
Jeniffer mengulurkan tangannya ke jalan raya di depan halte dekat rumah kediaman Adiwijaya untuk menyetop taksi yang melewati jalan raya itu dan berhenti di depannya.
"Pak tolong antarkan aku ke rumah alamat ini.. " kata Jeniffer begitu ia sudah duduk di jok taksi
"Iya, Nona." jawab Supir taksi nada segera.
Mobil taksi berhenti di depan pintu gerbang dari rumah Kediaman Regane dan pintu mobil taksi terbuka untuk Jeniffer keluar dari mobil taksi lalu menekan tombol bel rumah itu yang berada di tembok dekat pintu gerbang rumah kediaman Regane
Ting Tong!
Ceklek!
Pintu gerbang rumah kediaman Regane terbuka secara otomatis maka Jeniffer segera berlari ke dalam rumah kediaman Regane. Disana ia bisa bertemu dengan Tante Lara Putri Adiwijaya dan O'om Alfredo Regane yang tersenyum senang menyambut kedatangannya.
"Tante, aku harus memberitahukan rahasia Papa Suhandi Pratama dan Mama Amanda yang telah menyekap Oma Wina Yulianti Adiwijaya di rumah Oma sendiri untuk memanggil O'om Dean pulang ke rumah Oma supaya O'om Dean bisa beritahu penyimpanan surat ahli waris kekayaan Opa. " kata Jeniffer langsung melaporkan kejahatan Papa Suhandi Pratama nya kepada Lara.
"Bajingan itu berani untuk menyekap Mamaku.. " kata Lara geram. "Alfredo, kau harus membantu aku untuk menjebloskan bajingan itu ke penjara. " menoleh kepada suaminya.
"Tentu saja, sayang. Aku akan membuat setan tua itu membusuk di penjara. " kata Alfredo yang segera menghubungi polisi.
Roger Milos dan istri juga putrinya mendatangi mereka di ruang tamu."Alfredo, aku ikut bersama kamu untuk menangkap bajingan Suhandi ke rumah Mama mertuamu. " usai melihat Alfredo menghubungi polisi melalui hp saudara iparnya itu.
"Baik, Roger. Ayo kita segera berangkat saja ke rumah mertuaku. " kata Alfredo sambil mencium bibir Lara untuk pamit kemudian ia dan adik ipar nya meninggalkan rumah kediaman Regane usai mendapatkan informasi dari pihak kepolisian yang sudah lebih dulu pergi ke rumah kediaman Adiwijaya.
__ADS_1
Tak lama kemudian rumah kediaman Regane itu telah kedatangan tamu yang berasal dari luar negeri dan mengejutkan Lara yang mengenali tiga orang tamu yang datang ke rumahnya.
"Emilia, Joshua dan Dylan Bells wah akhirnya kalian bertiga datang juga ke rumah kediaman Regane di Jakarta.. " sambut Lara hangat.
"Iya, Lara, maaf apabila kami datang ke rumah kediaman Regane secara tiba-tiba di malam hari yang seharusnya tidak mengganggu ketenangan mu dan keluargamu beristirahat. " kata Emilia dengan nada minta maaf atas ketidaknyamanan Lara dengan kedatangannya dan keluarganya ke rumah kediaman Regane.
"Ah, tidak apa-apa, Emilia. Aku dan keluargaku senang kok menerima kedatangan kalian di rumah kami.. Mari kalian duduklah di sofa ruang tamu kami. " kata Lara mempersilahkan ketiga orang tamunya untuk duduk dengan senyuman ramahnya.
"Jen,untukmu sebaiknya kamu istirahat di kamar tamu yang sudah Bibi Yuni siapkan untukmu sampai Reynaldi datang untuk menjemput kamu karena Tante Lara takkan pernah mengizinkan kamu pulang ke rumah mu dalam keadaanmu seperti ini, sayang." kata Lara memeluk Jeniffer dengan hangat.
"Iya, Tante Lara." jawab Lara segera mengikuti langkah Bibi Yuni pelayan rumah kediaman Regane ke bagian lain dari rumah Tante Lara dan O'om Alfredo Regane.
