Semua Bukan Inginku.

Semua Bukan Inginku.
Kecelakaan 1.


__ADS_3

Lala yang masih merasa sakit hati dan tidak terima dengan perkataan Malini tadi tersebut segera menghubungi kakak pertama mereka yaitu Riko yang merupakan anak pertama.


"Ada apa Lala, tumben pagi pagi sudah menghubungi kakak??." tanya Riko pada adik bungsunya.


"Kakak sudah dengar belum berita tentang kembalinya istri tercintanya kak Gama??." ujar Lala menahan geram akibat teringat perkataan Malini tadi.


"Memangnya Malina sudah kembali, kapan wanita itu kembali??." tanya Riko santai sehingga membuat Lala kesal mendengarnya.


"Kakak, Lala serius nih,."


"Iya,,, memangnya apa lagi yang di lakukan wanita itu sehingga membuat adik kakak cemberut pagi pagi begini??." sebagai kakak yang sangat mengenal sosok adik bungsunya, Riko bisa menebak jika saat ini Lala sedang cemberut, meski pria itu tak melihat wajah adiknya.


"Lala tidak suka dengan sikapnya yang selalu mengadu domba antara kita dan kak Gama. lagi pula menurut Lala, wanita itu tidak pantas menjadi pendamping kak Gama. dia itu wanita ular kak, dia telah berselingkuh di belakang kak Gama." Lala keceplosan dengan mengatakan hal itu pada Riko.


"Apa maksud kamu La??." tanya Riko yang kini mulai serius menanggapi ucapan adiknya


"Bagaimana kamu bisa tahu jika Malina telah berselingkuh di belakang Gama??." kini Lala jadi bingung sendiri saat Riko mulai mencecarnya. Lala jadi bingung sendiri harus menjawab apa, karena tidak mungkin juga dia mengatakan jika pria yang menjadi selingkuhan kakaknya itu tak lain adalah suaminya sendiri.


Karena jika sampai anggota keluarganya yang lain Sampai tahu, bisa bisa mereka akan mengusir Tofan bahkan memintanya untuk menggugat cerai pada ayah dari putrinya tersebut.


Bukan apa apa, Lala hanya tidak ingin putrinya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.


"Aku hanya menduga kak, lagi pula apa yang di lakukan oleh seorang wanita bersuami jika tidak membawa serta suami bersama kala liburan kalau bukan selingkuh." jawab Lala berkelit.


"La, kakak tahu kamu tidak senang dengan Malina, tapi ingat biar bagaimanapun Malina adalah istri dari kakak kamu juga, jadi biar bagaimanapun kamu harus tetap menghargai Malina, karena dia merupakan ibu dari keponakan kita!!." Riko memang terkenal dengan sikapnya yang bijaksana, meski ia pun tidak terlalu menyukai Malina sebagai istri dari adiknya, menurutnya karena Malina adiknya seringkali tersiksa akibat merindukan wanita itu.


Lala kemudian mematikan sambungan telepon ketika ada seseorang yang mengetuk pintu untuk mengajaknya sarapan pagi bersama, dan orang itu adalah sang bunda.


Sebenarnya Lala tak Sudi makan masakan kakak iparnya itu, Namun ia tidak tega menolak ajakan bundanya.


Di meja makan.

__ADS_1


Malini kembali menyuapi Nasya dan Mesya bergantian, hal itu mampu membuat nyonya Sisilia sedikit simpati dengan menantunya tersebut. namun tidak begitu dengan Lala, wanita itu tetap dengan kebenciannya.


Usai sarapan Gama pamit berangkat ke kantor sementara Lala mengantarkan anaknya yang sudah duduk di PAUD ke sekolahnya.


Sementara Malini sendiri menemani kedua anak yang sudah di anggap anaknya sendiri tersebut bermain.


Saat tengah menemani si kembar bermain Malini menoleh saat ada seseorang yang baru saja tiba dan menyapa kedua anak kembar tersebut.


"Hai Nasya,,,Hai Mesya,,,,." sapa wanita itu dengan lembut.


"Hai Malina." wanita itu juga menyapa Malina.


"Hai kak Sandra." sahut Malini yang mengingat jika wanita itu bernama Sandra yang merupakan istri dari Riko. Sandra merupakan menantu pertama di keluarga Pradipta.


"Bagaimana kabar kamu Malina??." tanya Sandra basa basi.


