Semua Bukan Inginku.

Semua Bukan Inginku.
Mungkinkah dia selingkuh???


__ADS_3

Tidak terasa seminggu berlalu, selama seminggu kembali hidup bersama dengan Malina entah mengapa Gama merasa ada yang berbeda dengan perasaannya seminggu terakhir.


Jika sebelumnya Gama begitu bersemangat jika pembahasan mereka tentang ranjang tetapi seminggu terakhir atau lebih tepatnya ketika Malina yang asli telah kembali Gama justru enggan bahkan terkadang pria itu menolak secara halus jika istrinya menginginkan kehan_gatan darinya.


Dan hal yang sama kembali Terjadi malam ini, Gama kembali menolak Secara halus ajakan Malina dengan alasan banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan olehnya.


"Sayang ayolah!!! aku sangat menginginkanmu malam ini." dengan sengaja Malina menciptakan gerakan gerakan ero_tis kala dirinya tengah duduk di pangkuan Gama, sebagai laki-laki normal tentu saja itu mampu membuat sesuatu di dalam sana bereaksi. apalagi kini Malina telah menya_tukan bibirnya dengan milik Gama dengan mulut yang sedikit terbuka, sehingga menciptakan sensasi lembut dan nik_mat.


Malina nampak tersenyum penuh kemenangan saat merasa usahanya tidak sia sia karena saat ini dirinya bisa merasakan napas suaminya yang mulai terdengar memburu seolah tengah menahan ga_irah yang kini terasa hingga ke ubun-ubun.


"Jika bukan karena Mike yang kini tengah berada di luar negeri, tidak akan mungkin aku sampai mengemis seperti ini untuk di sentuh olehmu, Gama." dalam hati Malina di tengah sensasi nik_mat yang kini tengah di rasakannya, ketika tangan kekar suaminya mulai mengelus lembut bagian dadanya.


Namun saat menyingkap penutup bagian atas tubuh istrinya Seketika Gama menghentikan aksinya, saat melihat sebuah lukisan abstrak menghiasi salah satu bukit kembar milik Malina. gai_rah Gama seakan hilang begitu saja.


"Ada apa mas??." dengan kening berkerut Malina bertanya saat Gama menghentikan aksinya seraya menatap intens salah satu bukit kem_bar miliknya.


Deg


Jantung Malina seperti mau lepas dari rongganya ketika mengikuti arah pandang Gama.


"Astaga... bagaimana aku bisa melupakannya." dalam hati Malina mengumpat kecerobohannya. karena tidak sabar ingin menuntaskan gairahnya wanita itu sampai lupa jika dua hari yang lalu sebelum Mike bertolak meninggalkan tanah air mereka sempat bercinta, dan lukisan abstrak tersebut merupakan hasil karya Mike malam itu.


"Siapa yang melakukannya Malina??." tanya Gama dengan raut wajah berubah datar tanpa embel-embel sayang.


"Oh...aku juga tidak tahu mas, sepertinya gigitan serangga. kamu harus meminta asisten rumah tangga untuk lebih sering membersihkan kamar kita sayang!!." dengan merubah raut wajah manja Malina berucap, dengan harapan Gama akan percaya begitu saja dengan ucapannya.


Tetapi sayang, sepertinya Gama tidak bisa menerima dan percaya begitu saja dengan alasan yang baru saja di berikan Malina karena sangat tidak masuk akal, tetapi Gama memilih mengangguk seolah percaya dengan ucapan istrinya.

__ADS_1


Namun begitu Gama tak lagi berniat melanjutkan aktivitasnya, pria itu beranjak begitu saja meninggalkan Malina seorang diri di kamar.


Saat hendak menuju ruang kerjanya Gama berpapasan dengan bundanya yang hendak memastikan kedua cucunya telah terlelap dengan nyaman.


"Kamu mau kemana Gama, kenapa rambut kamu terlihat berantakan seperti itu???." tanya bundanya dengan tatapan curiga.


"Tidak ada apa apa Bun, tadi Gama sempat tertidur dan saat terbangun Gama teringat ada beberapa pekerjaan yang belum Gama selesaikan." dengan terpaksa Gama berdusta pada wanita yang telah mengandung serta melahirkan dirinya tersebut. dan Bundanya nampak mengangguk seakan percaya dengan ucapan putranya.