Cassandra Milos cemberut melihat kedatangan Jeniffer yang dibencinya karena Cassandra Milos jatuh cinta kepada Reynaldi suami Jeniffer sejak mereka remaja dan tinggal bersama di rumah kediaman Regane.
"Iya, Mama.. " jawab Cassandra Milos patuh.
Cassandra Milos menemui Jeniffer yang sudah berada di kamar tamu khusus untuk Jeniffer tempati, dan kedatangan keponakan dari O'om Alfredo Regane ini mendatangkan rasa tidak nyaman di hati Jeniffer.
"Jen, apakah kamu masih belum tidur? Apakah kamu bersedia untuk bicara berdua denganku di kamar tamu ini? " tanya Cassandra Milos di pintu kamar tamu kepada Jeniffer.
"Iya, Aku bersedia untuk bicara berdua dengan mu, Cas. " jawab Jeniffer ramah.
"Baiklah, aku akan bicara tentang hubunganmu dengan Reynaldi suamimu apakah kalian baik -baik saja? " tanya Cassandra Milos tanpa basa basi kepada Jeniffer.
__ADS_1
"Iya, hubungan kami baik-baik saja bahkan kami akan segera mempunyai seorang anak untuk pertama kali di dalam hidup kami. " jawab Jeniffer membelai perutnya di depan Cassandra Milos yang menatap tajam ke arah perutnya.
"Oh, baguslah dan semoga hubungan kalian selalu harmonis.., ya kalau begitu aku ucapkan selamat kepada kalian berdua yang segera jadi orangtua muda. " kata Cassandra Milos dengan senyum manis kepada Jeniffer meskipun hati gadis itu semakin membenci Jeniffer.
"Iya, terimakasih banyak Cassandra, aku juga mendoakanmu segera mendapatkan pasangan yang sesuai denganmu dan kau bisa menyusul kami menjadi orangtua muda." kata Jeniffer yang menutup pintu kamar tamu di depan wajah gadis keponakan O'om Alfredo Regane karena dia tahu isi hati Cassandra Milos yang ingin memisahkan dirinya dengan Reynaldi suaminya.
Cassandra Milos menatap geram pintu kamar tamu yang tertutup rapat untuknya lalu gadis itu berbalik ke arah lorong menuju ke kamarnya di bagian utara rumah kediaman Regane namun ia berpapasan dengan putra dari Emilia Bell's.
"Hai, senang sekali kamu bisa jumpa denganmu, Kakak cantik." sapa Dylan Bell's ramah sambil memegangi pintu kamar tamu khusus untuknya.
"Aku sama sekali tidak senang jumpa dengan anak centil sepertimu. " kata Cassandra Milos nada judes kepada Dylan Bell's yang terbeliak di depannya.Gadis itu segera membuka pintu kamarnya lalu menutup kembali pintu kamarnya dengan kencang.
"Aduh, cantik-cantik kok judes banget tuh cewek, ughh.. seram.. " kata Dylan Bell's segera masuk ke kamar tamu khusus untuk dirinya sendiri.
Sementara itu Reynaldi yang sedang menemani Shinta Adiwijaya belanja perabotan di mal tidak mendapatkan informasi sama sekali dari istrinya karena hpnya lowbat dan chargeran hpnya telah hilang dari mobilnya sendiri.
Pemuda tampan ini dengan sabar sekali untuk membantu adiknya di depan kasir sesudah adik nya memilih beberapa perabotan rumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan di rumah adiknya sendiri bahkan membayarkan semua perabotan itu.
"Sudah? Mari kita pulang ke rumahmu lalu kita atur tempat untuk perabotan mu itu di rumahmu. " kata Reynaldi dengan senyuman manis kepada Shinta yang berjalan dengan mendorong troli ke arah luar mal.
"Iya, Kak Reynaldi. Makasih ya atas bantuanmu yang sudah menemani, membayarkan bahkan mengantarkan aku pulang ke rumahku dan kini kau pun bantu aku untuk menata perabotan ini di rumah ku. " kata Shinta setelah mereka berdua tiba di rumah kontrakannya kepada Reynaldi.
"Iya, sama-sama Shinta, kau kan adikku jadi aku wajib untuk membantumu. " kata Reynaldi nada ramah kepada Shinta.
__ADS_1
Bersambung!!