Senja Dandelion

Senja Dandelion
Mengenalnya


__ADS_3

Ara sudah was-was karena melihat Elon ada di depan kelasnya saat pulang sekolah. Rasa gugup melingkari tubuhnya. Ara tidak tahu harus bereaksi seperti apa di hadapan cowok itu. Apa dia harus mengobrol biasa, menyapa atau malah cuek? Ara menggeleng takut.


Ara tidak bisa mengartikan tatapan yang diberikan Elon kepadanya. Sangat sulit baginya untuk menghindari tatapan tersebut.


"Kenapa kak Elon kok udah di luar aja sih? Kan belum waktunya keluar."


Ara tambah lesu. Pak Dadang menutup pembelajaran setelah bel sekolah berbunyi. Mereka pun berdoa, kemudian guru itu keluar kelas. Ara berharap Elon sudah pergi dari depan kelasnya.


Mereka berempat berjalan melewati Elon yang bersandar di dinding sambil memainkan kunci motornya.


"Senja tunggu."


Ara terpaksa berhenti karena panggilan Elon. "Kalian duluan aja."


"Bener enggak apa-apa Ra?" Febby bertanya tidak yakin.


"Bener kok. Santai aja, Feb." Ara mengulas senyum tipis.


"Semoga berhasil Ra." kata Karin. Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan Ara.


"Takut banget sama gue sampe keluarnya lama banget?" tanya Elon setelah berada di samping Ara.


"Biasa aja kak."


"Mau ngapain lagi sih kak?" tanya Ara.


"Gakpapa, pengen disini aja."


"Oh ya udah, kalau gitu gue balik dulu ya kak." ucap Ara melewati Elon.


"Eh" Elon memegang tangan Ara.


"Gue lupa abang lo udah pulang dari tadi."


"Lah kok di tinggal sih" gerutu Ara.


"Gue anter pulang"


****


Motor sport itu melaju meninggalkan parkiran sekolah dengan kecepatan sedang. Kini Ara sudah berada di atas motor Elon. Hanya suara derum knalpot yang mengiringi perjalanan mereka.


Elon yang fokus menyetir dan Ara yang masih kesal kepada Arka. Seenaknya saja abangnya itu pulang duluan dan tidak menunggunya.


"Eh..eh..ini kan bukan jalan ke rumah kak." kata Ara kaget ketika motor itu melaju berbeda jalur.


"Emang bukan" jawab Elon singkat.


"Mau kemana kak? Jangan-jangan mau nyulik ya."


"AAA TOLONG!!" teriak Ara.


"Bisa diem gak sih?!" kata Elon sedikit berteriak karena terganggu dengan suara lalu lalang kendaraan.


"Kita ke rumah. Mama udah nungguin elo dari tadi."


"Hah? Tante Sari nungguin Ara kak?"


"Hmm"


Motor itu berhenti di halaman sebuah rumah. Rumah itu terlihat sangat besar, namun terkesan begitu klasik dan sederhana.

__ADS_1


"Turun"


"Iyaa" jawab Ara yang masih terfokus memandangi taman di samping rumah Elon.


"Ayok masuk." Ara mengekori Elon di belakang.


"Assalamu'alaikum, Elon pulang." teriak Elon ketika memasuki rumah.


"Waalaikumsalam, Ara mana Lon?" tanya tante Sari sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Ara.


Ara segera menampakkan diri dan menyalami tante Sari. "Haloo tan. Tante apa kabar?"


"Baik sayang. Ayo masuk-masuk."


Tante Sari menarik tangan Ara untuk masuk ke dalam rumah. Melewati Elon begitu saja.


Ara menyusul tante Sari yang sedari tadi masih sibuk di dapur.


"Ada yang bisa aku bantu tan?" tanya Ara.


"Gak usah sayang. Nanti baju kamu kotor."


"Gak apa-apa kok tan, biasanya juga Ara sering bantuin bunda di dapur."


"Tante lagi buat apa?" tanyanya lagi.


"Buat kue cokelat kesukaannya Elon."


"Wah..kue cokelat tan." mata Ara berbinar ketika mendengar kata cokelat.


