
"Ah, Rey kenapa dadamu berdebar kencang? " tanya Jeniffer bingung pada suara di dada Reynaldi.
"Aku juga tidak tahu, kenapa bisa begitu, ya? Dan, kau juga ada ku dengar. " kata Reynaldi mendekatkan telinganya di dada Jeniffer.
Jeniffer memerah seperti udang rebus seketika itu juga dan melompat mundur dari pelukan Reynaldi yang kebingungan dengan sikap Jeniffer apalagi melihat Jeniffer lari keluar dari gereja kecil dengan cepat-cepat, Reynaldi telah mengejar Jeniffer sampai di depan pintu di belakang rumah itu.
"Jeniffer, " panggil Reynaldi di tengah air hujan deras pada malam itu.
Namun Reynaldi sangat bahagia bisa berjumpa dengan Jeniffer sehingga Tante Lara menarik tangannya untuk segera masuk ke dalam mobil tante Lara karena sudah saatnya bagi Reynaldi untuk pulang ke rumah O'om Alfredo sebelum ketahuan Oma Wina Yulianti Adiwijaya karena diam-diam masih suka bertemu dengan Jeniffer.
Di dalam kamarnya, Jeniffer melompat-lompat senang sekali bisa bertemu dengan Reynaldi lagi sambil mencium boneka Viana boneka hadiah ulang tahunnya pada tahun lalu dan Jeniffer pun semakin senang dengan pelukan Reynaldi tadi sampai saat ini dadanya masih berdebar-debar kencang.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku berdebar kencang di peluk Reynaldi? " tanya Jeniffer yang bingung sendiri.
Jeniffer tidur nyenyak pada malam hari itu karena Jeniffer sudah berjumpa dengan Reynaldi sehingga ia bermimpi indah tentang dirinya dan Reynaldi di sebuah gereja yang dihadiri oleh banyak orang dan disana Reynaldi dan Jeniffer saling mengucapkan janji untuk setia selamanya dan Reynaldi menciumnya.
"Ahhh, mimpi apa aku malam ini. " terbangun dari tidurnya di dini hari Jeniffer duduk membisu menyentuh bibirnya sendiri.
"Ah, aku jatuh cinta pada Reynaldi. " Kata Jeniffer memegang kedua pipinya usai sadar akan rasa yang datang pada dirinya terhadap Reynaldi yang kini telah berubah dari perasaan saudara sepupu menjadi perasaan cinta seorang gadis remaja kepada pemuda remaja.
*****
Di rumah O'om Alfredo.
"Astaga, apa yang telah terjadi pada diriku? Dan, kenapa aku jadi bingung sendiri? Aku bisa jadi berdebar kencang saat aku memeluk Jeniffer padahal sudah terbiasa aku peluk Jeniffer dari aku masih kecil. " kata Reynaldi bingung sendiri dan memegangi dadanya sendiri di cermin ruang pakaiannya.
Tok, tok, tok!!
__ADS_1
"Reynaldi, ayo cepatan sekarang sudah waktu nya kita berangkat ke kampus, " suara Cassandra menyadarkan Reynaldi untuk pemuda ini secepatnya merapikan diri.
"Iya, Cassandra.. Aku datang, " sahut Reynaldi cepat keluar dari kamar.
Cassandra mengerjapkan sepasang matanya silau melihat Reynaldi berdiri di depan pintu kamar dan terlihat keren sekali. Reynaldi malah melewati Cassandra untuk cepat turun ke lantai bawah untuk segera sarapan pagi lalu berangkat ke kampus bersama-sama.
Di kampus.
Reynaldi sangat populer di kalangan mahasiswi dari berbagai fakultas karena Reynaldi sangat tampan dan menarik perhatian serta mahasiswa yang pintar sehingga para dosennya sangat sayang kepadanya selain itu Reynaldi punya teman-teman yang menyukai keramahan dan kesopanannya.
"Hai, Reynaldi. Apakah kamu ada waktu untuk menemaniku makan siang di kafetaria di seberang sana? " tanya Olivia teman satu kelas dengan Reynaldi.
"Reynaldi, cuma mau makan siang bareng aku. " Kata Cassandra menarik tangan Reynaldi untuk menjauh dari Olivia.
"Aku juga tidak ada waktu untuk makan siang bareng sama kamu, Cassandra. " kata Reynaldi melepaskan tangannya dari genggaman tangan Cassandra.
