Semua Bukan Inginku.

Semua Bukan Inginku.
Ingin bercerai.


__ADS_3

Malam harinya tepat pukul delapan malam Tofan Tiba di bandara, dengan di kawal oleh beberapa orang bodyguard keluarga Pradipta


Dua puluh menit perjalanan dari bandara kini Tofan tiba di Mansion.


Karena merasa begitu lelah, Tofan langsung beranjak menuju kamar.


"Siapa kamu, apa yang kamu lakukan di sini??." ujar Tofan saat melihat sosok seorang wanita dengan body gol berdiri membelakanginya.


"Mas kamu apa apaan sih, pulang pulang main teriak teriak seperti itu." suara itu terdengar tidak asing di telinga Tofan, namun sosoknya jauh berbeda.


"Siapa kamu, kamu kemanakan istriku?." Bukannya segera menyadari, pria itu malah semakin mencecar wanita itu tentang keberadaan istrinya seraya melangkah mendekati wanita itu.


"Mas, apa kamu benar benar tidak mengenali ku??." tanya Wanita yang ternyata adalah sang istri, Lala.


"Kamu Lala, kamu istriku, kamu beneran Lala??." Ucap Tofan sembari menggerayangi wajah sang istri untuk memastikan, jika ia tidak salah lihat.


"Iya Mas, ini aku Lala." jawaban dari sang istri serta kecantikannya membuat Tofan tak sanggup berkata kata Selain "Cantik."


"Kamu kenapa mas??." tanya Lala khawatir sebab suaminya itu hanya diam mematung seraya menatap dirinya dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Kamu sangat cantik sayang, kenapa tidak sejak dulu kamu berpenampilan seperti ini." ucapan suaminya Sontak membuat Lala teringat akan ucapan Malini beberapa hari yang lalu.


"Hanya pria yang benar benar mencintai kita yang tidak akan memandang fisik, jika pria itu memandang kita dari segi Fisik, itu artinya dia belum bisa menerima kita dengan segala kelebihan serta kekurangan yang dimiliki pasangannya." Lala melamun kala teringat perkataan Malini beberapa hari yang lalu.


"Ternyata kamu tidak tulus mencintai aku mas, cinta kamu hanya sebatas Fisik. itu sebabnya kamu berpaling pada wanita lain, saat fisikku tidak seindah dulu." batin Lala, saat menatap manik mata suaminya tanpa sadar air mata wanita itu luruh begitu saja tanpa aba aba.


"Kamu kenapa sayang?." tanya Tofan bingung saat melihat istrinya justru menitihkan air mata.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka mas, ternyata cinta kamu hanya sebatas Fisik. tidak heran kamu tergoda dengan kemolekan tubuh Malina." jawaban Lala membuat Tofan teringat akan jahatnya dirinya ,yang telah menodai kesucian pernikahan dengan bermain api di belakang sang istri.


"Selama ini aku selalu berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangga kita, karena aku tidak ingin Sintia kehilangan kasih sayang seorang ayah. tapi kini aku sadar, semua itu sia sia karena cinta sebatas Fisik akan pudar kapan saja." ujar Lala sebelum beranjak keluar meninggalkan Tofan di kamar.


"Maafkan aku Lala, maafkan atas kebodohanku yang telah menodai kesucian pernikahan kita." gumam Tofan setelah menyadari kesalahannya selama ini, tapi sayangnya semua itu mungkin sudah terlambat.


Lala menemui kakaknya,Gama di ruang kerjanya.


"Ada apa La??." tanya Gama, karena tidak biasanya adiknya itu akan memasuki ruang kerjanya jika tidak ada urusan penting.


"Aku ingin bercerai dengan mas Tofan." Gama sontak bangkit dari duduknya saat mendengar kalimat yang baru saja di lontarkan Lala.


"Kakak sedang sibuk, jangan bercanda." jawab Gama dengan intonasi penuh penekanan, sebab mengira adiknya sedang bercanda.


