Selembut Kasih

Selembut Kasih
Bab 20.


__ADS_3

Reynaldi mengumpulkan dokumen di dalam map di meja kerjanya untuk dimasukkan ke dalam tas kerjanya dan melihat arloji nya di pergelangan tangannya telah menunjukkan jam enam sore.Ia pun segera menutup resleting tas kerjanya dan menenteng tas kerjanya meninggalkan kantor nya dengan langkah cepat.


Di depan pintu lift,Cassandra menunggunya dan melangkah masuk ke dalam lift bersama-sama.


"Rey,gimana kalau kau pergi ke rumah Oom Alfredo bersamaku saja biar tak membuang -buang waktumu di jalanan Jakarta yang macet dimana-mana?" usul Cassandra .


"Tidak,aku sudah janji untuk pergi ke rumah Oom Alfredo bersama Jeni istriku,jadi makasih ya atas saranmu itu." kata Reynaldi lebih dahulu melangkah keluar dari lift daripada Cassandra.


Reynaldi sudah masuk ke mobilnya dan melaju dengan cepat meninggalkan gedung perusahaan nya menuju ke jalan raya.Ia telah menghubungi Jeniffer di rumah untuk siap -siap di jemput olehnya di depan pintu gerbang rumah mereka.


Maka,begitu mobilnya sampai di depan pintu gerbang rumah mereka.Ia segera membukakan pintu mobilnya untuk Jeniffer masuk dan duduk di jok mobil di sampingnya.


"Maafkan aku ,sayang.Apakah aku sudah buat kau menunggu begitu lama di depan pintu gerbang rumah kita?" Kata Reynaldi mengusap rambut panjang istrinya dengan kasih sayang.


"Tidak juga,kok.Aku nunggu kamu di depan pintu gerbang rumah kita cuma sepuluh menit saja.." kata Jeniffer tersenyum untuk suaminya.


"Umm,kau sungguh istri yang paling manis di dunia bagiku.." kata Reynaldi nada lembut.


"Emm,kau paling bisa memujiku deh..Ya ,sudah, mari kita turun dari mobil untuk kita bisa segera berjumpa dengan Tante Lara dan Oom Alfredo di dalam rumah mereka." Kata Jeniffer membuka pintu mobil begitu mereka tiba di parkiran rumah Oom Alfredo.


Lalu mereka berdua melangkah bersama-sama menuju ke ruangan dalam rumah Oom Alfredo.Di mana di dalam ruangan sudah ada Oom Alfredo yang segera memeluk Reynaldi dengan antusias.


"Halo,Reynaldi anak nakal yang sudah dewasa secepat ini sampai Oom Alfredo lupa akan masa remajamu yang superlucu dan menggemaskan sekali." kata Oom Alfredo yang menepuk -nepuk bahu Reynaldi dengan bangga.

__ADS_1


"Hahaha,Oom bisa aja deh.."kata Reynaldi yang melihat adanya pria lain sebaya Papa Dean Ambrose Adiwijaya berdiri di belakang Oom Alfredo bersama dengan Cassandra dan wanita cantik sebaya Tante Lara yang tersenyum untuk menyambut Reynaldi dan Jeniffer.


"Ohya,Rey,mari kenalkan mereka berdua adalah Mama dan Papanya Cassandra yaitu Adik perempuan dan adik ipar Oom Alfredo,Marry Regan dan Roger Millos." kata Oom Alfredo yang memperkenalkan orang tua Cassandra kepada Reynaldi yang termangu dengan nama belakang pria itu sama dengan nama belakangnya.


"Ohya ,Oom dan Tante Milos perkenalkan saya Reynaldi Ricardo Milos dan ini istri saya Jeniffer Milos,kami berdua adalah keponakan dari Tante Lara istrinya Oom Alfredo."kata Reynaldi dengan sopan memperkenalkan dirinya dan Jeniffer kepada orangtua Cassandra.


"Wah,nama belakang mu ternyata sama dengan nama belakangku ?Apakah kamu berasal dari Swedia juga?" tanya Roger Milos langsung suka kepada Reynaldi yang sopan.


