
"Reynaldi, mulai hari ini kamu akan tinggal di kamar ini di dalam rumah O'om Alfredo sebagai keponakan O'om yang paling O'om sayangi dan jangan khawatir dengan kuliah mu karena O'om sudah ngomong kepada Papa Dean Ambrose mu untuk kamu bisa kuliah di universitas yang sama dengan universitas keponakan O'om kuliah yang tidak kalah dengan universitas Adiwijaya milik Oma mu, " kata O'om Alfredo yang sudah mempersilakan Reynaldi untuk menempati kamar yang dekat dengan kamar keponakannya.
"Wah, terimakasih banyak O'om. Reynaldi senang sekali menerima kebaikan O'om Alfredo pada Reynaldi, " kata Reynaldi sambil memeluk O'om Alfredo dengan rasa terimakasih.
"Iya, sudah, sekarang O'om tinggal dulu ya karena O'om ada janji dengan Tante mu, " kata O'om Alfredo meninggalkan Reynaldi di pintu kamar baru Reynaldi.
Setelah O'om Alfredo turun ke lantai bawah, Reynaldi baru melihat ada cewek cantik yang sedang menatapnya dengan rasa penasaran namun ramah sekali.Reynaldi segera tersenyum ramah untuk berkenalan dengan keponakannya O'om Alfredo yang baik hati itu.
"Hai, Aku Reynaldi. Kamu siapa? " sapa Reynaldi ramah mengulurkan tangan dengan sopan.
"Hai, aku Cassandra, aku senang sekali bisa bertemu denganmu di rumah O'om ku, ", kata Cassandra ramah menyambut uluran tangan Reynaldi.
Cassandra terpesona dengan ketampanan dari Reynaldi keponakan dari calon tante nya yang sudah lama Cassandra dengar dari O'om Alfredo yang akan kuliah satu kampus dengannya dan ia tak menyangka bahwa Reynaldi setampan ini aslinya dan juga ramah dan sopan.
Satu jam kemudian setelah Reynaldi merapikan barangnya di kamar barunya, Reynaldi memilih untuk menelepon Jeniffer untuk memberitahu Jeniffer bahwa Reynaldi masih berada di Jakarta Indonesia. Tapi tidak ada respon dari Hp nya Jeniffer yang meresahkan hati Reynaldi.
" Reynaldi.. Aku ingin mengajak mu tour rumah O'om ku.. Ayoo, "ajak Cassandra dengan ramah menarik tangan Reynaldi.
Cassandra sangat ramah mengajak Reynaldi keliling rumah sambil memperkenalkan Reynaldi kepada setiap staff di rumah O'om Alfredo untuk memperlakukan Reynaldi dengan sangat baik dan sopan. Reynaldi sangat senang sekali karena staff di rumah O'om Alfredo sangat baik, ramah dan sopan tidak seperti di rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang sombongnya minta ampun.
__ADS_1
" Bagaimana perasaan mu setelah tour rumah dan berkenalan dengan setiap orang di dalam rumah O'om Alfredo? " tanya Cassandra yang menuangkan jus jeruk ke gelas kosong Reynaldi.
"Sangat senang sekali. Terimakasih, Cassandra, " jawab Reynaldi menerima jus jeruk dari gadis keponakannya O'om Alfredo dan meminumnya.
Demikianlah perkenalkan Reynaldi dengan gadis keponakannya O'om Alfredo yang akan menjadi teman baru Reynaldi baik di rumah O'om Alfredo maupun di kampus Reynaldi besok hari, dan Reynaldi sangat menyukai semua orang dalam keluarga O'om Alfredo yang semuanya ramah dan menyenangkan.
Sudah satu minggu Reynaldi pergi dari rumah Jeniffer atau lebih tepatnya dari rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang membuat Jeniffer merasa kesepian kembali dan Jeniffer merasa Reynaldi sangat tidak adil kepada Jeniffer karena Reynaldi tidak meninggalkan pesan atau pamit pada Jeniffer sebelum pergi dari rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya.
