
"Aku juga tidak suka kadomu, " kata Reynaldi ketus.
"Aku sibuk!! " teriak Reynaldi pada mahasiswi itu.
Jeniffer cemberut saat melihat banyaknya para penggemar sepupunya yang setiap hari datang kepada Reynaldi baik di sekolah maupun di rumah sesudah mereka pulang sekolah. Tapi, hal ini yang membuat Jeniffer tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya kenapa dia tidak suka pada semua mahasiswi yang selalu mengirim surat atau kado dan menawarkan Reynaldi untuk pergi bersama mereka.
Namun Jeniffer senang sekali karena Reynaldi selalu menolak dengan tegas dan tidak pernah menghiraukan mereka semua. Jeniffer juga kagum dengan Reynaldi yang bisa membuat Oma Wina Yulianti Adiwijaya mulai menyukai sifat dan sikap Reynaldi yang sesuai dengan harapan Oma.
"Reynaldi, kau di izinkan untuk tinggal di rumah ku sampai kamu lulus sekolah setelah itu kamu harus pulang ke rumah mu, " kata Oma Wina Yulianti Adiwijaya di hari pertama anak itu minta izin untuk tinggal bersama Jeniffer tanpa kedua orang tuanya.
"Iya, Oma, " jawab Reynaldi patuh.
"Satu lagi jangan lupa siapa dirimu dan siapa Jeniffer? Pokoknya dilarang jatuh cinta, " perintah dari Oma Wina Yulianti Adiwijaya tegas.
"Idih, Oma.. Apaan sih? Reynaldi dan Jeniffer kan hanya sepupu.. Lagipula apa itu jatuh cinta? Reynaldi nggak ngerti", kata Reynaldi polos dan jujur.
" Ahh, pokoknya ikuti saja perintah ku jika kamu mau tinggal di rumah ku, " pesan Oma Wina Yulianti Adiwijaya tegas sekali.
Reynaldi masuk ke dalam kamar tidurnya dan melihat dirinya sendiri yang sudah tumbuh tinggi dan dadanya bidang keren juga sudah ada jakun dan suaranya pun berubah menjadi dewasa meskipun dia masih remaja berusia enam belas tahun dan sebenarnya dengan kecerdasannya.
Reynaldi sudah bisa masuk ke universitas Adiwijaya namun Reynaldi tetap berada di SMU kelas dua belas atau kelas tiga sedangkan untuk Jeniffer kelas satu SMU dan sudah menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik.
Inilah yang di cemaskan oleh Oma Wina Yulianti Adiwijaya melihat Jeniffer dan Reynaldi yang sangat dekat sekali satu sama lainnya sehingga Oma menegaskan Reynaldi untuk cepat pulang ke rumah orang tuanya sebelum Jeniffer menjadi ketergantungan pada Reynaldi yang mungkin lama-lama tumbuh perasaan cinta di hati mereka masing-masing.
Byurrr!
Pada suatu sore hari menjelang senja adalah kegiatan rutin Reynaldi berenang di kolam renang pribadi dalam rumah itu. Reynaldi tidak memperhatikan Jeniffer sedang memandangi dirinya dari atas balkon kamar tidur gadis itu sambil minum jus tomat dan baca buku komik kesukaan
__ADS_1
"Reynaldi ganteng banget sih, " puji Jeniffer yang berdebar kencang jantungnya dan gadis itu pun melihat tubuh tegap sepupu laki-laki nya.
Reynaldi menggerakkan kepalanya sedikit untuk mengeringkan rambut basah sehingga tampak jelas pesona remaja putra itu bagi kaum hawa remaja dan Jeniffer tidak bisa mengalihkan perhatian dari pesona Reynaldi yang sedang naik dari kolam renang menuju ke sofa santai.
Reynaldi mengambil HP dan menjawab telepon dari mama Silvi yang sudah minta pemuda abg itu untuk pulang ke rumah di China. Reynaldi masih ada alasan bahwa dia belum lulus sekolah dan ada niat untuk kuliah di Jakarta. Dan, hal ini tentu saja di tolak oleh Mama Silvi.
"Tidak bisa, Reynaldi. 1 bulan lagi kamu harus pulang ke rumah dan kuliah di Shanghai, mengerti? " kata Mama Silvi di apartemen di kota Shanghai.