"Bukan,Oom.Aku berasal dari Indonesia dengan Papaku adalah Dean Ambrose Adiwijaya dan Mamaku adalah Mama Silvi Agashi." Jawab Reynaldi yang tak mau orang-orang menilainya anak tak jelas asal usulnya meskipun Reynaldi mempunyai akta kelahirannya dengan jelas dari Papa Dean Ambrose Adiwijaya minta dari Mama Eguene sebelum mereka berpisah pada saat Reynaldi masih bayi usia tiga atau empat bulan menurut kata Papa Dean Ambrose Adiwijaya kepada Reynaldi.


"Ooh,begitu rupanya?" Oom Roger Milos dan istrinya mengangguk-angguk memahami hati Reynaldi dengan sopan.


"Rey,Jeni..Mari Oom antar kalian untuk temui Tante Lara dan bayi Carlitos Regan di dalam sini yaitu kamar kami.."kata Oom Alfredo memanggil mereka untuk mengikutinya menaiki tangga ke lantai atas.


"Anak-anak..Mari kalian mendekatlah kepada Tante Lara untuk melihat sepupu kalian..." kata Tante Lara dengan senyumnya kepada Reynaldi dan Jeniffer.


"Iya,Tante..Wah,lucu sekali Carlitos.."Jawab Jeniffer yang menggunakan jemarinya menowel lembut pipi bayi itu.


"Wah,Carlitos mirip sekali dengan Tante Lara tapi mulutnya lebih mirip dengan mulut Oom Alfredo."kata Reynaldi yang mengundang tawa Oom Alfredo dan Tante Lara juga Oom Roger Milos dan Tante Marry Regan juga Cassandra di kamar itu.


"Hahahaha,Rey.Kalau gitu kapan kamu dan Jeni menyusul untuk mempunyai momongan yang mirip denganmu dan Jeni?" tanya Oom Alfredo nada menggoda mereka.


"Ehh,hal itu bisa aku tanyakan kepada Tuhan di Surga kapan kami bisa mempunyai momongan yang mirip dengan kami." jawab Reynaldi yang cengesan menanggapi godaan Oom Alfredo.

__ADS_1


Namun Tante Lara diam -diam berbisik sesuatu kepada Jeniffer yang memerah wajahnya dan terlihat gugup tanpa berani melirik suaminya yang di ajak ngobrol dengan Oom Alfredo dan Oom Roger Milos di ruangan lain di kamar Tante Lara.


"Jen,apakah kamu masih belum memberikan dirimu kepada suamimu setelah setahun lebih kalian menikah dan menjadi suami -isteri?" tanya Tante Lara melalui bisikannya.


"Belum,Tante."jawab Jeniffer jujur.


"Lho,kenapa?"


"Bingung ,Tante.Lagipula Reynaldi sendiri tak pernah menyinggung masalah itu kepada Jeni." Jawab Jeniffer sambil memainkan mainan bayi Carlitos di samping Tante Lara.


"Jen,begini sebagai sepasang suami -istri yang sudah menikah itu wajib untuk melakukan itu untuk ibadah dan mempererat hubungan yang harmonis juga memperoleh keturunan.Ah,tak mungkin Reynaldi tak bisa melakukan hal itu kepadamu dan tak mungkin juga kalau dia tak menginginkan mu dan menghadirkan seorang anak di antara kalian berdua."kata Tante Lara yang mengajari Jeniffer untuk memberikan diri Jeniffer secara lahir batin kepada Reynaldi yang menjadi suaminya Jeniffer yang sah.


"Iya,Tante Lara.Jeni akan mendengarkan Tante Lara."jawab Jeniffer .


Percakapan antara Jeniffer dan Tante Lara tak disengaja di dengar oleh Cassandra di luar kamar dan gadis ini langsung memikirkan cara untuk merebut Reynaldi dari Jeniffer di otaknya.


"Kesempatan emas bagiku untuk mendapatkan Reynaldi..."pikir Cassandra.


"Wah,aku bisa mendekatkan kembali Cassandra dengan Reynaldi jika benar rumah tangga anak itu tak berjalan dengan harmonis dengan istri yang jiwanya sudah sakit begitu parah akibat trauma masa kecil di rumah Adiwijaya yang luar biasa dingin itu."pikir oom Alfredo.


Reynaldi tidak melihat perubahan di wajah Oom Alfredo di hadapannya karena Ia sibuk bicara dengan Oom Roger Milos yang ingin mengajak nya bisnis di negara Swedia.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2