HP Jeniffer pun tidak pernah ada pesan atau telepon dari Reynaldi sama sekali sehingga gadis itu merasakan kekosongan pada hidupnya yang kembali pada kehidupannya yang lama sebelum Jeniffer berjumpa dengan Reynaldi seorang yang menyalahkan api kehidupan yang hangat pada diri Jeniffer.
Jennifer setiap hari atau setiap waktu pergi dari dalam kamar Reynaldi untuk mengingat semua hal tentang kehadiran Reynaldi di dalam kamar itu, tempat tidur itu, meja tulis itu dan semua tentang Reynaldi sangat membekas di hatinya Jeniffer dan saat ini Jeniffer kembali ke kamar tidurnya sendiri.
"Jeniffer, " suara Reynaldi selalu terngiang -ngiang di telinga Jeniffer kini tidak ada lagi suara hangat Reynaldi yang memanggilnya.
Jeniffer terkejut dengan kedatangan seorang wanita yang berpelukan dengan Papanya di ruang kerja Papanya.Jeniffer berlari ke arah taman bermain di dalam rumah dan menangis seorang diri di ayunan yang menjadi kenangan terindah bagi Jeniffer saat ada Reynaldi yang mengajak Jeniffer bermain ayunan dan berbagai macam permainan lain yang menggembirakan bagi Jeniffer.
Jeniffer mendongak menatap langit yang di gelayuti awan hitam, sesekali kilat -kilat pun memancarkan panjang di atas sana, dan seiring dengan suara petir yang kencang menggelegar lima menit yang membuat Jeniffer berlari kencang ke dalam gereja kecil dalam rumah dan berdoa pada patung Bunda Maria.
Satu jam berlalu dan Jeniffer masih belum beranjak dari gereja kecil karena tempat itulah satu -satunya tempat bagi Jeniffer sebagai tempat mencurahkan isi hatinya yang sangat sedih sekali dan ketika Jeniffer menengok ke arah belakang tubuhnya.
__ADS_1
"Reynaldi, " panggil Jeniffer senang melihat Reynaldi berdiri di depannya.
"Jeniffer, sekarang sudah malam. kenapa kau masih berada di sini, " Kata Reynaldi menarik tangan Jeniffer.
"Karena aku merasa kesepian tanpamu, Rey, " jawab Jeniffer masuk ke dalam pelukan Reynaldi yang membelai lembut rambut panjang Jeniffer.
"Maaf, Jeniffer. Aku baru bisa datang menemui mu di malam hari karena aku tak boleh lagi untuk menginjakkan kakiku di rumah ini, " kata Reynaldi sedih sekali.
"Kalau begitu kenapa kau pergi dari ku tanpa pamit bahkan kau tidak pernah meneleponku, " kata Jeniffer menangis sedih.
"Aku sudah kirim pesan WA padamu dan juga menelepon mu setiap waktu ku tiada pernah berhenti.. Inilah lihatlah bukti pada HP ku, " kata Reynaldi memperlihatkan isi hpnya kepada Jeniffer.
"Aj, pasti ulah Papa dan Oma yang memblokir nomor HP mu, " kata Jeniffer masih menangis.
"Kau tak perlu sedih karena aku akan selalu datang kepada mu di sini di gereja kecil ini dan kalau kamu rindu padaku.. Kau bisa kirim pesan pada Tante Lara agar Tante Lara bisa kirim pesan mu kepada ku. Aku tinggal di rumah O'om Alfredo kekasihnya Tante Lara... Ah, ini alamat rumah O'om Alfredo, " kata Reynaldi dengan cepat memberitahukan kepada Jeniffer bahwa Reynaldi tinggal di rumah O'om Alfredo.
"Iya, Reynaldi makasih. Aku akan simpan dan mengingat alamat rumah O'om Alfredo agar aku bisa menemuimu bila aku merindukanmu, " kata Jeniffer tersenyum manis dan tidak sedih lagi.
"Sama-sama, Jeniffer. Aku juga merindukanmu, " kata Reynaldi menaruh telapak tangan Jeniffer di dada bidangnya.
__ADS_1
Bersambung!!