
Yudha menyambar lengan kanan Renata dengan cepat di bawanya masuk ke dalam mobilnya di depan gerbang pabrik sampai Renata kaget lihat ulahnya namun wanita muda yang sedang hamil itu tidak bisa berbuat apa-apa karena mobil telah meluncur keluar dari kawasan pabrik menuju ke jalan raya dengan kecepatan tinggi.
"Renata, aku mau tanya kepadamu apakah bayi di kandungan mu itu adalah anakku ataukah bayi milik suami cupu mu itu?" Yudha menghentikan mobil di depan sebuah rumah yang dahulu ialah rumah lama mereka.
"Bukan urusanmu untuk bertanya tentang bayi di kandungan ku, Yudha." jawab Renata nada judes kepada Yudha.
"Oh, baiklah. Aku akan melakukan test DNA pada bayi di kandunganmu itu, Renata." kata Yudha di telinga Renata.
"Yudha, kau jangan main-main dengan ku,ya? " Renata kaget karena Yudha memaksanya untuk turun dari mobil dan mengikuti pria ini masuk ke dalam rumah lama mereka.
Yudha melemparkannya ke tempat tidur di salah satu kamar di rumah lama mereka lalu Yudha telah mengikat kedua tangannya di tiang tempat tidur sambil memanggil tim dokter pribadinya untuk melakukan test DNA terhadap kandungan Renata.
"Tidak.. Yudha jangan kau lakukan itu kepadaku!! " teriak Renata yang ketakutan melihat salah seorang dari tim dokter telah menyuntikkan obat bius kepadanya melalui jarum suntik ke atas lengan kanan Renata.
Tak lama kemudian Renata tertidur pulas karena pengaruh obat bius tersebut dan tim dokter itu mulai melakukan tugas mereka untuk melakukan test DNA terhadap kandungan Renata.
*****
PT Raja Yupiter, Jakarta.
Shinta Adiwijaya melangkah dengan tegak ke dalam gedung perkantoran yang telah membuka lowongan pekerjaan untuk mahasiswi lulusan universitas terbaik seperti dirinya. Gadis manis itu dengan senyuman mengembang di bibirnya menunggu panggilan dari pihak HRD.
Dan, pada saat gadis itu menunggu gilirannya. Ia tidak sadar bahwa ada seseorang yang sedari tadi pagi memperhatikan setiap gerak -geriknya dengan tatapan mata tertarik dengan kecantikan alami gadis itu.
"Ella, siapakah gadis yang duduk di kursi depan pintu kantor HRD? " tanya seorang pria tampan di balik kaca ruangan HRD kepada staffnya.
__ADS_1
"Oh, dia calon karyawan baru di perusahaan ini, Pak Indra." jawab staffnya sopan.
"Calon karyawan baru di kantor ku rupanya.... " pria itu mengambil berkas identitas Shinta dari tangan staffnya lalu membacanya dengan sinar matanya begitu tertarik untuk mengenal gadis itu.
"Pak Indra, gadis itu sudah datang ke kantor ini untuk melakukan wawancara kerja dengan Anda di sini. " kata Ella staffnya melaporkan bahwa ia harus melakukan wawancara kerja kepada calon karyawan baru itu.
Indra Lesmana memperhatikan gadis cantik dan manis itu berjalan masuk ke ruangannya dengan anggun sekali lalu duduk di bangku yang berada di depan mejanya.
"Baiklah, Nona Shinta Adiwijaya silakan Anda jawab pertanyaan dari saya ajukan untuk Anda. " kata Indra Lesmana yang langsung melakukan wawancara kerja kepada Shinta Adiwijaya.
"Iya, Pak Indra. " jawab Shinta Adiwijaya tegas.
Lalu satu persatu pertanyaan mengenai alasan Shinta Adiwijaya memilih untuk melamar kerja di perusahaan tersebut dan berapa upah yang di inginkan oleh gadis itu apabila gadis itu bisa di terima kerja di perusahaan tersebut. Dan, semua pertanyaan tersebut di jawab dengan tegas dan berani oleh Shinta Adiwijaya.
