
"Aku mau memberitahu kamu mengenai status ku yang tak lama lagi akan berubah menjadi istri dari seorang pria yang bernama David Agustinus Adisucipto putra dari pengusaha ternama di kota Jakarta. " jawab Revalina Pratama yang duduk di sofa ruang kantor Yudha.
"Siapa yang telah memperkenalkanmu dengan David Agustinus Adisucipto? " tanya Yudha yang menutup tirai seluruh kaca di kantornya dan juga CCTV-nya sendiri.
"Siapa lagi kalau bukan Papa tirimu sendiri, yaitu Papa Suhandi Pratama. " jawab Revalina yang kemejanya di buka pada kancingnya oleh Yudha satu demi satu lalu Yudha memainkan isi dalam pakaian dalamnya.
"Kapan? " tanya Yudha yang sibuk menghisapi isi dalam pakaian dalam Revalina Pratama sambil membuka celana panjang kerja milik adik tirinya sendiri.
"Beberapa hari lalu aku dipertemukan dengan David Agustinus Adisucipto di restoran mahal di Jakarta, lalu sekitar tiga hari yang lalu David mau melamarku kepada Papa kita yang tentu saja luar biasa senang mendengar aku akan segera di nikahkan dengan David Agustinus Adisucipto. " jawab Revalina Pratama yang menarik napas dalam-dalam ketika ia merasakan sesuatu yang berasal dari Yudha memasukinya.
"Lalu kapan kamu akan menikah dengan David Agustinus Adisucipto? Kenapa kamu tidak bisa menolaknya? Bukankah kamu bilang kalau kamu hanya mencintai aku bahkan kamu menyerahkan diri mu kepada ku setiap kali aku menginginkan kamu? " tanya Yudha yang mengguncang tubuh Revalina Pratama yang berada di bawah tubuh kekarnya dan gadis cantik manis itu meraba- raba dadanya yang terbuka bebas dari pakaian kerjanya.
"Minggu depan. Aku tak bisa menolaknya karena perintah dari Papa.. Yudha, bagaimana ini? Apa kamu akan membenciku yang akan menikah dengan orang lain? "Revalina Pratama memeluk Yudha yang semakin liar dalam berhubungan dengannya.
" Seharusnya kamu bisa menolaknya. Ah, sudah kita akhiri saja hubungan kita agar kamu bisa menjalani kehidupan yang bahagia bersama pria pilihan Papa dan begitu juga dengan aku yang akan menjalani kehidupan bahagia dengan istri ku yaitu Ariana Miranda. "kata Yudha yang terus menerus melakukan hal itu kepada Revalina dari pagi hingga siang hari sampai Revalina Pratama tergeletak di sofa dengan wajah merona dan tubuh letih.
" Ya, kita akan menjalani kehidupan kita masing -masing untuk kebaikan semua orang yang kita sayang.. Yudha, ku harap kamu bisa datang di resepsi pernikahan ku nanti. "kata Revalina yang berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari ****** ***** Yudha di seluruh tubuhnya terutama bagian bawahnya.
__ADS_1
Kemudian ia memakai kembali pakaiannya dan celana panjang kerjanya dan berjalan ke pintu kantor Yudha dengan wajah sedih sebelum pintu kantor Yudha tertutup kembali dibelakangnya.
Yudha tidak mempedulikan Revalina Pratama. Ia menyibukkan diri pada pekerjaannya di layar laptopnya di meja kantornya sambil menikmati makan siang yang dikirimkan oleh staff dapur kantor ke kantornya.
Revalina Pratama mengendarai mobilnya di jalan raya dengan tatapannya tak fokus pada jalanan sehingga ia terkejut dengan laju sebuah truk dari arah berlawanan arah yang menabrak mobilnya hingga terbalik dan meledaklah mobilnya saat itu juga.
"Celaka..! Lihat ada tabrakan di jalan raya kebun sawit.. ! "
Berita kecelakaan mobil yang telah menewaskan Revalina Pratama tersebar luas di medsos dan televisi sampai Suhandi Pratama yang sedang rapat di sekolah Adiwijaya terkejut.
"Tidak.. Mungkinn...! " teriak batin Suhandi.
"Revaaaa...! " teriakan histeris Indah Puspita.
