
Setibanya Dean Ambrose Adiwijaya di kediaman Adiwijaya. Ia segera berlutut di depan jenazah ibunya yang berbaring kaku dan dingin di tempat tidur di ruang keluarga kediaman Adiwijaya.
"Mama.. Dean sudah pulang kepada Mama.. " kata Dean Ambrose Adiwijaya memeluk tubuh mamanya.
"Papa.. " panggil Reynaldi dari belakangnya.
"Reynaldi anak Papa tersayang.. " kata Dean.
Dean memeluk anaknya dengan erat lalu tatapan matanya tertuju pada seorang wanita yang dulu pernah di jumpai ketika ia mengantarkan mantan kekasihnya yang bernama Eugene ke sebuah klub malam di kota Paris.
"Emilia Gustavo berada di sini? " pikir Dean.
Ia juga di kejutkan dengan sosok pria sebayanya yang berdiri di dekat keluarga adiknya. Ia pun ingat siapa laki-laki itu sebenarnya namun ia tidak ingin membicarakan tentang jati diri putra adopsinya itu.
"Aku takkan pernah membiarkan kalian berdua mengambil Reynaldi dariku karena dia adalah putraku untuk selamanya. " batin Dean Ambrose Adiwijaya.
Keluarga Adiwijaya yang sedang bersedih hati di ruang keluarga di kediaman Adiwijaya tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa Yudha telah datang ke rumah itu dengan membawa senapan api laras panjang untuk membunuh semua orang di rumah itu.
Dean Ambrose Adiwijaya yang sedang duduk di sofa dengan dikelilingi oleh keluarganya itu tak sengaja melihat sosok Yudha yang telah datang ke rumah itu dan mengeluarkan senapan api di tangan yang diarahkan secara langsung kepada mereka semua.
"Yudha.. Kau mau apa dengan membawa benda itu?" tanya Dean Ambrose Adiwijaya yang telah menarik perhatian semua keluarga dan kerabat nya yang langsung terkejut dengan senapan api di tangan Yudha.
"Membunuh kalian semua yang memuakkan hati ku.." jawab Yudha dengan senapan api yang di arahkan kepada Reynaldi lebih dulu daripada yang lainnya.
"Heii...! " teriak Dean Ambrose Adiwijaya.
"Reynaldi..! "
__ADS_1
"Yudha kau jangan main-main dengan senapan api di tangan mu itu karena kau akan masuk penjara seumur hidupmu..! " teriak Reynaldi.
"Aku tidak takut dipenjara..! Aku justru ingin kau dan keluarga mu mati..! " teriak Yudha yang telah mengaktifkan senapan api yang langsung di tembak ke arah Reynaldi yang mendorong istri nya ke arah Papanya.
Dorr!
Reynaldi melompat dari sofa dan bergulingan di lantai lalu melemparkan segala benda yang bisa diraihnya ke arah Yudha.
Dor!
Prangg!
"Arghh! "
"Tidakk!! "
Dean Ambrose Adiwijaya yang tidak ingin anak kesayangannya di buru oleh Yudha melompat ke arah Yudha dan menjatuhkan pemuda itu ke arah lantai sambil merebut senapan api dari tangan Yudha.
Namun Yudha menendangnya hingga tubuhnya itu terlempar dari tubuh Yudha dan senapan api di tangan Yudha telah terlempar dari tangan Yudha.
"Anak gila kauuuu..! " suara Wina Yulianti Adiwijaya yang mengejutkan semua orang di kediaman Adiwijaya.
"Oma..!"
"Mama!! "
Senapan api itu di ambil oleh Reynaldi yang kini telah membuang pelurunya dari senapan api lalu menggunakan senapan api kosong untuk ia gunakan untuk memukul Yudha.
__ADS_1
"Reynaldi jangan kau membunuhnya...! " teriak Dean Ambrose Adiwijaya cepat memeluk anak kesayangannya dari belakang.
"Dia sudah menendang Papa..! Dia juga sudah mengejutkan kita semua..! " teriak Reynaldi yang marah ingin memukul Yudha sampai mati tetapi dia di cegah oleh Papanya.
Yudha dengan cepat diamankan oleh Roger Milos dan Alfredo Regane yang membekuknya dari belakang lalu menyeretnya dengan paksa keluar dari kediaman Adiwijaya. Disana sudah ada Joshua Bell's yang telah melaporkannya ke pihak kepolisian daerah Jakarta selatan.