Setelah melihat raut wajah bundanya seperti percaya dengan alasan yang ia berikan, Gama kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya.


Namun sebelum melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya lebih dulu Gama menuju dapur untuk mengambil air minum karena merasa tenggorokannya sangat kering.


Setibanya di dapur Gama segera membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dan menenggaknya hingga tersisa setengahnya.


"Menghadapi wanita seperti Malina memang sangat melelahkan." Gama spontan menoleh saat mendengar suara adiknya yang secara terang terangan mengatai istrinya.


Tanpa sepatah kata pun Gama meninggalkan Lala yang masih menatapnya hingga tak lagi terlihat oleh pandangan.


"Mengapa sikap kak Gama terlihat sangat berbeda, apa kak Gama bertengkar dengan istrinya tercinta itu??." tebak lala sengaja memberi tekanan pada kata istrinya tercinta.


Setibanya di ruang kerja Gama menjatuhkan bokongnya dengan sedikit kasar kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


Gama menghela napas dalam sebelum menghembuskannya dengan sedikit kasar di udara."Apa benar yang di katakan keluargaku bahwa aku sudah di butakan cinta?? apa selama ini kamu bermain api di belakangku Malina?? jika dugaanku benar, apa kurang rasa cintaku selama ini padamu??." batin Gama, pria itu nampak memejamkan mata, di saat memejamkan mata bayangan Malini sedang tersenyum padanya membuat Gama membuka mata dengan cepat kemudian menggelengkan kepalanya seolah ingin mengusir bayangan wanita itu dari ingatannya.


"Kenapa aku tiba tiba teringat wanita itu?? di mana dia sekarang?? bagaimana kondisi Kandungannya saat ini???." begitu banyak pertanyaan di benak Gama tentang Malini, wanita yang telah ia renggut kesuciannya.


Tanpa di sadari semalaman Gama terus memikirkan tentang Malini, wanita yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan istrinya.

__ADS_1


Malam ini Gama memutuskan untuk tidak kembali ke kamar pria itu memilih menghabiskan malamnya di ruang kerja. menurut Gama jika malam ini ia kembali ke kamar dan melihat wajah istrinya mungkin saja perdebatan tidak bisa dihindarkan.


Waktu terus berjalan hingga sebulan pun berlalu. selama sebulan terakhir hampir setiap hari Gama kembali dari kantor pukul dua belas malam dan saat itu Malina telah terlelap dalam tidurnya.


Gama sengaja menghindari Istrinya karena setiap kali dirinya melihat wajah cantik Malina bayangan perselingkuhan wanita itu selalu menusuk relung hati Gama.


Ingin bertindak pun dirinya tidak memiliki bukti tentang perselingkuhan istrinya tersebut.


****


Di kota Surabaya.


"Kondisi ibu dan bayi di dalam kandungan anda sehat, Nona." terang dokter saat Malini datang untuk memeriksakan kandungannya yang sudah memasuki Minggu ke dua belas di PKM yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini.


"Terima kasih dok." ucap Malini sebelum kemudian pamit pada dokter.


Beberapa orang ibu ibu yang kebetulan datang ke PKM tersebut memandang sinis ke arah Malini seraya bercakap dengan volume suara yang sengaja di kecilkan. beberapa orang ibu ibu yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari kontrakan Malini.


Namun karena posisi Malini yang kini tengah melintasi para ibu ibu tersebut maka wanita itu masih bisa mendengar salah satu dari ibu ibu tersebut yang sedang mengatai dirinya.


"Itulah akibat dari pergaulan bebas, hamil tanpa seorang suami" gumam lirih seorang ibu ibu seraya melempar tatapan jijik ke arah Malini yang tengah melintasi mereka.


"Iya ... cantik cantik mengandung anak haram." timpal salah seorang di antaranya.


Sakit??? sudah pasti sakit, wanita mana yang tidak sakit hati jika anaknya di katakan anak haram, namun marah pun rasanya percuma sehingga Malini memilih diam seolah tidak mendengarkan apapun.


Jangan lupa like, koment, vote and give ya,,,,,,

__ADS_1


🙏🙏🙏😍😍😍😍


__ADS_2