"Baik,silakan Anda menunggu hasil dari interview kami di luar kantor ini. " kata Indra Lesmana usai melakukan wawancara kerja kepada gadis muda yang menarik perhatiannya itu.
"Ya, Pak. " jawab Indra Lesmana tersenyum lebar mendengar bosnya mau menerima gadis cantik itu bekerja di perusahaan tersebut. Ia pun cepat memberikan informasi tersebut kepada Shinta di luar kantornya.
"Waahhh.. Aku akhirnya bisa bekerja juga...! " Seru Shinta Adiwijaya. Gadis itu menghubungi Wa Reynaldi Ricardo Milos kakaknya untuk gadis itu bisa memberitahukan kabar gembira tentang dia diterima bekerja di perusahaan PT Raja Yupiter.
"Wah, selamat untuk mu, dek.Kakak turut senang mendengar kabar gembira ini. " kata Reynaldi di WA.
"Ya, Kak. Karena itu Kakak bisa pulang kerja jam delapan malam, gak? " tanya Shinta Adiwijaya di jalan menuju ke rumah Reynaldi di dalam taxi.
"Bisa dong, dek. Kamu mau ngadain pesta kamu diterima kerja di PT Raja Yupiter kan? " suara dari Reynaldi begitu gembira sekali di telinga kiri Shinta Adiwijaya yang kini menelepon secara langsung Kakaknya.
__ADS_1
"Iya, Kak Reynaldi. Aku mau membuatkan makan malam sepesial untuk merayakan hari bahagia ku ini. " jawab Shinta Adiwijaya yang turun dari mobil taxi di depan pintu gerbang rumah.
Pintu gerbang kecil sudah dibukakan oleh Kakak iparnya untuknya. Ia mengangguk sopan lalu mengakhiri percakapannya di HP dengan Kakak laki-laki nya.
"Shinta, bagaimana hasil wawancara kerja mu di perusahaan PT Raja Yupiter pagi ini? " tanya Jeniffer ramah.
"Berhasil." jawab Shinta Adiwijaya sambil jalan ke ruangan dalam rumah sambil berbelok ke arah dapur dan membuka kulkas untuk memilih bahan-bahan makanan.
"Wow selamat, ya? Hei, apakah kamu mau buat makanan yang spesial untuk malam ini? " tanya Jeniffer mengamati adik iparnya yang sibuk membersihkan sayuran-sayuran dan daging di wastafel.
"Ya, terimakasih Kak Jeni. Ya, aku mau membuat makanan untuk merayakan hari aku di terima bekerja dan hari aku dewasa. " jawab Shinta nada riang kepada Jeniffer.
"Wah, bagus. Aku mau kok bantuin kamu masak. " kata Jeniffer yang ingin mengambil wortel dan kol dari meja dapur tiba-tiba di tepis halus oleh tangan Shinta Adiwijaya.
"Enggak perlu, Kak. Aku mau mengerjakannya sendiri. Kakak bisa melakukan tugas kakak yang lain. " kata Shinta Adiwijaya nada halus namun terdengar tak suka di bantu oleh Jeniffer.
"Ah, ya, Shinta. Gak apa-apa kok. " kata Jeniffer.
Jeniffer meninggalkan adik ipar di dapur. Wanita itu menyibukkan diri dengan menyapu lantai dan mengepel lantai seluruh ruangan di rumah lalu ia pergi mandi untuk menyambut suaminya yang akan pulang kerja pada jam tujuh malam.
Jeniffer memegang sebuah benda pipih di salah satu tangannya yang mungil dan senyuman di bibirnya begitu bahagia sehingga ia tidak sabar untuk menunjukkan benda itu kepada suaminya.
"Aku harus membuat kejutan yang menarik untuk Kak Reynaldi sepulangnya dia dari kerja. " kata Jeniffer yang memandangi dirinya sendiri di cermin di meja riasnya.
Lalu wanita muda itu keluar dari kamarnya untuk menunggu suaminya di ruang tamu sambil tidak pernah berhenti untuk tersenyum bahagia yang terlihat menjemukan bagi Shinta Adiwijaya dari dapur.
__ADS_1
"Ugh, centil. " gumam Shinta Adiwijaya nada tak menyukai kakak iparnya itu.
Bersambung!!