
Yudha yang sedang bersenang-senang bersama dengan wanita selingkuhannya di pulau Bali tak tahu apa yang telah terjadi pada orangtuanya di Jakarta.Ia juga tidak perduli terhadap Renata kekasih gelapnya yang merindukan dirinya di kala wanita itu akan segera melahirkan anaknya yang pertama yang merupakan hasil hubungan gelap mereka berdua diluar sepengetahuan dari suaminya Renata yang bernama Randi.
Randi menemani proses kelahiran bayi laki-laki yang dilalui oleh Renata pada hari Suhandi Pratama dan Amanda di tangkap polisi karena kasus membunuh Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya atau ibu mertua pria itu sendiri. Dan, Renata hanya bisa menangis dipelukan ibunya yang bernama Ayuningsih yang dahulu adalah mantan kekasih pertama Suhandi Pratama saat pria itu masih tinggal di desa kecil kota Malang.
Ayuningsih menemani Rensta melahirkan anak pertamanya dan mengira kalau anak yang telah dilahirkan oleh anaknya itu adalah anak dari suami putrinya yaitu Randi. Maka, ia sangatlah menyayangi putrinya dengan sepenuh hatinya.
"Renata, kau sudah menjadi seorang Mama muda sekarang ini setelah kamu melahirkan bayi laki-laki yang diberinama Roy Aditya putra dari Randi suamimu itu. " kata Ayuningsih yang telah menunjuk ke arah bayi laki-laki yang digendong oleh Randi di samping tempat tidur pasiennya Renata.
"Iya, Ma.. " jawab Renata pelan.
"Ren, terimakasih banyak kamu sudah berikan aku anugerah terindah di dalam hidupku dengan kehadiran Roy Aditya putra kita berdua yang begitu mirip denganmu." kata Randi tersenyum bahagia kepada Renata sambil menunjukkan bayi laki-laki itu kepada Renata.
"Roy Aditya... "panggil Renata bergetar menahan gejolak hatinya yang seketika itu juga dapat melihat betapa miripnya Roy Aditya dengan pria yang selalu di cintainya itu yaitu Yudha.
"Ya, dia sangat manis, sayang. "kata Randi yang sangat bahagia tak pernah meragukan ketulusan hati Renata istrinya terhadap dirinya.
Renata menganggukkan kepalanya untuk Randi yang memeluknya dengan kasih sayang namun ia membayangkan Yudha yang memeluknya di saat itu.
" Ren, mulai hari ini kamu jangan kerja lagi ya dengan kamu bertugas sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak kita dirumah dan serahkan saja urusan mencari uang adalah aku suamimu. "kata Randi lembut kepada Renata.
Kembali ke Yudha yang membuka daun jendela kamar vila sambil menelepon istrinya yang ada di Jakarta untuk menanyakan soal pekerjaan di perusahaannya yang saat ini sedang dijalani oleh istrinya sebagai wakilnya.
" Ariana, gimana urusan meeting dengan Pak Johan di kantor sejak aku pergi dinas ke Batam? " tanya Yudha melakukan video call dengan istri sahnya, Ariana Miranda.
__ADS_1
"Aman terkendali, cuma mereka minta aku untuk memberitahu mereka ingin kamu sendiri datang ke kantor mereka di kota Balikpapan pada lusa depan. " jawab Ariana Miranda menunjukkan hasil meetingnya kepada Yudha.
"Baiklah, aku akan mengunjungi kota Balikpapan usai pekerjaan di kota Batam selesai." kata Yudha gembira dengan hasil kerja istrinya itu.
"Yudha, ada kabar buruk mengenai orangtuamu yang telah aku dengar dari orang-orang di rumah Oma Wina tentang orangtuamu yang dipenjara karena kasus membunuh Oma Wina." kata Iriana Miranda yang mengejutkan Yudha tentang kabar tersebut.
"Apa?? Tak mungkin...! " teriak Yudha.
