Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 16.


__ADS_3

"Selamat pagi, sayang, " ucap Reynaldi memeluk Jeniffer dari belakang saat Reynaldi masuk ke ruang makan di dekat dapur.


"Selamat pagi juga, sayang. Ayo sekarang kita sarapan pagi bersama, "kata Jeniffer yang telah menggenggam tangan Reynaldi untuk diajak ke kursi meja makan.


" Baiklah, "Kata Reynaldi bahagia.


" Ohya jangan lupa untuk bawa bekal makan siang mu dan harus dihabiskan, ya sayang? " Jeniffer menaruh kotak makan siang untuk Reynaldi di meja makan dekat tas kerja Reynaldi.


"Iya pasti ku habiskan semua makanan yang sudah kau masakan untuk ku, " kata Reynaldi lembut.


Selesai sarapan pagi, Reynaldi pamit kepada Jeniffer dengan memberikan kiss pada kening Jeniffer yang mengantarkan Reynaldi ke depan halaman rumah mereka. Dimana mobil Reynaldi sudah menunggu untuk mengantarkan Reynaldi kerja lalu Jeniffer mulai menyibukkan diri dengan mengerjakan urusan rumah tangga.


Di kantor, Reynaldi bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah perusahaan milik O'om Alfredo suami dari Tante Lara adik bungsu dari Papa Dean Ambrose sejak Reynaldi masih bayi sudah di rawat oleh Papa Dean Ambrose dengan penuh kasih sayang lalu di rawat lebih baik lagi oleh Mama Silvi istri dari Papa Dean Ambrose.


Meskipun Reynaldi sudah mengajak Jeniffer tinggal di rumah Reynaldi yang sekarang, namun Reynaldi tetap menjaga Oma Wina Yulianti Adiwijaya dengan cara yang tidak menyinggung perasaan Oma Wina Yulianti Adiwijaya karena Reynaldi jujur sangat tidak menyukai O'om Suhandi Pratama.


"Aku curiga pada O'om Suhandi Pratama sejak awal aku datang ke rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya. Aku yakin O'om punya maksud tujuan yang tidak baik pada Oma yang sudah tulus hati dan percaya sepenuhnya kepada O'om. Pertama O'om punya anak diluar nikah sebelum menikah dengan Tante Laura mama dari Jeniffer, dan kedua sikap O'om pada Jeniffer sama sekali bukan sikap seorang Papa terhadap anaknya melainkan sebagai musuh yang berbahaya bagi O'om dan ketiga adalah kehadiran Mama baru Jeniffer dan kakak baru Jeniffer di rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya. Aku harus menyelidiki dengan cermat siapa dan ada maksud lain apa yang ada di benak O'om Suhandi Pratama itu terhadap Oma Wina Yulianti Adiwijaya yang membuat Papa Dean Ambrose keluar dari rumah itu, dan Tante Lara tidak bahagia hidup bersama Oma dan kasus meninggalnya Mama kandung Jeniffer itu sangatlah mencurigakan bagiku. Oleh sebab itu aku lebih dulu menyelamatkan Jeniffer dari cengkeraman O'om Suhandi Pratama. " batin Reynaldi.


Apalagi setelah Reynaldi mendengar cerita dari Tante Lara yang curiga kalau Jeniffer bukanlah anak kandung dari O'om Suhandi Pratama, lalu siapa Papa kandung dari Jeniffer dan berada di manakah Papa kandung dari Jeniffer itu? pikir Reynaldi pada suatu hari masih di dalam rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya.

__ADS_1


Reynaldi diam-diam menaruh beberapa kamera CCTV di setiap sudut rumah Oma Wina Yulianti Adiwijaya untuk menjaga keamanan dan juga keselamatan Oma Wina Yulianti Adiwijaya selain di rumah itu, Reynaldi juga menaruh tim khusus terpercaya di dalam sekolah Adiwijaya yaitu Niko, Eko dan Amir tiga orang sahabat terbaik Reynaldi selain mereka bertiga juga ada Ibu guru Bella yang sangat baik dan cerdas untuk bisa jaga keamanan di sekolah itu.


