
"Rey, nak. Kau tidak apa-apa? " tanya Dean Ambrose cemas pada kondisi jiwa Reynaldi yang mungkin bisa trauma dengan sikap Mamanya yang amat keras terhadap Reynaldi tadi.
"Reynaldi tidak apa-apa, Pa, " jawab Reynaldi nada ringan tak terlihat sedih di sepasang mata indahnya.
"Ah syukurlah.. Sayang.. Sekarang bersiaplah besok pagi kita akan pulang ke rumah, " kata Dean Ambrose memberitahu anaknya untuk berkemas karena besok pagi mereka harus pulang ke China.
"Papa.. Reynaldi nggak mau pulang ke China.. Reynaldi sudah janji pada Jeniffer untuk temani Jennifer di sini, " kata Reynaldi menatap Papa nya dengan serius.
"Enggak boleh.. Reynaldi gak boleh tinggal di rumah seperti neraka ini, " kata Silvi tegas pada Dean Ambrose saat suaminya memberitahunya keinginan Reynaldi untuk tinggal di rumah besar Adiwijaya.
"Aku tahu.. Aku sudah bujuk Reynaldi untuk batalkan janjinya pada Jeniffer agar dia mau ikut pulang bersama kita.. Tapi tuh anak tetap keras kepala, " kata Dean Ambrose merasa kacau dengan Reynaldi yang berniat untuk tinggal di rumah Mamanya demi Jeniffer.
"Pokoknya jangan di turuti kemauan anak itu sebab dia tidak tahu apa-apa tentang keadaan di dalam rumah Mamamu. Aku tak mau putra ku mengalami depresi seperti Jeniffer karena didikan Mama mu itu, " kata Silvi berjalan cepat ke kamar Reynaldi.
"Reynaldi... Cepat kau rapikan kopermu dan kita pulang, " kata Silvi memasukkan semua barang pribadi Reynaldi ke dalam koper anaknya itu.
"Mama.. Reynaldi gak mau pulang, " kata anak itu menarik kopernya dari mamanya.
"Kak Reynaldi.. Awas itu tangga!! " jerit Shinta melihat kakaknya tidak melihat ada tangga saat menarik koper dari Mama Silvi.
"Reynaldi....!! Tidakkkk....!! ", teriak Dean melihat Reynaldi terjatuh dari tangga paling atas dengan berguling-guling sampai ke lantai bawah.
" Reynaldi!! " teriak Jeniffer lari ingin memeluk Reynaldi yang penuh darah yang mengucur keluar dari kepala anak itu.
"Minggir kau!! " hardik Shinta pada sepupunya sambil merebut Reynaldi dari pelukan Jeniffer yang ketakutan.
__ADS_1
"Reynaldi...! Aku harus cepat membawanya ke rumah sakit, " kata Dean Ambrose yang cepat menggendong putranya menuju ke mobilnya yang sudah disiapkan oleh supir.
Di rumah sakit.
Dean Ambrose dan keluarganya kecuali Shinta menunggu di pintu ruang operasi karena anak itu mengalami pendarahan yang parah pada kepala nya oleh sebab itu harus menjalani operasi darurat.
Jeniffer menangis terus di ruang doa pada Bunda Maria dan Mama Laura untuk Reynaldi bisa sembuh dan kembali ke sisi Jeniffer dengan sehat juga memohon agar jangan ambil Reynaldi darinya.
Shinta memarahi Jeniffer terus menerus karena salah Jeniffer yang minta Reynaldi berjanji akan tinggal di rumah oma yang jelas -jelas oma benci Reynaldi yang tidak tahu apa penyebab utama Oma benci pada Reynaldi.
"Dengar ya.. Kalau Kakak Reynaldi sampai kenapa-napa itu semua salah kamu... kamulah penyebab utama kecelakaan Kak Reynaldi!! "
Jeniffer terngiang-ngiang kata penyebab utama Reynaldi celaka melalui ucapan Shinta yang membuat Jeniffer ingat kata-kata Papanya yang selalu menyalahkan Jeniffer sebab penyebab utama kematian Mama Laura.
