Selir Ke-9 Sang Penguasa

Selir Ke-9 Sang Penguasa
Bab 21


__ADS_3

"Ini tangan yang kau gunakan untuk merayu Adam!" Teriak Anne dengan marah.


Chash


"Ehm ...!" Laras memekik kesakitan saat besi panas itu menyentuh tangannya.


Air matanya kembali meleleh, Laras sudah tak lagi punya tenaga. Sudah dua hari ia di kurung tanpa makan dan minum, hanya siksaan Anne yang menjadi makanan setiap saat.


'Tuan pulanglah tolong aku, aku mohon.'


Laras memejamkan mata, air mata jatuh semakin deras. Rasa sakit ia rasakan seluruh tubuhnya, tak terhitung lagi luka yang ada di sana. Bukan luka mengangga tapi ribuan tusukan jarum yang ada di titik tersakit manusia, ujung jari, di bawah lutut, tengkuk leher.


"Semua karena Jal*ng seperti kalian yang terus menerus datang ke mansion ini!"


"Agh!"


"Keparat!"


"Kenapa semua orang membohongiku!"


Anne terus berteriak, mengumpat dengan lantang. Ia marah pada Jason, pada dirinya yang tidak bisa menjaga diri hingga tidur bersama Jason.


Terlebih kemarin Jason menjatuhkan harga dirinya, meskipun apa yang dikatakan Jason benar. Tetapi tetap saja Anne tidak bisa menerima itu, egonya tersakiti. Dia adalah satu-satunya wanita yang pantas untuk Adam, tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan tempatnya di sisi Adam, apa lagi seorang wanita bisu seperti Laras.


Belum puas bermain dengan batang besi panas, Anne naik keatas ranjang tanpa kasur itu.


Brugh

__ADS_1


Brugh


Ia menendang punggung Laras yang sedang meringkuk karena Anne mengikatnya.


"Mati kau!"


"Mati! Dasar ja**ng tidak berguna!"


Laras memekik keras, rasa sakit sangat ia rasakan. Namun, sayang tak ada suara jelas yang keluar dari mulutnya, haya sebuah suara seperti dengkuran lirih seseorang. Meski ia berusaha untuk berteriak dengan sekuat tenaga, tetapi saja tidak bisa.


Brak


"Laras!" Pekik seseorang yang baru saja sampai ke mansion.


Anne menoleh, kakinya yang hendak mendaratkan tendangan di punggung Laras terhenti.


"Hei pergi! Atau aku akan-."


"Ah!" Pekik Anne saat tamparan keras mendarat di pipinya, cukup keras hingga membuat Anne menoleh.


"Aagh! ... Siapa kau? Cepat lepaskan aku Ba*** , bajingan dasar An*#*g!"


Frans tidak menjawab, ia terus menarik tangan Anne, tenaga Frans yang besar membuat Anne tidak bisa memberontak.


Dengan kasar Anne di tarik, dimasukkan dalam kamar mandi. Kemudian Frans mengunci pintu dari luar.


"Hei, ... Keluarkan aku!"

__ADS_1


"Buka pintunya!"


Anne berteriak sambil terus menggedor pintu kamar mandi, tak mempedulikannya sang nyonya terus berteriak. Frans segera membebaskan Laras yang sudah tidak sadarkan diri.


"Astaga, apa yang sudah orang gila itu lakukan?!" Pekik Frans.


"Untung saja aku datang tepat waktu," gumam Frans, sambil menggendong Laras, ia hendak membawa wanita itu kembali ke mansion kecil miliknya.


Flash back on.


Frans baru saja datang setelah beberapa lama ia pergi untuk mengatur operasi pita suara Laras. Saat ia pergi ke mansion milik Laras, ia tak mendapati seorang pun di sana. Ia hanya menemukan para pelayan yang sudah tergeletak tak bernyawa karena menghirup asap racun.


"Ckckc ... Apa sebenarnya ini?" Gumam Frans bertanya dengan heran pada dirinya.


Frans terus melangkah ke atas, kearah kamar pribadi Laras. Kamar itu juga tak berpenghuni, tetapi Frans menemukan sosok Kim di kamar lain, pria itu lumpuh hanya bisa berbaring di lantai.


"Ya ampun sipit! Kamu kenapa?"


Frans berlari kecil mendekati Kim yang sudah bau pesing. Tubuhnya kaku tak bisa di gerakkan, Kim terpaksa buang air di tempat.


"Laras ... Tolong dia, Nyonya membawanya pergi," ujar Kim, alih-alih meminta bantuan untuk dirinya sendiri.


Kim meminta Frans untuk membantu selir kesayangan sang penguasa itu. Dengan arahan dari Kim, Frans bisa menemukan tempat dimana Laras di siksa.


Flash back off.


Dengan langkah lebar, Frans membawa Laras ke kamarnya. Darah segar mulai mengalir membasahi area pangkal paha, Frans punya firasat yang sangat buruk tentang hal ini.

__ADS_1


__ADS_2