"Alhamdulillah baik kak, Kakak sendiri bagaimana kabarnya??." Setelah menjawab, Malini kembali menanyakan kabar kakak iparnya tersebut.


"Seperti yang kamu lihat kak Sandra sehat." jawab Sandra dengan raut wajah bersahabat. Sandra merupakan satu satunya anggota keluarga yang terbilang ramah pada Malina, meski terkadang perkataan Malina sering menyakiti hati Sandra.


Dan kabar tentang Sandra tersebut sudah di ketahui Malini sebelumnya dari Malina.


"Mah, Nasya mau susu." Nasya meminta di buatkan susu.


"Sebentar ya sayang." Malina pamit sebentar kepada Sandra untuk membuatkan Nasya susu, namun sayangnya saat membuka toples susu ternyata persiapan susu anak anak habis.


"Astaga, bagaimana aku bisa lupa kalau susu anak anak habis." Malini nampak menepuk jidat, mengingat kecerobohannya yang lupa mengecek persiapan susu.


"Aku harus segera ke supermarket untuk membeli susu untuk anak anak." gumam Malini sebelum kembali menghampiri Sandra dan kedua anak kembarnya.


"Sayang, mama lupa ternyata susunya habis, tunggu sebentar ya sayang, mama beli dulu susunya." ucap Malini pada kedua anaknya.

__ADS_1


"Kak, titip anak anak sebentar ya, aku mau ke supermarket sebentar." pamit Malini dan Sandra pun mengiyakan.


Kemudian Malini pun segera menuju super market dengan menumpangi sebuah ojek online yang di pesan melalui aplikasi.


Jujur saat melihat Malina menumpangi sebuah ojek online Sandra seperti sedang bermimpi.


"Apa aku sedang bermimpi??." Sandra bahkan mengucak matanya untuk memastikan jika ia tidak salah lihat.


"Tante ngapain di berdiri di situ, sini temani kita main!!." akhirnya pandangan Sandra beralih pada si kembar.


"Iya sayang." Sandra pun kemudian menemani Nasya dan Mesya bermain, sembari menunggu Malini kembali.


🌹🌹🌹


Di depan ruang IGD Lala nampak mondar mandir seperti setrika.


"Ya Tuhan semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan Malina." entah dengan kesadaran atau tidak Lala tulus mendoakan Malini yang kini tengah mendapat penanganan oleh dokter.


Beberapa menit kemudian, Gama yang telah di hubungi oleh adiknya, Lala segera ke rumah sakit dengan terburu buru. bahkan pria itu hampir tidak menginjak pedal rem, sampai mobil yang di kendarainya tiba di rumah sakit.


"Di mana istriku?? bagaimana ini bisa terjadi ?? kenapa kalian keluar rumah tanpa di temani bodyguard??." setibanya di rumah sakit Gama langsung mencecar Adiknya dengan berbagai macam pertanyaan, sehingga membuat Lala bingung harus menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu.


"Sebaiknya kak Gama tenang dulu, nanti Lala akan bercerita pada kakak." sahut Lala sebelum bercerita tentang kronologis kejadian yang mengakibatkan Kakak iparnya tersebut masuk ruang sakit.


Tadi saat baru saja tiba di supermarket, Malini tidak sengaja melihat ke seberang jalan ada seseorang yang hampir saja keserempet mobil, saat hendak berjalan untuk membeli sesuatu dari pedagang kaki lima.


Saat mobil itu semakin mendekat secara spontan Malini berlari ke arah orang tersebut kemudian dengan cepat mendorong tubuh wanita itu ke tepi jalan. niat hati ingin menolong seseorang, gadis itu justru hampir membahayakan nyawanya sendiri.


"Argh." terakhir yang di dengar Malini, sebelum gadis itu kehilangan kesadaran.


"Malina, Malina bangun!!." Lala berusaha mengembalikan kesadaran Malini dengan mengguncangkan tubuh gadis itu.entah kebetulan atau cara Tuhan, ternyata wanita yang coba di selamatkan oleh Malini adalah Lala.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian ambulance datang, Lala segera mengantarkan Malini ke rumah sakit.


"Kenapa kamu bahkan mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan aku Malina??." Gumam Lala di sela tangisnya. perasaan Lala kini campur aduk, antara rasa bersalah, kasian serta takut. takut kakaknya akan marah sebab istrinya jadi seperti ini akibat menolongnya.


__ADS_2