Jeniffer dapat kunjungi Reynaldi setelah dapat kabar dari O'om Dean Ambrose bahwa Reynaldi sudah aman hanya menunggu Reynaldi sadar kembali dari pasca operasi pada kepalanya.
"Jennie.. " kata Reynaldi terbangun melihat ada Jeniffer di sisi tempat tidur pasiennya.
"Reynaldi... " panggil Jeniffer memeluk Reynaldi sambil menangis.
Beberapa hari kemudian Reynaldi sudah bisa keluar dari kamar pasiennya untuk melihat suasana luar kamar pasien dan Jeniffer duduk di bangku taman rumah sakit.
"Reynaldi.. Kenapa kau keluar dari kamarmu? " gadis kecil ini cemas pada sepupunya.
"Aku bosan di kamar pasien.. Jeniffer.. Aku tetap akan tepati janji ku untuk tinggal di Indonesia bersama mu," ucap Reynaldi duduk di samping Jeniffer dengan menggenggam tangan gadis itu.
__ADS_1
"Aku tak mau kau sedih sendiri, nangis sendiri, dan kesepian sendiri di rumah Oma bersama Papamu yang galak itu. Aku tidak menderita, kok. Aku bahagia di dekat mu sebagai kakak sepupu mu juga sebagai pelindung mu, " kata Reynaldi lembut dan teguh pada pendiriannya.
Seminggu kemudian, Dean Ambrose terpaksa harus pulang ke China bersama Silvi dan Shinta tanpa Reynaldi karena Dean Ambrose juga sudah berpikir ada baiknya Reynaldi belajar untuk hidup mandiri dan kuat menghadapi segala cobaan hidup di mulai dari kehidupan di rumah Mamanya.
Juga Reynaldi bisa menjaga Jeniffer sebagai seorang sepupu dan pelindung untuk gadis kecil itu bisa menjalani hidup tanpa kesepian lagi, karena ada Reynaldi yang selalu ada untuk gadis kecil itu sampai kapanpun.
Awal ajaran baru di sekolah Adiwijaya telah di mulai dan awal kehidupan baru untuk Reynaldi pun dimulai karena Reynaldi akan mulai sekolah di sekolah milik Oma Wina Yulianti Adiwijaya bersama dengan Jeniffer sepupunya yang sangat Reynaldi sayang.
Pertama kali masuk ke sekolah, Reynaldi harus memotong rambutnya yang panjang menjadi ala tentara dan warna rambutnya yang asli pirang di cat warna hitam juga Reynaldi harus jalani hidup dengan peraturan baru di rumah Adiwijaya yaitu dilarang berisik, dilarang terlambat untuk bangun pagi sampai dilarang untuk tidur terlalu malam.
Reynaldi masuk ke kelas dengan langkah lebar dan tegap lalu duduk dengan bangku sekolah di barisan ketiga di bangku terakhir. Kelas Reynaldi semuanya siswa tak ada siswinya, maka anak itu berteman dengan Alvino anak pengusaha ternama di Jakarta dan Denis anak seorang jutawan ternama di Indonesia.
Selain dengan kedua orang teman baru itu, Ia juga mempunyai teman seorang anak pekerja di sekolah yang bernama Anton yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah yang juga selalu bantu Reynaldi untuk menjadi Jupiter selama Reynaldi sekolah dan setelah pulang sekolah barulah di jemput oleh Reynaldi.
Kehadiran Reynaldi di sekolah itu membuatnya terkenal di kalangan teman-teman perempuan Jeniffer yang ingin berkenalan dengannya karena ketampanan dan kecerdasannya yang membuat guru-guru di sekolah tak bisa mencela Reynaldi karena Reynaldi selalu pintar di dalam setiap pelajaran di sekolah.
"Reynaldi, ada surat untuk mu dariku, " kata teman kelas Jeniffer di pintu gerbang sekolah.
"Reynaldi, aku punya kado untuk mu, "kata kakak kelas Jeniffer di pintu keamanan Sekolah.
" Halo Reynaldi.. Hari ini kamu sibuk, gak?" sapa gadis dari universitas Adiwijaya.
"Maaf, aku tidak suka baca surat, " kata Reynaldi menolak surat yang setiap hari dia dapatkan dari siswi -siswi sekolah Adiwijaya.
Bersambung!
__ADS_1