"Iya, Mama. " jawab Reynaldi di sebrang pulau.
"Iya, sudah. Mama tutup telepon dan janganlah lupa untuk jaga kesehatan mu, " pesan Mama Silvi untuk putra angkatnya yang sudah seperti putranya sendiri.
Ting Tong!!
Pintu apartemen terbuka, Shinta baru saja pulang dari sekolahnya sambil membawa satu kantong belanja isi buku novel terbaru dan kini ia melihat mamanya sedang menunggunya pulang dari sekolahnya.
"Shinta, kalau kamu sudah pulang dari sekolah atau usai bepergian... Kau mandi dulu baru kamu boleh peluk adikmu, " tegur Mama Silvi pada putri remajanya itu.
"Iya, Mama.. Mama pasti habis telepon dengan Kak Reynaldi ya, kan? maka itu ngomel trus, " kata Shinta yang sudah paham dengan sifat mamanya.
Lalu Shinta masuk ke kamarnya untuk pergi mandi sesuai dengan perintah Mamanya dengan patuh.Shinta fokus ke sebuah foto di sudut kiri tempat tidur dan memeluk foto kakaknya dengan senang dan rindu. Shinta sudah tahu kalau Reynaldi bukanlah kakak kandungnya.
"Aku berhak untuk jatuh cinta kepada mu, Kak Reynaldi, " kata Shinta mencium foto Reynaldi yang sekarang ini sudah besar.
*****
Di Jakarta, Indonesia.
__ADS_1
Reynaldi merapikan buku-buku sekolah ke dalam tas sekolah lalu keluar dari kamar untuk pergi ke kamar Jeniffer di sudut kiri lantai atas. Reynaldi selalu melakukan aktivasi malamnya dengan bermain piano bersama Jeniffer kalau tidak ada O'om Suhandi Pratama papanya Jeniffer.
"Hei, Reynaldi. Kau mau ke mana? " tanya Tante Lara sepertinya baru pulang dari kantor.
"Reynaldi mau main piano bersama Jeniffer, Tante, " jawab Reynaldi di Koridor.
"Sini dulu.. Tante mau minta tolong kepada mu, "kata Tante Lara memanggilnya di dekat meja telepon yang berada di Koridor menuju ke kamar Tante Lara.
" Iya, apa Tante? " tanya Reynaldi dengan cepat menghampiri Tante Lara.
"Tulis Tante Lara sedang marah pada O'om Alfredo.. Karena O'om kemarin lupa kirim kado ulang tahun ke Tante... Gitu,ya? " kata Tante Lara bicara untuk di ketik oleh Reynaldi pada layar HP.
"Reynaldi sudah mengetik pesan WA untuk O'om Alfredo dari Tante Lara, " kata Reynaldi yang kini menunjukkan tulisan di HP sesuai dengan pesan Tante Lara.
"Ah, pintar kau, sayang. Muahh.... Ini hadiah dari Tante Lara untuk mu, " kata Tante Lara seperti biasa mencium pipi kanan dan kiri Reynaldi lalu menberikan hadiah mainan robot Power Rangers.
"Makasih Tante, " kata Reynaldi tersenyum manis.
Lalu Tante Lara berjalan menuju ke kamarnya, maka Reynaldi bisa pergi kapan kamar Jeniffer tapi ada O'om Suhandi Pratama yang sedang mengawasinya dengan galak dari ruang kerja pribadi pria itu.
"Emmmm, " gumam Reynaldi bosan lalu kembali ke kamarnya.
Jeniffer sudah bersiap untuk bermain piano bersama Reynaldi di dalam kamarnya, tetapi Reynaldi tidak kunjung datang. Jeniffer muram di malam hari itu dan memilih untuk tidur lebih awal sambil memeluk boneka pandai warna ungu hadiah ulang tahun Jeniffer dari Reynaldi sebulan yang lalu.
Tok, tok!
"Ah, Reynaldi, " panggil Jeniffer tanpa suara usai ia melihat Reynaldi masuk ke dalam kamarnya dari jendela balkon kamarnya. Ia pun tersenyum senang sekali.
__ADS_1
Bersambung!