, oh gitu? Kenapa kamu tak pernah kasih tahu aku ?Aku'kan jadi berpikir negatif kepada mu. " kata Revalina mengelus lengan Yudha agar Yudha memaafkannya.
Di perusahaan yang baru saja di rintis bersama dengan teman sekolahnya dahulu. Reynaldi tak pernah menyangka bahwa ia akan berjumpa dengan Cassandra keponakan dari O'om Alfredo yang menjadi sekretaris Niko teman sekolahnya dahulu.
"Hai, Reynaldi.. Aku tak pernah menyangka kau kerja di perusahaan ini. " kata Cassandra yang tersenyum senang berjumpa dengan Reynaldi.
"Iya, Aku juga tak menduga kalau kamu kenal dengan Niko teman sekolahku. " kata Reynaldi tersenyum ramah sambil melihat ke arah Niko yang menghampiri mereka di lobi.
"Reynaldi.. Cassandra..Mari kita naik ke lantai atas untuk membahas pekerjaan kita di ruang utama di perusahaan kita ini.. " kata Niko yang juga memperkenalkan seorang teman baru kepada Reynaldi dan Cassandra.
"Calista.. " kata Niko melirik ke arah Reynaldi dengan penuh arti.
"Oh, ini toh yang kamu ceritakan itu kepadaku beberapa hari lalu di WA? " tanya Reynaldi yang tahu siapa gadis di samping Niko.
"Oh ya, Reynaldi. Apakah kamu tak mau melihat sepupumu yang baru saja lahir dari Tante Lara dan O'om Alfredo yang bernama Carlitos Regan? " Cassandra memberitahu kabar gembira ini kepada Reynaldi begitu mereka keluar dari lift.
"Tentu saja, aku akan pergi melihat sepupu ku di rumah O'om Alfredo bersama dengan istriku nanti malam sepulangnya aku dari kerja. " Jawab Reynaldi yang membuat senyuman manis di bibir Cassandra menghilang.
Di rumah, Jeniffer mendapatkan pesan WA dari Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang memintanya untuk datang ke rumah untuk mengunjungi adik barunya yang lahir dari Mama Amanda dan Papa Suhandi Pratama.
"Jen, kau harus datang untuk mengunjungi adik mu jika kamu sudah kembali ke Indonesia dan jangan lupa untuk sampaikan pesan Oma Wina kepada suamimu untuk datang juga bersama mu.. " tulis Oma Wina pada WA kepada Jeniffer.
__ADS_1
Bersambung!!