
Siang hari yang sangat terik bagi Reynaldi yang di saat ini sedang memantau perkembangan dari proyek pembangunan di daerah kota Bogor namun tidak menyurutkan semangatnya untuk meraih kesuksesan di dalam hidupnya.
"Hmm, pertokoan akan hadir di sekitar dearah ini sehingga masyarakat di sekitar dapat membuka peluang bisnis mereka dan aku akan senang luar biasa dengan hasil kerjaku sebagai seorang ahli pembangunan atau arsitek. " kata Reynaldi yang tersenyum melihat beberapa toko mulai berbaris di depannya.
"Reynaldi, sekarang ini sudah jam makan siang lho? Apakah kamu tak merasa lapar? " tanya Cassandra yang menemaninya untuk melihat proyek pembangunan tersebut pada siang hari ini.
"Iya, aku baru ingat kalau aku harus mengabari Jeni di rumah." jawab Reynaldi merogoh saku celana kerjanya untuk mengambil hpnya lalu ia menghubungi istrinya.
Cassandra mengerutkan kening melihat dirinya kembali di acuhkan oleh Reynaldi yang malah sibuk menelepon istri pria itu yang menurutnya sama sekali tidak pantas untuk menjadi istri dari Reynaldi.
"Cassie, kau sedang apa di situ? " tanya Niko pria teman kerja mereka yang memiliki perasaan terhadap Cassandra namun gadis cantik itu tak pernah menyukainya.
"Aku sedang sibuk kerja.. " jawab Cassandra nada judes kepada Niko.
Reynaldi yang sibuk menelpon istrinya yang ada di rumah melirik ke arah Cassandra yang telah pergi dari tempatnya bekerja dengan diikuti oleh Niko si pria bucin terhadap Cassandra namun ia bisa melihat kalau Cassandra tak menyukai Niko sama sekali.
"Sungguh seorang wanita sombong sekali dia itu sebab ada orang suka dengannya sampai segitu nya tetap saja angkuh dan sok jual mahal.. " kata Reynaldi di dalam hatinya.
*****
Di Shanghai, China.
Shinta terbangun dari tidurnya pada pagi hari itu yang seharusnya merupakan sebuah hari yang sangat dinanti-nanti olehnya sebab dirinya akan segera bertunangan dengan seorang pria yang telah setahun lebih menjadi kekasihnya.
Tapi, kenyataannya justru membuat hatinya luar biasa pedih karena sang kekasih telah memilih untuk berpisah darinya karena dia selalu bicara tentang kakaknya yaitu Reynaldi di depan sang kekasih.
__ADS_1
"Chen Chen, apakah kamu mencintai kakakmu itu sampai setiap kali kita bersama dirimu itu selalu membicarakan kakakmu sampai aku sakit hati karena kamu mengabaikan aku yang jadi pacarmu...? " tanya Aaron Gui kekasihnya pada kemarin sore di luar kantornya.
"Aaron, kau jangan menuduh aku tidak pernah mempedulikanmu." kata Shinta yang memohon maaf kepada Aaron Gui.
"Cukup, aku sudah jenuh dengan mu sebaiknya kita putus saja. " kata Aaron Gui kekasihnya yang langsung meninggalkannya di taman dekat kantornya.
Dan, hari ini Shinta memutuskan untuk pindah kerja dan pergi ke Indonesia untuk menemui Reynaldi kakaknya yang telah lama dirindukan olehnya, maka ia merapikan barang -barangnya di kopernya.
"Kak Reynaldi, aku akan datang ke rumahmu di Indonesia karena aku ingin mencari pengalaman baru. " kata Shinta yang menghubungi Reynaldi melalui WeChat nya.
Dean Ambrose yang melihat putrinya yang telah berusia dua puluh tahun itu dengan perasaan cemas sendiri maka ia menghampiri Shinta di kamar putrinya itu pada saat putrinya sedang sibuk merapikan barang di koper.
"Chen Chen, kau mau pergi ke mana dengan koper sebesar ini? " tanya Dean Ambrose kepada Shinta yang cepat menengok kepada papanya.