"Lala tidak sedang bercanda kak, Lala ke sini untuk meminta bantuan kakak untuk menghubungi pengacara, untuk secepatnya mengurus perceraian kami." Gama melangkah mendekati adiknya, karena terdengar dari nadanya Lala tak main main.


"Kak." Lala pun akhirnya menangis di pelukan sang kakak, dengan lembutnya Gama mengusap puncak kepala Lala.


"Sebaiknya kamu tenaga dulu katakan pada kakak apa yang telah terjadi, apa Tofan kembali melakukan kesalahan yang Fatal??." tanya Gama, yang sebenarnya sudah merasa geram dengan Tofan, karena sering membuat adiknya tersebut bersedih.


Lala pun menggeleng sebagai Jawaban dari pertanyaan Gama.


"Lalu kenapa kamu ingin bercerai??." tanya Gama lagi.


"Aku hanya tidak sanggup lagi menjalani biduk rumah tangga dengannya kak." jawab Malini yang tak mungkin berterus terang jika suaminya tersebut bahkan pernah berselingkuh dengan istri sang kakak, Malina.


"Maafkan aku kak, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, lagi pula saat ini Malina sudah berubah. aku yakin dia tidak mungkin akan mengkhianati cinta kakak lagi, cukup rumah tanggaku saja yang kandas." batin Lala yang kini terisak di pelukan Gama.

__ADS_1


"Jika ini memang sudah menjadi keputusan kamu kakak tidak bisa mencegahnya, baiklah, kakak akan menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian kalian." jawab Gama, yang sebenarnya sejak dulu merasa geram dengan tingkah playboy adik iparnya tersebut.


"Kembalilah di kamarmu!! kakak masih banyak pekerjaan, setelah selesai kakak akan segera menghubungi pengacara keluarga kita." titah Gama dan Lala pun menurut.


🌹


🌹


🌹


Di salah satu perusahaan yang baru berkembang, nampak seorang pria tengah bekerja keras demi menggapai mimpi menjadi seorang pengusaha sukses, agar bisa segera mempersunting kekasih hati yang sudah sebulan terakhir tidak bertemu.


"Kamu di mana Malini, aku sangat merindukanmu, apa kamu juga merindukan aku sama seperti aku yang begitu merindukanmu??." batin Leo di sela aktivitasnya di kala teringat akan pujaan hati yang telah lama tak bersua.


"Aku akan berusaha agar bisa menjadi orang sukses, agar bisa segera menikahi mu Malini." lanjut batin Leo seraya mengusap Foto sang kekasih yang sengaja di pajang di meja kerjanya, bahkan saking fokus menatap foto wanitanya Leo sampai tidak menyadari kehadiran salah seorang koleganya.


"Maaf tuan saya tidak menyadari kedatangan anda." ucap Leo dengan Ramah setelah kembali mengembalikan Foto Malini di tempat semula. tanpa sengaja koleganya tersebut melihat sosok wanita di dalam Foto.


"Dia calon istri saya." ucap Leo saat pria itu terus memperhatikan Foto kekasihnya.


"Kekasih anda sangat cantik, tetapi wajahnya seperti tidak asing." ucap Pria itu kemudian hanya di tanggapi Leo dengan senyuman, karena berpikir jika koleganya tersebut mungkin salah.


"Astaga, kenapa kita malah membicarakan calon istri anda tuan, maafkan saya jika anda merasa kurang nyaman atas ucapan saya tadi, mungkin saya salah." ucap pria itu sebab merasa tidak enak pada Leo.


"Tidak masalah tuan, sampai lupa mempersilahkan tamu untuk duduk, silahkan duduk tuan!!." Leo pun kemudian mempersilahkan koleganya tersebut untuk duduk saling berhadapan, Guna membicarakan tentang kerja sama yang akan mereka kerjakan selama beberapa bulan ke depan.


Usai membahas tentang kerjasama, Kolega Leo yang merupakan salah satu pemilik perusahaan ternama di ibukota tersebut pamit untuk segera kembali ke kota ibu kota.

__ADS_1


__ADS_2