Di hari itu juga, Suhandi Pratama mengantarkan jenazah putrinya ke pemakaman umum terdekat dengan tempat tinggal istri gelapnya dan putri tunggalnya dengan Indah Puspita.
"Kau senang kan melihat Revalina Pratama tidak ada lagi di dunia ini supaya rahasiamu denganku putus begitu saja? " ucap Indah Puspita dengan tangisannya.
__ADS_1
"Tidak.. Aku justru menyesal karena aku belum pernah membahagiakannya dengan hasil kerja kerasku.. Tapi, ya sudahlah lupakan saja supaya kau dan aku tidak ada hubungan lagi selamanya. Aku pun memang sudah memiliki keluarga baru dengan istriku yang baru setelah Laura Putri Adiwijaya meninggal dunia dan meninggalkan Jeniffer putrinya kepadaku yang harus aku jaga seumur hidupku supaya warisan dari Nyonya Wina Yulianti Adiwijaya dapat jatuh ke tanganku. " ujar Suhandi Pratama yang rupanya sudah buat rencana sejauh itu.
"Emm, kau takkan pernah bisa mendapatkan hak warisan dari Ibu Wina Yulianti Adiwijaya karena dia masih memiliki seorang putra yang masih sehat dan bugar bernama Dean Ambrose Putra Adiwijaya dan cucu laki-laki bernama Reynaldi Ricardo Milos. " papar Indah Puspita dengan tatapan mata mencemooh mantan suaminya.
"Asal kamu tahu saja ya?Meskipun dia memiliki putra si sialan Dean Ambrose Putra Adiwijaya tetapi dia tidak pernah menyukai putranya itu. Dan, satu lagi Dean Ambrose Putra Adiwijaya tak pernah memiliki seorang putra.. Dia hanya punya dua orang putri yang berarti warisan dari Nenek tua itu adalah milikku. Emm, mengenai Reynaldi Ricardo Milos, dia itu bukanlah keturunan dari Adiwijaya, maka dia tidak pernah berhak untuk memiliki harta Warisan dari Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya untuk selamanya." kata Suhandi Pratama dengan wajah sangar kepada Indah Puspita.
"Tetap saja.. Mereka masih memiliki hubungan keluarga yang kuat sedangkan kamu hanyalah menantu yang cuma dimanfaatkan untuk masa - masa sulit mereka saja. Apakah kamu lupa kalau Jeniffer putri dari Laura Putri Adiwijaya dan pria asal negara China itu adalah cucu luar yang telah di catat sebagai pewaris tunggal keluarga besar Adiwijaya di dalam surat wasiat Tuan Besar Eros Adiwijaya suami dari Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya apabila Tuan Muda Dean Ambrose Putra Adiwijaya meninggal dunia.Dan, hal ini berarti selama Tuan Muda Dean Ambrose Putra Adiwijaya masih hidup, maka seluruh warisan dari Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya akan tetap jatuh di tangan Tuan muda Dean Ambrose Putra Adiwijaya yaitu Papa adopsi dari Tuan muda Reynaldi Ricardo Milos." kata Indah Puspita yang rupanya mengetahui surat wasiat Tuan besar Eros Adiwijaya tanpa diketahui oleh Suhandi Pratama selama ini.
"Sialan, kenapa kamu tidak pernah mengatakan hal ini kepada ku? " tanya Suhandi Pratama yang menarik kerah pakaian berkabung Indah Puspita.
"Puh, karena aku mau kamu kembali jatuh miskin dan kembali menjadi gelandangan di kolong jembatan daerah Cengkareng untuk selamanya. " jawab Indah Puspita dengan wajah mengejek Suhandi Pratama.
"Katakan kepada ku dimana surat wasiat Tuan besar Eros Adiwijaya berada? "perintah dari Suhandi Pratama kepada Indah Puspita yang di pukul batu olehnya hingga bocor kepala wanita itu.
" Tidak akan pernah aku beritahukan kepadamu meskipun aku harus mati. "jawab Indah Puspita yang pada akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di makam putrinya sendiri karena di bunuh oleh mantannya sendiri.
Suhandi Pratama menguburkan mayat Indah di sebelah makam Revalina Pratama dengan asal saja sebelum meluncurkan mobilnya menuju ke arah perumahan tempat tinggal Jeniffer Lin Dan Reynaldi Ricardo Milos tinggal melalui Google map.
__ADS_1
Bersambung!!