"Aku harus bisa mencari tahu identitas asli dari Papa kandung Jeniffer dan dimana tempat tinggalnya agar aku bisa mempertemukan Jeniffer dengan Papa kandungnya untuk Jeniffer bisa bahagia memiliki seorang Papa yang baik dan penyayang yang selama ini Jeniffer impikan di dalam hidupnya. " kata Reynaldi yang selalu bekerja keras untuk membahagiakan Jeniffer.


Sesuai dengan janji yang diucapkan dari mulut Reynaldi pada Jeniffer, pada Papa Dean Ambrose dan keluarga besar dari Oma Wina Yulianti Adiwijaya yaitu Reynaldi akan menikahi Jeniffer tepat di hari ulang tahun Jeniffer ke dua puluh tahun.


di hari itu, Jeniffer memakai gaun pengantin dan mahkota pengantin yang indah lalu melangkah dengan anggun di papah oleh Papa Suhandi Pratama sebagai wali Jeniffer untuk menuju ke depan Reynaldi yang sudah berdiri di depan altar patung Bunda Maria dan salib Tuhan Yesus juga pemuka agama.


"Reynaldi mulai hari ini aku serahkan putriku Jeniffer kepada mu untuk kau jaga seumur hidupmu, " ucap Suhandi Pratama dengan tegas menyerahkan jemari putrinya kepada Reynaldi Ricardo Milos.


"Iya, O'om Suhandi, terimakasih. " kata Reynaldi sopan.


Setelah berdoa dan mengucapkan janji suci pernikahan, mereka berdua pun saling memakai cincin pernikahan berbatu ruby cantik lalu mereka berdua berciuman di hadapan para tamu undangan yang mengikuti pemberkatan mereka berdua.


Pada malam harinya, mereka berdua duduk di pelaminan untuk resepsi pernikahan yang meriah dan penuh suka cita yang memancarkan kebahagiaan pada wajah mereka berdua yang selalu tersenyum ramah kepada setiap orang yang datang untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Reynaldi dan Jeniffer.


Selesai pemberkatan pernikahan dan resepsi pernikahan mereka berdua berakhir dengan hati yang penuh kegembiraan yang tak pernah bisa mereka berdua ungkapkan dengan kata-kata namun hari ulang tahun ke dua puluh tahun Jeniffer adalah hari yang bersejarah bagi hidup Jeniffer.


"Jeniffer, mulai hari ini kau menggunakan nama ku dengan lengkap dibelakang namamu yaitu Nyonya Jeniffer Ricardo secara resmi, " ucap Reynaldi halus seraya merengkuh wajah cantik Jeniffer dan mencium lembut pada bibir manis Jeniffer.

__ADS_1


"Reynaldi, aku sangat bahagia, " ujar Jeniffer halus pada Reynaldi yang kini resmi menjadi suaminya.


Keesokan harinya, Reynaldi mengajak Jeniffer pergi untuk berbulan madu ke salah satu kota di negeri China, yaitu kota Xiamen dengan satu tujuan utama dari Reynaldi adalah mengajak Jeniffer bertemu dengan Papa kandung dari Jeniffer yaitu O'om Anthony Lin.


"Reynaldi rumah siapa ini? " tanya Jeniffer heran pada suaminya yang mengajaknya ke rumah sederhana di desa kecil dalam kota Xiamen.


"Rumah orang yang sangat penting dalam hidup mu. Kau tunggu saja sebentar, " jawab Reynaldi lembut.


Tok!


Tok!


Reynaldi mengetuk pintu rumah sederhana itu sebanyak dua kali ketukan dengan sabar sekali menunggu pintu terbuka dan tak lama kemudian pintu terbuka dengan munculnya seorang pria yang mirip dengan foto yang ia temukan di email pribadi Tante Laura zaman dulu.


Klekk!


"Maaf, apabila kami berdua telah mengganggu waktu luang anda dengan datang ke rumah anda secara tiba-tiba, " ucap Reynaldi sopan kepada pria itu.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2