"Terimakasih atas kerjasamanya untuk kami bisa menangkap buronan ini yang akan dibawa ke penjara daerah Jakarta dari Bali karena dia telah membunuh kekasih gelapnya sendiri di vila dengan keji." kata pihak kepolisian daerah Jakarta selatan kepada Joshua Bell's.
"Sama-sama, Pak. Kami sudah mendengar berita di internet mengenai orang ini, maka kami bantu pihak kepolisian daerah Jakarta selatan untuk menangkapnya karena dia ingin membunuh salah seorang dari anggota keluarga kami di rumah ini. " kata Joshua Bell's memberikan video rekaman CCTV kediaman Adiwijaya kepada pihak kepolisian daerah Jakarta selatan sebagai bukti dari keterangannya.
Di ruang keluarga di kediaman Adiwijaya terlihat ada Wina Yulianti Adiwijaya yang tersenyum di depan mata anggota keluarganya termasuk Dean Ambrose Adiwijaya yang sedang memeluk erat Reynaldi.
"Oma, ternyata baik-baik saja? " Jeniffer segera memeluk Oma nya.
"Iya, cucuku. Semua ini berkat doa kalian semua juga atas bantuan dari Yanti pengasuhmu yang telah menyelamatkan aku dari ruangan yang dijadikan sebagai tempat penyekapan ku oleh Suhandi Pratama dan Amanda. Namun, Yanti lah yang harus menjadi korban kejahatan keduanya sebagai penggantiku setelah ia diketahui telah menyelamatkan diriku." Wina Yulianti Adiwijaya segera menceritakan kronologis dirinya telah diselamatkan oleh salah seorang pembantunya sendiri dari sekapan Suhandi Pratama dan Amanda kepada semua keluarganya termasuk kepada pihak kepolisian daerah Jakarta selatan yang telah mendatangi ruang keluarganya atas undangan dari Dean Ambrose Adiwijaya putra nya itu.
"Suhandi Pratama dan Amanda tetap dipenjara karena mereka telah membunuh Yanti dan menyekap Mama ku juga menyakiti keponakan ku Jeniffer Lin. " kata Dean Ambrose Adiwijaya yang memberikan video CCTV lain kepada pihak kepolisian daerah Jakarta selatan mengenai Suhandi Pratama dan Amanda telah menyekap Jeniffer Lin di rumah kediaman Adiwijaya saat istri dari Reynaldi ini mengunjungi Oma nya.
"Dia juga telah membunuh mantan kekasihnya yang bernama Indah di makam putrinya yang bernama Revalina Pratama. " kata seorang tamu di kediaman Adiwijaya yang memberikan video rekaman hpnya kepada pihak kepolisian daerah Jakarta selatan.
"Papa, dia juga sebenarnya adalah orang yang telah membunuh Mamanya Jeniffer yaitu Tante Laura Putri Adiwijaya setelah Tante melahirkan Jeniffer Lin istriku ini. " kata Reynaldi yang juga memberikan video rekaman CCTV rumah sakit tempat Jeniffer Lin dilahirkan kepada pihak kepolisian daerah Jakarta selatan.
"Baik, laporan dari Tuan -tuan disini yang telah menyertakan buktinya juga dapat membantu kami untuk menangani kasus kejahatan dari Suhandi Pratama dan Amanda. " kata pihak kepolisian daerah Jakarta selatan kepada pihak keluarga Adiwijaya.
"Ya, sama-sama Pak Polisi." kata Dean Ambrose Adiwijaya yang mengantarkan pihak kepolisian daerah Jakarta selatan ke pintu gerbang rumah kediaman Adiwijaya usai melaporkan berbagai macam kejahatan dari Suhandi Pratama dan Amanda kepada pihak kepolisian daerah Jakarta selatan.
Lalu Dean Ambrose Adiwijaya memerintahkan para asisten rumah tangga kediaman Adiwijaya merapikan ruang keluarga Adiwijaya setelah mereka mengantarkan jenazah Yanti yang wajah dan penampilannya mirip dengan Wina Yulianti Adiwijaya ke pemakaman keluarga Adiwijaya di daerah Bogor.
__ADS_1
Bersambung!