*****
Di dalam rumah Adiwijaya.
Jennifer baru saja pulang dari sekolahnya dan ia melihat gereja kecil untuk melihat seseorang yang sudah menunggunya di dalam gereja kecil itu, Jeniffer segera berlari cepat dan Reynaldi sudah melebarkan kedua lengannya untuk gadis itu masuk ke dalam pelukan Reynaldi.
"Aku sangat rindu sekali padamu. " kata Jeniffer melepaskan diri dari pelukan Reynaldi.
"Aku juga sangat merindukanmu sejak sebulan yang lalu terakhir kali kita bisa berjumpa di gereja kecil ini. " kata Reynaldi mendekatkan diri kepada Jeniffer.
"Reynaldi apa kamu sudah tahu tentang hal yang telah terjadi pada diri kita berdua? " tanya Jeniffer membelakangi Reynaldi karena takut kalau Reynaldi tidak ada perasaan yang sama seperti yang dirasakannya terhadap Reynaldi.
__ADS_1
"Aku sudah tahu Jeniffer. Aku dan kamu telah saling jatuh cinta. " jawab Reynaldi lembut sambil memeluk Jeniffer dari belakang.
"Tapi Reynaldi, kita adalah saudara sepupu dan apakah Papa dan Oma mengizinkan kita bisa berpacaran seperti orang lain? " Jeniffer sangat takut kepada Oma dan Papanya.
"Jangan sampai mereka tahu dahulu tentang hubungan kita berdua sampai aku sukses dan kamu lulus kuliah barulah kita bicara kepada mereka tentang kita berdua yang sebenarnya. " kata Reynaldi menenangkan diri dan hati Jeniffer.
"Asalkan kamu bersedia untuk menjadi pacar ku, Jeniffer. " kata Reynaldi mendekatkan telinganya pada telinga Jeniffer.
"Iya, aku bersedia untuk menjadi pacarmu, Reynaldi. " Jawab Jeniffer pelan dan lembut.
Reynaldi membalikkan tubuh Jeniffer untuk gadis itu berhadapan dengan Reynaldi yang lalu menundukkan wajahnya untuk mendekati wajah Jeniffer lalu mendekatkan bibirnya pada bibir Jeniffer yang manis dan inilah pertama kalinya mereka berdua berciuman serta menjalin hubungan pacaran secara rahasia.
Beberapa hari kemudian Jeniffer melangkahkan kakinya sambil menunggu dengan hati yang tidak jelas menuju ke lantai bawah. Denting halus gelas kaca terdengar dari ruang makan serta suara Papa Suhandi Pratama yang sedang berbicara serius dengan Oma Wina Yulianti Adiwijaya seperti sedang membahas sesuatu dengan seorang wanita yang menjadi tamu istimewa di malam hari ini.
Ketika Jeniffer sudah sampai di anak tangga yang paling bawah pandangan Jeniffer jatuh kepada pemuda remaja yang duduk manis di sofa di ruang tamu dengan di depannya ada banyak hidangan terletak rapi di atas meja tamu dan pemuda itu melihat kehadiran Jeniffer yang duduk di tangga dengan senyuman dingin.
"Halo selamat malam, apakah kau Jeniffer yang akan menjadi saudara tiri ku yang baru? " tanya pemuda remaja itu menatap wajah Jeniffer dengan sinis.
"Apakah kamu Yudha yang akan menjadi saudara tiri ku? " tanya Jeniffer dengan suaranya yang halus dan sopan.
"Iya, pastinya karena Mama ku dan Papamu sudah menikah, maka sekarang kami berdua akan tinggal serumah dengan mu dan Oma mu, " jawab Yudha sambil minum kopi latte hangat yang disuguhkan oleh Bi Ina pelayan rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya.
"Iya, selamat datang kalau begitu. " kata Jeniffer yang berjalan ke arah pintu taman dengan cepat.
Jeniffer menatap langit, mengalihkan perhatian dari layar ponsel, menunggu pesan masuk dari Reynaldi Ricardo Milos sepupunya yang juga kekasihnya, Jeniffer melemparkan senyum tipis ke arah Tante Lara yang sedang menelepon O'om Alfredo di dekat kolam renang sambil menyeruput green tea nya.
Bersambung!!
__ADS_1