Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 27.


__ADS_3

Rumah yang seharusnya nyaman untuk keluarga yang dimilikinya menjadi sebuah rumah yang seperti neraka yang membuat Revalina Pratama tidak tahan untuk tinggal di rumahnya.


"Suhandi, kau jangan pernah meremehkan aku dengan memberikan sejumlah uang setiap bulan kepada ku namun ujung-ujungnya kamu bicara seenaknya saja menyebut aku sebagai wanita yang tak becus untuk merawat Reva putri kita..! " teriak Indah Mamanya kepada Papanya.


"Indah, tolong kamu jangan menganggap uang yang aku berikan kepadamu untuk merendahkan martabat mu melainkan untuk membiayai hidup anak kita juga. " kata Suhandi Pratama papanya dengan nada yang agak keras kepada Mamanya.


Revalina Pratama membanting pintu kamarnya untuk menulikan kedua telinganya supaya tidak mendengarkan perdebatan antara Mama dan Papanya itu. Ia memilih untuk menyumpal kedua telinganya dengan kapas.


"Kak Yudha, kau sedang ngapain sekarang? Reva kangen sama Kakak.. " tulis Revalina Pratama di WA nya.


"Maaf, Reva. Kakak Yudha sedang kerja.. Kamu tidur saja di rumah. " balas pesan dari WA Yudha kekasihnya yang juga merupakan anak tiri dari Papanya.


"Ah, ya, baiklah selamat bekerja untuk mu, Kak Yudha. " tulis Revalina Pratama di WA nya.


Revalina Pratama memandangi foto mesranya bersama dengan Yudha di layar hpnya sambil membayangkan dirinya berada di samping pria kekasihnya itu.


Lalu pintu kamarnya di ketuk oleh Papanya dari luar kamarnya. Ia pun menghela napas panjang sebelum berjalan ke arah pintu kamarnya untuk membukakan pintu kamarnya untuk Papanya di batas pintu kamarnya.


"Reva, ikut Papa untuk berjumpa dengan seorang pria yang cocok untuk mu, sekarang juga.. " kata Papanya menyambar lengannya sambil tangan lain Papanya menyambar tas selempangnya.


"Pa... "


"Apa? "


"Aku belum siap untuk berjumpa dengan seorang pria yang cocok untuk ku yang akan Papa ajak untuk bertemu dengan ku. " jawab Revalina yang sebenarnya tak mau mengikuti nasihat Papanya yang menginginkannya untuk melupakan Yudha yang sudah menikah dengan seorang wanita yang dipilih oleh Nyonya besar Wina Yulianti Adiwijaya Mama mertua dari Papanya itu.


Suhandi Pratama tetap mengajak Revalina untuk bertemu dengan seorang pria yang menurutnya adalah pilihan terbaik untuk putrinya di restoran yang sudah di sewa untuk pertemuan pertama antara putrinya dengan calon kekasih putrinya.

__ADS_1


"Sana, kau hampiri pemuda itu dan perkenalkan dirimu kepadanya. " kata Suhandi Pratama yang memberikan isyarat untuk putrinya berjalan ke dalam restoran.


Dimana terlihat seorang pemuda tampan duduk di kursi depan meja di sudut kanan restoran.Dan, Revalina pun menuruti Papanya dengan berjalan menuju ke arah pemuda tampan yang bernama David.


"Hai , selamat siang, apakah kamu Revalina? " sapa David cepat berdiri di depan kursinya untuk menyapa gadis cantik di depannya.


"Hai, selamat siang juga, iya aku Revalina. Kamu pasti David Agustinus Adisucipto, kan? " sapa balik Revalina dengan senyuman ramah kepada David.


"Iya, Aku David, mari silakan duduk di kursimu.. " jawab David menarik kursi di depannya untuk Revalina tempati.


"Terimakasih." kata Revalina menyukai cara pria ini menghormatinya.


"Ohya, Reva, kau suka makan menu apa? " tanya David memberikan buku menu restoran kepada Revalina.


"Oh, aku suka makan menu steak nomor tujuh di buku menu makanan ini. " jawab Revalina yang menunjuk pada daftar menu makanan yang ingin di pesannya itu.