"Kamu suka juga? Nih cobain." Tante Sari memberikan sepotong kue cokelat kepada Ara.


"Iya sayang."


"Oh iya Ra. Tolong panggilin Elon di kamarnya. Tante mau panggil om kamu dulu." ucap tante Sari.


"Kamarnya yang ada tulisannya ya Ra." teriak tante Sari memberitahu Ara.


Ara melangkahkan kakinya menaiki tangga dan dia melihat sebuah kamar yang di depan pintunya ada sebuah tulisan.


"DILARANG MASUK TANPA IZIN!!"


HARUS DENGAN IZIN DARI DELION si kece:)


Ara hanya tersenyum sambil membaca tulisan yang tertempel di pintu itu. Sepertinya tulisan itu sudah lama, karena warna dari hurufnya sudah mulai pudar.


Tok..tok..tok


Ara mengetuk pintu kamar Elon. Tapi tak ada jawaban dari sang pemilik kamar.


Akhirnya Ara memutuskan untuk membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Kamar ini kosong.


Hanya terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Mungkin saja Elon sedang di dalam.


Ara memperhatikan setiap sudut kamar Elon. Kamar ini begitu luas, sama seperti kamar miliknya. Hanya saja desain kamar ini terlihat sangat simpel, barang-barang di dalamnya juga tertata dengan rapi.


Sibuk mengamati kamar Elon. Sampai Ara tak sadar jika ada orang di sampingnya. Bahkan ia pun tak mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka.


"Udah selesai ngeliatin kamar gue?"


"Eh..eh." Ara menengok ke samping. Rambut Elon terlihat sangat acak-acakan dengan air yang masih menetes.

__ADS_1


"Tadi kak Elon di suruh tante cepet-cepet turun." kata Ara meninggalkan kamar.


****


Sekarang mereka sudah berkumpul di meja makan.


"Ayo Ra, makan yang banyak." Tante Sari berbicara dan menuangkan minum di gelas.


Karena Ara merasa sangat canggung. Jadi ia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


"Ayah kamu gimana kabarnya Ra?" tanya Om Admaja. Ara yakin itu pasti papa nya Elon.


"Alhamdulillah baik om,"


"Sudah lama saya tidak bertemu dengan ayahmu." kata om Admaja sambil terkekeh.


"Ayah sibuk di kantor om, kadang bunda juga ke kantor buat bantuin ayah."


"Ayahmu itu memang orangnya pekerja keras sekali."


"Hehe..iya om." Ara tersenyum.


Makan siang pun telah selesai. Karena Ara merasa sungkan, dia tetap membantu tante Sari membereskan meja makan. Meskipun tante Sari melarangnya.


"Tante suka bertanam bunga yaa?" tanya Ara sambil mencuci tangan di wastafel.


"Loh kamu sudah lihat taman di samping rumah Ra?"


"Iya tan, Ara suka sama tamannya."


"Ara boleh kesana gak tan?" tanya Ara.


"Boleh dong sayang. Tapi kamu ganti baju dulu gih. Ada baju sepupu nya Elon, sebentar ya tante ambilkan." Tante Sari pergi mengambil baju.


"Nih Ra, kamu pakai aja." menyerahkan baju kepada Ara.


"Makasih tan."


"Kamu ganti baju di kamarnya Elon aja."


"Aku ke atas dulu ya tan." pamit Ara meninggalkan tante Sari.


****


Tok..tok..tok


Terdengar suara orang di dalam kamar menyuruh Ara masuk.


"Masuk aja."


"Numpang kamar mandi ya kak, tadi tante nyuruh ganti baju soalnya."


"Ya" jawab Elon singkat. Setelah mendapat izin dia langsung menuju ke kamar mandi untuk ganti baju.


Setelah lima belas menit berada di kamar mandi, Ara pun keluar. Dia memakai overall yang pas di tubuh mungilnya dan rambut yang di biarkan tergerai.


Elon masih fokus pada ponselnya hingga tak menyadari bahwa Ara sudah berada di depannya.


Elon mendongakkan kepalanya dan melihat seseorang yang ada di depannya itu.


"Cantik" gumam Elon.

__ADS_1


__ADS_2