"Ya, kau baca saja berita online akhir-akhir ini di HP mu yang semuanya membahas berita yang menyebutkan nama Papa tirimu Suhandi Pratama dan mamamu Amanda Valencia yang disebutkan sebagai sepasang pembunuh yang berdarah dingin dengan huruf kapital dilayar tiap medsos sekarang ini."kata Ariana Miranda yang terkesan bahagia dengan musibah yang telah menimpa diri keluarga Yudha.
"Kau sepertinya tak merasa sedih dengan apa yang telah menimpa keluargaku...? "tanya Yudha nada kesal.
" Ya,karena aku bisa menceraikan dirimu. "jawab Ariana Miranda yang semakin membuat Yudha kesal.
"Bisa." kata Ariana Miranda yang telah melihat kehadiran wanita selingkuhan suaminya muncul di belakang suaminya melalui layar HP mereka saat mereka video call.
"Heiii.. Lisette...! " bentak Yudha terkejut dengan wanita selingkuhannya yang membuat dirinya di ketahui berselingkuh dari istrinya.
Yudha menonaktifkan hpnya segera untuk ia bisa memarahi wanita selingkuhannya yang kini menyiram dirinya dengan air raksa melalui botol plastik minuman mereka kemarin malam hingga Yudha menjerit-jerit kesakitan.
"Arghhh....! "
Yudha yang marah menyerang Lisette dengan botol minumannya sehingga wanita itu tewas di lantai kamar vila nya.
__ADS_1
"Aku harus pergi dari tempat ini sebelum ada orang yang melihat aku membunuhnya.. " kata Yudha yang ketakutan.
Karena ketakutan yang mendera dirinya itu telah membuatnya memiliki pemikiran yang sangatlah kejam yaitu mengecilkan Lisette yang dikemas di dalam koper yang ditaruh di atas laci di dalam lemari es dalam vila. Lalu, Yudha kabur dari vila ke bandara internasional Ngurah Rai. Namun di depan pintu bandara internasional, Yudha di tangkap oleh polisi yang mendapatkan laporan dari pihak vila mengenai pembunuhan keji yang dilakukannya.
Ariana Miranda melayangkan surat perceraian kepada Yudha dengan cepat begitu ia dapatkan berita ini dari pihaknya di Bali. Hal ini memicu rasa sakit hati pada Yudha yang mencari cara untuk kabur dari penjara di saat ia akan dibawa ke penjara di Jakarta oleh pihak kepolisian kota Denpasar, Bali.
"Aku akan membuat mereka menderita lebih besar daripada penderitaan yang telah mereka perbuat terhadap keluargaku.. " kata Yudha yang telah berada di pesawat menuju ke Jakarta.
Sementara itu, Dean Ambrose dan istrinya juga anaknya yang terkecil baru tiba di Jakarta untuk melihat ibunya yang di rumah besar Adiwijaya. Is sudah mendapatkan mobil jemputan yang telah dilakukan oleh putrinya, Shinta.
"Shinta, terimakasih kamu sudah menjemput Papa, Mama dan adikmu di bandara soetta, " kata Dean Ambrose Adiwijaya memeluk Shinta di pintu lobi bandara soetta.
"Ya, Pa. Begitu Shinta dapat kabar kepulangan Papa ke Jakarta, Shinta segera mengajukan diri untuk menjemput Papa,Mama dan Adik disini.. " kata Shinta membalas pelukan Papanya.
"Iya,sayang.Mari kita segera pergi ke rumah Oma Wina untuk melihat apa yang telah terjadi pada diri Oma Wina. " kata Dean Ambrose yang menggandeng tangan putrinya untuk berjalan ke parkiran mobil.
"Agar lebih cepat sampai ke rumah Oma Wina, bagaimana kalau Papa saja yang menyetir mobil ku? " Shinta menyodorkan kunci mobilnya pada Papanya.
"Iya, baiklah, Nak. " jawab Dean Ambrose cepat mengambil kunci mobil dari Shinta yang segera masuk ke dalam mobil di bagian belakang.
"Kalian berdua cepatlah masuk ke dalam mobil. " kata Dean Ambrose kepada istrinya dan anaknya yang terkecil di sampingnya.
Bersambung!!
__ADS_1