"Baiklah, aku pesan menu makanan nomor lima, " kata David memanggil pelayan restoran untuk menyiapkan makanan yang di pesan oleh mereka berdua.


"Mmm, gadis ini cantik sekali dan terlihat kaya raya.. Emm, hidupku akan nyaman jika aku bisa menikah dengannya. " batin David.


"Lumayan juga cowok ini untuk membuat Yudha Cemburu. " batin Revalina.


*****


Perusahaan yang memproduksi barang tambang batu bara terlihat megah dan lancar saja oleh Yudha yang menjadi pemilik perusahaan hebat itu.


"Produksi batu bara tiap bulan semakin besar untuk dipasarkan sehingga keuangan di kantor pusat selalu aman terkendali. " kata Yudha yang menerima laporan produksi dari sekretarisnya.

__ADS_1


"Bos, ada telepon dari klien Anda yang berasal dari Jepang. " lapor manager produksi kepada Yudha.


"Oh, baiklah, terimakasih atas laporanmu kepada ku." kata Yudha sambil meninggalkan pabriknya untuk naik ke lantai atas yaitu ruangan kantor nya sendiri.


Dari kaca jendela kantornya. Ia melihat seorang wanita yang dikenalnya duduk di kursi depan meja bagian staff produksi. Ia tercengang sekali karena dia mengenali Renata Ayuningsih mantan kekasihnya sendiri.


"Sial, kenapa mereka menerima Renata sebagai staff pabrik ini? " batin Yudha.


Yudha juga terheran-heran melihat seorang pria yang sedang membawakan segelas susu vanilla untuk Renata Ayuningsih sampai ia merasakan sakit hati melihat kemesraan antara pria muda itu dengan Renata Ayuningsih.


"Berengsek, siapa sih laki-laki itu? " batin Yudha.


Renata Ayuningsih sendiri melihat Yudha melalui lirikan matanya dan diam-diam tersenyum untuk menyembunyikan perasaan senangnya bisa buat Yudha marah dan cemburu melihat dirinya dan suaminya bermesraan.


"Kak Randi, terimakasih kamu sudah buatkan aku segelas susu hamil setelah kamu melihat aku tak ada selera makan sejak pagi ini. " kata Renata Ayuningsih dengan senyumnya kepada Randi suaminya yang merupakan rekan kerjanya di pabrik perusahaan tersebut.


"Ya, sama-sama istriku. Aku sebagai suamimu wajib untuk menjaga kesehatan mu dan buah hati kita kapanpun dan dimanapun kamu dan aku berada. " kata Randi suaminya dengan sikap amat perhatian kepadanya.


"Hmm, ya, Kak Randi. " kata Renata Ayuningsih yang mengangkat tangannya untuk menyentuh dahi suaminya dan terlihat oleh mata Yudha di lantai atas.


"Apa-apaan, Renata? Dia sepertinya sengaja buat aku panas melihatnya bermesraan dengan pria tak jelas itu.. " kata Yudha yang melihat ke arah perut buncit Renata Ayuningsih.


"Hmm, dia benar-benar mempertahankan janin itu, hmm, ini berarti dia masih mencintaiku dan suaminya cuma sebagai tamengnya saja untuk menjaga nama baiknya sebagai seorang wanita muda di rumah kontrakannya pasca tahu dirinya telah hamil anak ku. " batin Yudha.


Seulas senyuman Yudha ditujukan untuk Renata Ayuningsih yang berada di lantai bawah sampai wanita hamil itu membalikkan badan ke arah lain yaitu ke arah laptop kerja wanita itu.


"Sialan banget si Yudha menantangku...Ugh, aku akan membalasnya nanti. " batin Renata sambil mengerjakan pekerjaannya sebagai staff pabrik.

__ADS_1


Randi suaminya kerja di bagian sales sehingga pria ini tak sepenuh bekerja di pabrik karena pria ini kadang-kadang harus pergi kerja diluar pabrik dan hal ini diperhatikan oleh Yudha untuk dekati Renata Ayuningsih kembali sepulang kerja pada jam lima sore pada hari itu.


Bersambung!!


__ADS_2