"Chen Chen mau pergi ke Indonesia, Pa. " jawab Shinta muram.
"Chen Chen mau mencari pengalaman baru dan juga melupakan Aaron Gui yang kemarin sore telah memutuskan hubungan kami, Pa. " jawab Shinta semakin sedih.
"Oh, Chen Chen cinta pertama bukanlah akhir untukmu begitu sedih, sayang.Karena kamu ini masih muda dan cantik juga masih panjang untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik dari pacar pertama mu itu yang bukanlah jodoh mu, sayang. " kata Dean Ambrose memberikan hiburan dan nasehat kepada Shinta.
"Iya, Pa, Chen Chen tahu itu namun Chen Chen perlu waktu dan suasana hati yang baru untuk Chen Chen bisa ceria lagi karena itu Chen Chen memutuskan untuk pergi ke Indonesia. " kata Shinta meminta persetujuan dari Papanya untuk ia bisa pergi ke Indonesia.
"Hmmm, ya boleh saja tapi ingat di sana kamu jangan sampai menyusahkan kakakmu dan kakak iparmu dengan sikap manjamu itu. " kata Dean Ambrose memberikan izin untuk Shinta.
"Ya, Pa.. Terimakasih banyak atas izin mu. " kata Shinta yang memeluk Papanya.
__ADS_1
"Iya, Nak sama-sama.. " kata Dean.
Shinta pun menemui Silvi dan adiknya di ruang keluarga untuk pamit kepada Mama dan adiknya sebelum gadis itu pergi ke Indonesia usai gadis itu mendapatkan izin dari Papanya.
"Ma, aku pamit dulu ya untuk pergi ke Indonesia untuk mencari pengalaman baru dan suasana hati yang lebih baik lagi.. " kata Shinta memeluk Mamanya.
"Ya, hati -hatilah dan jaga dirimu di Indonesia lalu kalau bisa kamu harus cepat pulang ke rumah kita di China jika hatimu sudah lebih baik.. " kata Silvi membalas pelukan putrinya untuk berikan dukungan moril kepada Shinta.
Kemudian Shinta di antarkan oleh Dean Ambrose ke bandara internasional Shanghai. Disana gadis itu diberikan wejangan oleh Papanya sebelum menuju ke pesawat terbang yang telah menanti di lapangan terbang.
*****
Jakarta, Indonesia.
Renata mengelap mulutnya dengan saputangan usai muntah di kamar mandi lalu menemui Randi suaminya yang telah menunggunya untuk makan malam bersama di ruang makan rumah mereka yang sederhana.
"Sayang, apakah kehamilan mu yang pertama ini sangat merepotkan kamu? " tanya Randi cemas kepada Renata yang duduk di kursi depannya.
"Tidak, sayang. Aku kan seorang wanita dan juga istri, jadi masa-masa awal kehamilan pertama harus ku lalui dengan senyuman bahagia dan bersyukur atas anugrah Tuhan berikan kepada ku untuk mengandung buat hati kita. " Jawab Renata dengan sungguh hati kepada Randi yang sama sekali tidak tahu bahwa Renata hamil anak pria lain bukan anaknya.
"Iya, makasih banyak sayang.. Aku sungguh luar biasa bahagia sekali mengetahui bahwa kamu sudah hamil anak ku sepulangnya aku dari kerja di luar kota. " kata Randi meraih jemari Renata untuk dikecup lembut oleh bibirnya.
"Iya, sama-sama sayang." jawab Renata yang tersenyum manis di depan Randi namun di hati wanita itu justru sebaliknya yaitu pedih bukan main mengingat kekasih gelapnya tepat menikah dengan seorang wanita pilihan dari keluarga ibu kandungnya sendiri.
"Ah, hari ini adalah hari pernikahan Yudha.." batin Renata pedih melihat berita terbaru dari WA dan surat kabar harian di internet mengenai pesta pernikahan Yudha Pratama dengan Miranda.
__ADS_1
Bersambung!!